Dia Yang Tak Dapat Kuhindari

Dia Yang Tak Dapat Kuhindari
Bab 12. Kebenaran


__ADS_3

Waktu terus bergulir hubungan Hanum dengan Putra juga tetap tidak ada kemajuan. Hanum yang keras dan Putra yang tidak bisa menahan amarah menjadikan mereka bagaikan air dan minyak.


Dua bulan berlalu sejak peristiwa direstaurant XXX yang menjadi akar permasalahan mereka. Entah mendapat bisikan darimana Putra berinisyatif berkunjung ke restaurant XXX makan siang sekaligus bertemu dengan manajer restaurant itu.


Setelah sampai dan memesan makanan, Putra bertanya pada pelayan.


"Mba....bisa bertemu dengan manajer restaurant ini??? tolong panggilkan ya mba..."


"Baik tuan...segera saya panggilkan"jawab pelayan dengan sopan dan berlalu setelah putra memesan makanan.


Tak lama kemudian manajer restaurant datang dan menyapa dengan hormat.


"Maaf tuan...anda mencari saya???"


"Dengan manajer restaurant ini, kan???"


"Betul tuan....ada yang bisa saya bantu, tuan???"


"Iyya pak,,,saya ingin melihat rekaman CCTV restaurant ini 2 bulan lalu".

__ADS_1


"Oh...boleh tuan...mari tuan saya antar keruangan kontrol".


Setelah masuk keruangan kontrol manajer restaurant dibantu petugas bagian kontrol mencari rekaman CCTV yang dimaksud dengan tidak sabaran putra langsung meminta diputarkan rekaman tersebut. Nampak dalam rekaman itu mulai dari parkiran sampai dalam ruangan restaurant ibunya selalu menghina dan memfitnah Hanum tanpa ampun. Putra langsung terduduk menyaksikan sendiri betapa kejam wanita yang selama ini dia bela.


Tanpa berbicara Putra kearah kasir membayar makanan yang belum sempat dicicipi dan berjalan keluar dari restaurant XXX.


Yaaa Allah...apa yang telah kulakukan...melukai hati wanita yang kucintai tanpa mendengar penjelasannya.


Mama...kenapa sampai dibutakan seperti itu, selama ini mama sangat baik tapi kenapa kali ini bisa berubah menjadi wanita yang tega mempermalukan orang lain.


Aku bingung tidak mungkin aku marah sama mama, wanita yang melahirkan dan membesarkan ku hingga aku seperti sekarang. Tidak mungkin aku menyuruh mama merendahkan diri dengan meminta maaf pada Tasya dan mengakui kesalahannya. Atau aku saja yang mewakili mama meminta maaf atas semuanya. Tapi gimana caranya, selama ini juga Tasya selalu menghindari ku bahkan memutuskan hubungan kerjasama kami.


🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴


"Num,,,,setelah ini keruang kerja papa, ada yang ingin papa bicarakan" kata papa saat dimeja makan.


Pasti masalah kerjasama dengan wiwaro group batin Hanum. "Baik pa...."


Berakhir disinilah aku, diruang kerja papa. "Ada apa pa,,,,,tumben bicaranya diruang kerja??"

__ADS_1


"Papa cuma mau tanya, kata Rima kamu memutuskan kerjasama sepihak dengan Wiwaro group, apa benar itu????"


"Benar pa,,,,,"


"Itu artinya perusahaan kita harus membayar ganti rugi ke perusahaan Wiwaro group..."


"iyya, pa...tapi papa jangan khawatir hal itu tidak membuat perusahaan kita goyang, pa..."


"Sayang, sebagai pimpinan perusahaan bukan masalah goyang atau tidaknya suatu perusahaan jika memutuskan kontrak kerja sepihak, tapi lebih ke masalah tanggungjawab yang harus kita selesaikan. Kita dituntut untuk mengesampingkan urusan pribadi kita."jelas papa panjang lebar


"Aku hanya tertunduk dan menjawab "Iyya pa...maafkan Hanum, lain kali nggak akan ada kesalahan lagi".


"Kalo ingin berhasil di dunia bisnis, kita harus pandai-pandai menempatkan diri, dan yang paling penting, pandai-pandai lah menilai seseorang, kita harus jeli melihat siapa lawan dan siapa kawan kita. Dunia bisnis kadang sangat kejam jika kita salah mengambil langkah."


"Baik pa...Hanum paham".


"Sekarang istirahatlah yang cukup".


"Makasih pa...selamat malam".sambil mencium pipi papa.

__ADS_1


__ADS_2