
Sesuai kesepakatan semalam, hari ini kami bertiga berangkat Nongki-Nongki ditempat favorit kami yaitu restaurant XXX, salah satu restaurant mewah punya papa tapi sudah atas namaku. Dengan memakai mobilku karena kata mereka, mobil mereka tidak cocok parkir direstaurant XXX. jadilah aku sopir mereka.
Tiba diparkiran aku pun keluar dari mobil dan saat itu juga mama mas putra keluar dari mobilnya yang sama persis dengan mobilku yaitu BMW edisi terbaru hanya warnanya yang berbeda. Mobilku warna hitam sementara mobilnya warna putih.
"Wah wah wah...gadis kampung ternyata pakai mobil mewah, ya..."
"hehehehe...kebetulan aja, tante".kataku sopan sambil menggaruk kepalaku yang tidak gatal
Riska dan Kykan terkejut mendengar perkataan mama mas putra tapi aku langsung memberikan kode supaya diam. Aku ingin tau sampai kapan dia berhenti menghinaku.
"Apakah mobil ini hasil permintaanmu pada anakku???Hmmmm???".
"Maaf kali ini tante harus kecewa, karena mobil ini bukan dari anak tante....permisi tante". balasku sambil terus berjalan masuk restaurant tanpa memperdulikannya.
Kami langsung menuju meja yang selalu menjadi meja kami jika berkunjung kesini karena memang selalu memberitahukan pak Amin agar meja pojok dikosongkan jika kami berkunjung.
Kamipun memesan beberapa menu makanan yang menjadi kesukaan kami. Sambil bercerita ngalor ngidul sambil tertawa-tawa.
Tak menunggu lama pesanan kami datang dengan diantar oleh pelayan restaurant, kami dengan semangat 45 menikmati pesanan kami.
Sementara dibelakang meja kami ternyata mama mas putra beserta teman-temannya. Dan tetap menghinaku dengan sadis.
"Eh jeung...jaman sekarang anak-anak kita harus dijaga ekstra lho".mama mas putra memulai
"Maksud jeung, gimana ya...kok akunya nggak ngerti".balas ibu-ibu sosialitanya yang lain.
"Maksudku gini lho, jeung....seperti anakku, sekarang lagi dijerat oleh wanita miskin dan parahnya lagi sampai si wanita itu dibelikan mobil BMW edisi terbaru".
"Haaaaa??????yang bener jeung". bersamaan mereka berteriak sampai pengunjung yang lain melihat kearah mereka.
Riska dan Kykan mulai emosi, tapi kucoba tenangkan mereka.
"Num....kok lo, diam aja sih..."
"iyya Num....jangan mau dihina-hina kayak gini, dong".
"Biarkan aja, yang penting mereka nggak menunjuk kearah ku,,,,gue nggak apa-apa".
"Tapi...."
"Sssssttt udah, biarkan aja".
"Pasti wanitanya cantik ya, jeung....sampai anak jeung bisa terpesona".
__ADS_1
"Ckk....menurutku standar aja jeung, cuma mungkin anakku yang rusak matanya".
"Jeung Okta tau sih, kalo wanita itu dibelikan mobil???"
"Tadi ketemunya didepan restaurant ini,,,lagian dapat uang darimana dia bisa naik mobil mewah, gitu".
"Berarti orangnya juga pengunjung disini dong, jeung,,,,jadi penasaran pingin liat orangnya".
"Beneran jeung Fifi pingin liat???"
"Iyya,,,,beneran jeung, jangan buat kita-kita penasaran dong".
"Jeung-jeung coba liat dibelakang kita, tuh gadis yang memakai baju warna peach,,,,liat kan???nah itu dia gadis miskin yang kuceritakan tadi...".
"Astaaagaaaa jeung okta....wajahnya polos gitu, Ckk Ckk Ckk....nggak nyangka, ya???"
Mereka seketika menarik perhatian pengunjung lain sehingga pengunjung yang tadinya tidak perduli, kini mereka berkumpul mengelilingi kami. Aku Pun sudah tidak bisa menahan amarah yang sejak semalam kupendam.
Praaaaaakkkkkkkk...
Hanum memukul meja sambil berdiri dengan wajah merah padam dengan aura membunuh, dan membalas perkataan mereka. Siapa yang bisa menahan hinaan yang tidak dilakukan sama skali.
"Maaf nyonya,,,,saya tidak pernah punya masalah dengan kalian, tapi kenapa kalian menuduhku seperti itu....."
"Astagaa nyonya....saya sekali lagi tekankan bahwa saya tidak pernah memoroti harta anak nyonya."
"Buktinya mobil yang kamu pakai, bukankah itu pemberian anakku???"
"Cukuppp nyonya?!!!!,anda sudah sangat menyinggung harga diri dan mempermalukan saya didepan orang banyak. Sekarang anda silahkan keluar dari restaurant ini!!!!"
"Ehhh....wanita kampung, kamu nggak ada hak mengusir saya dari restaurant ini. Restaurant ini milik sahabat suami saya Pak Atma Wijaya".
"Tapi sayang sekali nyonya kepemilikan restaurant ini sudah beralih atas nama saya Hanum".
"Nggak mungkin pak Atma menyerahkan restaurantnya, dia tidak miskin hingga harus mengalihkan kepemilikan restaurantnya".
"Baiklah jika nyonya tidak percaya..."
"Mba...tolong panggilkan pak Amin skalian suruh bawa berkas kepemilikan restaurant ini, ya???"
Tak menunggu lama pak Amin datang dengan berkas ditangannya.
"Pak Amir....tolong perlihatkan nyonya ini berkas kepemilikan restaurant ini, setelah itu usir nyonya ini dan kawan-kawannya selanjutnya pastikan mereka tidak memasuki restaurant ini lagi, restaurant ini tidak menerima pembuat onar seperti mereka!!!"
__ADS_1
Semua pengunjung kaget karena mereka tau siapa yang kuusir, orang tua dari pengusaha nomor satu dinegara ini bahkan diasia. Tapi aku tidak peduli bahkan tata krama kesopanan pada yang lebih tua sudah kulupakan. Amarah sudah menguasai hati dan pikiranku.
Seketika security masuk ruangan dan meminta mereka segera keluar dari restaurant.
"Silahkan nyonya keluar dari restaurant ini".
"Heeiii...nona....kamu akan menyesal dengan semua ini!!! ancamnya padaku.
"Oh ya nyonya,,,,jika anda mengunjungi restaurant mewah yang lain, pastikan dulu siapa pemiliknya karena jangan sampai anda tidak diperbolehkan memasukinya".
Setelah kepergian mereka, dan pengunjung kembali menikmati makanan mereka.
"Maaf ya pak Amin,,,sudah membuat keributan disini, sebagai permintaan maafku pada pengunjung restaurant ini, aku pribadi yang bayar. Tolong diumumkan. Dan satu lagi tolong CCTV hari ini mulai dari parkiran sampai dalam ruangan ini jangan sampai ada yang hapus".
"Baik nona Hanum....."
Sambil menikmati hidangan yang tertunda karena peristiwa yang tidak mengenakkan, rupanya kedua sahabatku masih khawatir mengingat kami bertiga bekerja diperusahaan Wiwaro Group yang notabene anak nyonya yang kuusir tadi.
"Num....gimana dong nasib kita besok,,,pasti nyonya Okta melapor ke Pak boss".
"Nggak usah dipikir, beib....toh bukan kita yang salah..."
"Tapi namanya anak,,,pastilah dia bela ibunya".
"Gimana kalo kita dipecat, beib...makan darimana gue".
"Ckkk...kalo kalian dipecat, kalian bisa kerja diperusahaan papa, toh aku juga sudah berencana dalam waktu dekat bakalan mengurus perusahaan papa".
"Beneran lo???"
"Kapan sih gue pernah bohongin kalian..."
"Iyya juga, sih....cepetan habisin makanannya kita pulang, hari sudah semakin sore".
"Habis ngantar kalian, gue langsung pulang ya,,,,kasian mama dan papa kesepian dirumah".
Kamipun bergegas keluar setelah membayar semua makanan yang dinikmati pengunjung restaurant.
Skip
Setelah mengantar Risa dan Kykan kerumah masing-masing, akupun akhirnya pulang kerumah seraya membayangkan kasur empukku yang menanti.
Dua hari ini merupakan hari yang berat dan sangat menguras emosi. Tapi hari inilah puncak segala emosi yang tertahan selama ini, bagaimana tidak hari ini untuk pertama kalinya dalam hidup Hanum dipermalukan didepan umum dan parahnya dilakukan oleh orang tua pujaan hatinya. Peristiwa direstaurant hari ini adalah peristiwa yang sangat memalukan.
__ADS_1
Ingin rasanya Hanum berteriak tentang siapa dirinya yang sebenarnya.