Dia Yang Tak Dapat Kuhindari

Dia Yang Tak Dapat Kuhindari
Bab 6. Mulai Membuka Hati


__ADS_3

Jam berganti jam, hari berganti minggu, minggu berganti bulan, tak terasa sudah 6 bulan menjadi sekertaris boss jutek dan aku berhasil menyembunyikan identitas ku dan membentengi hatiku. Berharap boss jutek jenuh menghadapi ku.


Bekerja dengan maksimal dan tidak melibatkan masa lalu membuatku bekerja dengan tenang meskipun terasa berat tapi sampai saat ini aku masih mampu mengatur hatiku.


Pagi ini seperti biasa sebelum boss jutek datang, semua kebutuhan dan berkas yang akan diperiksa hari ini sudah tersusun rapi di mejanya, sehingga sisa jadwal yang akan Hanum bacakan ketika beliau tiba.


Dari arah lift khusus boss perusahaan berbunyi pertanda empunya ruangan telah tiba. Seperti biasa aku berdiri dan menyambut dengan senyum.


"Selamat pagi, pak..."


"Selamat pagi, Tasya..."sambil tersenyum manis membuat asistennya ikut tersenyum bahagia.


Sejak nona Hanum jadi sekretarisnya, boss setiap hari moodnya bagus, marah-marahnya jarang, yang ada senyum manis melulu. Panggilannya juga kok beda,,,dari nona Hanum jadi Tasya. Sudah 6 bulan panggilannya selalu Tasya. Adit penasaran tapi dalam hati doang, hehehe.


"Dit...sebelum keluar, panggilkan Tasya suruh bawa jadwalku hari ini".


"Siap boss..."


"Nona Hanum,,,dipanggil boss, jangan lupa bawa jadwalnya"


"ok pak adit..."


tok tok tok


Ceklek


"Permisi pak,,,,,jadwal bapak hari ini adalah pertemuan dengan pihak Gold Group Company,,,,,jlebbb ini kan perusahaan papa, batin hanum.


"Ada apa...kenapa berhenti baca jadwalnya???"


"Mmmm...maaf pak, baik saya ulangi jadwal hari ini jam 10 sampai jam 1 siang bertemu dengan Gold Group Company untuk membahas kerjasama yang akan disepakati, pak".


"Jadwal berikutnya???"


"Nggak ada pak, hari ini cuman 1 aja, pak".


"Dimana pertemuannya??"


"Di restaurant XXX, pak...jlebbb,,,inikan restauran papa juga, mana pegawai di sana mengenalku. batin hanum.


"Ok. kamu siapkan semua berkas dan ikut saya kepertemuan itu".


"Tapi pak,,,pekerjaanku masih banyak, takutnya berkas untuk besok belum siap".


"Baik pak, saya segera siapkan berkas yang diperlukan".


Dalam perjalanan ke restauran XXX, hanum nampak gelisah, hal itu tak lepas dari perhatian Putra yang duduk berdampingan dengan Hanum.

__ADS_1


Hanum tak henti-hentinya berdoa dalam hati,


semoga aja bukan papa yang datang kepertemuan kali ini. kenapa juga harus di restaurant XXX pertemuannya, gimana kalo nanti pegawai restaurant menyapaku layaknya pemilik restaurant...ya Allah ingin rasanya menghilang saja hari ini.


"Sya,,,,tasya,,,kamu kenapa, kayak banyak beban pikiran, aja..".


" Eh...nggak apa-apa, pak,,,,cuman kurang sehat aja". dusta ku


Setelah beberapa menit perjalanan, sampailah di restaurant XXX, aku sengaja cepat dengan alasan ke toilet dulu.


"Maaf pak,,,saya ke toilet dulu".sambil berlari kedalam toilet, setelah merasa aman aku masuk kedalam ruangan manager restaurant.


"Pak amin..."sapaku sambil tersenyum. pak amin salah satu orang kepercayaan papa.


"Non Hanum...tumben mengunjungi ku".


"Pak amin,,,,,tolongin aku dong, bilangin ke karyawan yang bertugas diruangan VVIP supaya pura-pura tidak mengenalku, ya".


"Kok gitu sih, non...nggak enak ah, lagian bukannya ruang VVIP dibooking kantornya pak wijaya???"


"Tolongin dong, pak amin...aku temani bossku dan dia tidak tau siapa aku sebenarnya".


"Baik non,,,demi non Hanum yang baik hati kami siap membantu".


Aku Pun menuju ruangan VVIP, dan berharap bukan papa yang datang.


tok tok tok


Ceklek


"Saya mohon maaf pak....ter..."


"Udah nggak apa-apa, mba..."papa memotong perkataan ku. "Oh ya,,,nak Putra sekretarisnya baru, ya..."lanjut papa membuatku salah tingkah


"nggak juga om, dia sudah 6 bulan kerja di perusahaanku".


"Gimana kabar papamu, nak???


"Alhamdulillah om, beliau menikmati masa pensiunnya".


"Seandainya anak om juga sepertimu, nak...melanjutkan perusahaanku,,,,"kata papa lagi membuatku merasa bersalah.


Yaaa Allah...sedih rasanya mendengar papa berkata seperti itu, begitu besar harapan papa padaku. Sabar pa,,,,,aku menunggu waktu yang tepat untuk mundur jadi sekertaris boss jutek ini, lelah juga bekerja padanya. Lelah lahir batin karena membentengi diri setiap hari, aku juga takut tidak mampu mempertahankan diriku lagi.


"Sudahlah nak Putra, semoga saja putri om satu-satunya itu secepatnya berubah pikiran" sambil memandangku yang masih tertunduk.


"Semoga saja om...oh ya om mari kita bahas kerjasama perdana kita...Sya...tolong berkas-berkasnya berikan pak atma wijaya".

__ADS_1


"Ini pak...." dengan gugup sambil menyodorkan berkas yang telah Hanum siapkan.


"Makasih ya, mba..."kata mba Rima menerima berkas yang Hanum sodorkan ke papanya.


"Dan ini berkas dari kami, mba".


Setelah saling bertukar berkas dan makan siang bersama, akhirnya kami pamit kembali kekantor, begitu pula papa dan sekretarisnya.


Skip


Sesampainya di perusahaan Wiwaro Group, boss jutek meminta berkas dari perusahaan Gold Group Company untuk dipelajari kerjasamanya.


Baru saja aku berbalik keluar dari ruangannya, tiba-tiba boss jutek memelukku dari belakang yang membuatku kaget.


Deeggg deeggg. deeggg jantungku berdetak kencang mendapat pelukan tiba-tiba.


"Apa yang bapak lakukannnn???" teriakku kaget


"Yang seharusnya kulakukan dari dulu ,Sya...maafkan aku dimasa lalu".


"Saya sudah melupakan semuanya pak...tolong lepaskan saya...nanti dilihat karyawan yang lain...saya tidak mau mereka berfikiran aneh-aneh".


"Ok,,,,ok,,,aku lepasin tapi kamu harus janji, besok malam kita makan malam".


"Saya akan usahakan, pak.."


"Dan jangan panggil aku pak".


"Hmmmm..."gumam ku masih gugup.


Setelah pelukannya terlepas, aku secepatnya keluar dari ruangan itu, takut debaran jantungku terdengar lebih kencang.


Setelah sekian lama meskipun hati ini pernah tersakiti olehnya tapi mendapat pelukannya lagi, masih juga membuat jantungku berdetak kencang. Dari hati yang paling dalam mengakui rasa terhadapnya masih sebesar dulu meskipun pikiranku selalu berusaha melawan hati dan berusaha menghilangkan tapi kali ini hatiku lah yang memenangkan pertarungannya. Biarlah kubuka kembali gembok hati yang pernah tertutup rapat. Mungkin inilah takdirku kembali padanya. batinku pasrah.


Skip


Tak terasa jam didinding menunjukkan waktu pulang kantor. Kali ini semua pulang sesuai jadwal tanpa lembur karena memang pekerjaan tidak terlalu menyita waktu. Boss jutek pun segera keluar dari ruangannya didampingi asistennya yang sangat setia mengikuti kemanapun sang boss melangkah. Ketika tiba didepan mejaku.


"Sya...pulangnya bareng, yuk..."


"Tapi pak, aku bawa mobil sendiri".


"Nanti Adit yang bawa mobilmu".


"Lain kali aja, pak...aku janjian Risa dan Kykan ke suatu tempat".


"Ok...pulangnya jangan larut malam, ya...dan hati-hati jangan berinteraksi dengan laki-laki".

__ADS_1


Adit tersenyum mendengar perkataan boss jutek yang possessif terhadap Hanum.


Nggak salah lagi si boss sudah jatuh cinta sama nona Hanum,,,syukurlah boss akhirnya memahami kalo tidak semua wanita seperti nona Widya. Semoga bahagia boss. Nona Hanum memang berbeda dengan wanita-wanita yang menginginkan boss. Batin Adit.


__ADS_2