
Hari berganti hari, minggu berganti minggu, tak terasa sudah tiga bulan berlalu sejak Hanum menghabiskan waktu berdua dengan Putra dan mereka tidak pernah lagi bertemu ataupun sekedar bertukar kabar.
Tenggelam dengan kesibukan mereka masing-masing sebagai pimpinan diperusahaan membuat hubungan mereka menjadi semakin tidak jelas.
Hari ini kebetulan Hanum dan kedua sahabatnya Risa dan Kykan. Mereka sudah berbulan-bulan tidak pernah bertemu karena kesibukan masing-masing.
Hanum datang 30 menit lebih awal karena selesai bertemu dengan kliennya, dia tidak kembali kekantor. Setelah tiba difood court favorit mereka, Hanum kemudian menempati meja dipojok yang merupakan tempat yang sangat strategis karena bisa melihat orang-orang yang keluar masuk difood court.
Hanum memesan minuman terlebih dahulu sambil menunggu kedua sahabatnya, ketika selesai memesan dan pelayan meninggalkan meja Hanum, tanpa sengaja dia melihat Putra bersama perempuan yang bergelayut manja dilengannya.
Deg ...hmmmm ternyata dia sudah memiliki kekasih, pantas saja tiba-tiba hilang tanpa kabar. bathin Hanum.
Akan tetapi Hanum langsung memindahkan pandangannya seolah-olah tidak melihat Putra. Meskipun dalam hati ada rasa kecewa tetapi dia mengambil sisi baiknya saja. Yaa...itulah Hanum selalu bisa menguasai dirinya dengan baik, selalu mampu menyeimbangkan antara hati, pikiran dan perasaannya.
Sementara Putra yang menyadari kehadiran Hanum setelah mereka duduk persis didekat meja Hanum, dia menjadi salah tingkah karena melihat Hanum, meskipun Hanum pura-pura tidak melihatnya.
Hanum pasti salah paham denganku, kalo saja mama tidak memaksaku pergi dengan wanita ini,,,,, tapi sepertinya dia tidak menyadari kehadiranku, semoga saja. bathin Putra.
Tak lama kemudian tibalah Risa dan Kykan yang langsung menuju kearah Hanum. Dan tidak sengaja melihat bos mereka.
Mereka kemudian menyapa "eehhh...pak boss. Slamat sore pak boss..."
"Slamat sore..."balas Putra
"Risa, kykan dan Hanum, khan???" tegur Farah
"Oh...haii Farah....apa kabar." balas mereka bersamaan.
"Dunia bener-bener sempit, ya...kita bisa bertemu setelah sekian tahun." kata Farah lagi
Sementara Hanum, Risa dan Kykan mulai jengah dengan Farah yang sok akrab. Mengingat kelakuan Farah ketika masa-masa kuliah dulu.
__ADS_1
"Maaf Far....silahkan dilanjut dengan pak boss, kami juga ingin memanfaatkan waktu kami karena JARANG BERTEMU". kata Risa dengan menekan kata Jarang bertemu.
Dengan tatapan meremehkan kearah Hanum, Farah mencebik seraya berkata "Ck...setidaknya biarkan aku bertegur sapa dengan Hanum."
Hanum yang sedari tadi menahan diri, akhirnya membuka suara "apa yang ingin kamu tau tentangku, far???bukankah dari dulu sampai sekarang kita tidak pernah ada urusan????"
"Setidaknya aku hanya ingin tau kamu masih betah jomblo alias nggak laku???".lagi-lagi farah meremehkan Hanum.
Dengan muka datar dan suara dingin Hanum menjawab "Ck....maaf Far, kalo masalah itu, sepertinya dinegara ini tidak ada yang bisa menaklukkanku,,,,lagipula aku tidak butuh yang namanya laki-laki karena meskipun tanpa pendamping toh aku masih bisa hidup dengan sangat layak".
Nampak Putra menegang dan wajahnya memerah mendengar pembicaraan Farah dan Hanum.
Farah yang tidak tahu menahu tentang Hanum masih terus ingin menjatuhkan Hanum. Entah mengapa sejak mereka kuliah S1, Farah selalu saja ingin menyaingi Hanum. Farah selalu ingin mengungguli Hanum. Dia selalu iri dengan kecerdasan dan kecantikan Hanum.
Sambil memeluk Putra dengan mesra, Farah berkata "Kamu terlalu sombong, Num,,,,bukankah dulu kamu dekat dengan Mas Putra????tapi lihatlah sekarang, dia malah menjadi calon suamiku".
Masih dengan muka datar dan suara lembut tapi dingin, Hanum membalas perkataan Farah "Ck,,,,kamu bisa saja bangga dengan menggandeng orang nomor satu dinegeri ini karena perusahaan keluargamu tidak ada apa-apanya, tapi aku??? dengan berat hati kukatakan padamu, perusahaan keluargamu hanya bagaikan lalat bagiku".
"Siapa kamu berani-beraninya menyepelekan putri tunggal pengusaha Winar".
Hanum dengan santainya mengirim pesan kepada Pak Rony asisten papanya supaya memblokir berita mengenai dirinya karena saat ini sedang beradu mulut dengan putri tunggal pengusaha PT. Winar.
"Nona Farah,,,,perkenalkan saya Hanum putri tunggal sekaligus CEO Gold Group Company, kalo saya mau saat ini juga perusahaan keluargamu bisa kumusnahkan tapi saya masih menghargai CALON SUAMIMU". menekan kata calon suamimu sambil melirik Putra yang dari tadi diam membisu.
Risa dan Kykan menengahi perang mulut yang terjadi karena bosan menyaksikan sesuatu yang sangat tidak bermanfaat. "Farah,,,,Hanum sudahlah, malu diliat orang, nona farah,,,,silahkan kalian lanjutkan kencan kalian dan anggaplah kami saling kenal, atau kalo perlu kami pindah ditempat lain".
Putra tiba-tiba bersuara dan mencegah Risa pindah tempat karena sebenarnya Putra tetap ingin berdekatan dengan Hanum.
"Nggak usah kalian pindah, kami tidak merasa terganggu, koq".
drrrrtttt drrrtttt drrrrtt
__ADS_1
Ponsel Hanum berdering, seketika Hanum dengan senyum sumringah menggeser tombol hijau menjawab " haii...anand,,,,how are you..."
...............
"long time not see you, anand
............
"really????
............
"missing you to, anand"
..........,.
" still waiting you come to my country"
...............
"of course, see you"
Risa dan Kykan melihat kearah Hanum dengan penasaran "Nyet,,,,ada penjelasan mengenai penelpon tadi???"
Dengan sengaja Hanum menjawab dengan suara yang bisa didengar oleh Putra yang duduk tak jauh dari mejanya. "teman kuliah sewaktu di Harvard, kali ini papa tidak bisa menolak hubungan kami karena Anand juga seorang muslim dan dia juga pengusaha muda yang sukses dinegaranya".
Putra seketika menegang dan emosi mendengar penuturan Hanum kemudian dia meninggalkan food court tanpa menghiraukan Farah yang mengejarnya. Hanum hanya tersenyum smirk melihatnya sementara Risa dan Kykan tergelak melihat adegan itu.
🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴
**maafin author ya...up-nya lama karena author nya juga nyambi ngajar anak,,,efek daring hehehehe....
__ADS_1
tinggalkan jejak dong supaya author nya semangat nulisnya**