
Keesokan harinya sebelum Hanum kekantor, sang mama mengingatkan acara lamaran yang akan diadakan malam harinya "sayang,,,pulangnya jangan telat ya, nak Putra dan orang tuanya akan datang bentar malam".
"Insya Allah mama, sayang,,,"balas hanum sambil mencium mamanya."papa mana, ma???" tanya hanum
"Papa masih diruang kerja, bentar lagi turun". jawab bu Yana.
"Hanum berangkat ya ma, tolong pamitkan ke papa, Hanum takut kena macet".kata Hanum seraya mengambil kunci mobilnya. Hanum lebih memilih nyetir sendiri, menurutnya memakai sopir selain merasa tidak enak hati kalo menyuruh-nyuruh orang yang lebih tua dia juga merasa kurang nyaman jika masih ingin hangout dengan teman-temannya.
Tiba dikantor Gold group, Hanum kemudian berkutat dengan laporan dan berkas-berkas yang menumpuk akibat ditinggalkan beberapa hari, karena banyaknya berkas yang membutuhkan tanda tangannya membuat Hanum tidak bisa beranjak dari kursinya.
Sementara itu ditempat lain tepatnya dikantor Wiwaro group, Putra tak bisa fokus dalam memeriksa berkas diatas meja kerjanya, dia berencana memberi kejutan pada Hanum dengan berkunjung kekantor Gold group.
Setelah mendapat telpon dari pak Atma bahwa Hanum menerima lamarannya, saking gembiranya dia langsung kerumah orang tuanya malam-malam untuk menyampaikan berita lamarannya. Kedua orang tuanya pun sangat bahagia melihat anaknya yang begitu gembira.
Tepat pukul 11.30, Putra bersiap-siap akan meninggalkan ruangannya, tiba-tiba pintu ruangannya diketuk dari luar
tok tok tok
__ADS_1
Ceklek
Seketika masuklah seorang gadis yang berbaju sangat seksi memperlihatkan lekuk tubuhnya disana sini, membuat Putra memandangnya dengan jijik.
Wanita itu adalah Farah, wanita yang pernah jadi kandidat calon istri pilihan bu okta.
"Ngapain kesini???"tanya putra dengan muka datar
"Kan mau ngajak calon suami makan siang bareng,,,". kata Farah dengan suara manja yang dibuat-buat
"Cihhh,,,,jangan mimpi kamu!!!"ketus Putra
"Jangan dekat-dekat!!!!"hardik putra dengan suara keras membuat Adit dan sekertatis putra saling berpandangan. Mereka mendengar suara Putra karena pintu ruangannya memang terbuka.
Farah yang tidak terima diperlakukan seperti itu kemudian mempertanyakan sikap Putra "mas,,,kenapa sih, kamu tiba-tiba berubah seperti ini, padahal beberapa bulan yang lalu mas jalan denganku".
Putra yang sudah emosi karena rencananya terganggu oleh kedatangan Farah yang tiba-tiba, langsung menyerang Farah dengan kata-kata yang membuat wajah Farah merah padam malu bercampur dengan amarah "dengar baik-baik nona Farah,,,,saya jalan dengan anda karena tidak ingin mengecewakan mama saya. Asal nona tau selama ini rasa cinta saya hanya untuk Hanum seorang, hati saya sudah menjadi milik Hanum anastasya".
__ADS_1
"Apa istimewanya Hanum, dia hanyalah orang miskin yang tidak pantas hidup ditengah-tengah kita". balas Farah merendahkan.
"Cukup Farah!!!! kamu jangan asal bicara jika kamu tidak mengenal Hanum dengan baik". lagi-lagi Putra menghardik Farah.
"Baik,,,aku akan mencari Hanum dan memberinya pelajaran, buatku adalah hal kecil untuk menyingkirkan seorang gembel seperti Hanum".
"Hahahahahaha,,,,,farah,,,,farah, aku takut kamu dan keluargamu akan menyesal setelah kamu mengganggu ketenangan Hanum"kata putra tertawa sambil memegang perutnya.
Diluar ruangan, Adit hanya menggeleng- gelengkan kepalanya menyaksikan ketololan Farah. Adit bergidik ngeri mengingat kehidupan perusahaan keluarga Farah yang sebentar lagi akan tamat jika Farah benar-benar menemui Hanum dan mengeluarkan kata-kata yang menyinggung Hanum.
π΄π΄π΄π΄π΄π΄π΄π΄π΄π΄π΄π΄π΄π΄π΄π΄
**hai readers....maaf maaf,,,,upnya author nggak tentu, ya,,,tergantung kesempatan dan idenya author.
terkadang idenya banyak tapi merangkainya menjadi cerita kadang susahπππ
uuuupppsss,,,,author sedikit curhatπ€π€π€
__ADS_1
jangan lupa like, vote, komen yang baik2, atau apapun itu yang penting menjadi penyemangat buat author nulis lagi**