Dia Yang Tak Dapat Kuhindari

Dia Yang Tak Dapat Kuhindari
Bab 13. Permintaan Maaf Putra


__ADS_3

Sama seperti hari -hari sebelumnya, hari ini Hanum kekantor seperti biasanya. Hari inipun Hanum tiba dikantornya pada jam 7.30, meskipun dia boss diperusahaan hal tersebut tidak membuatnya datang terlambat.


Setelah berbasa basi dengan karyawan yang ditemuinya dilobby, Hanum termasuk boss yang tidak memberikan batasan yang terlalu ketat kepada para bawahannya.


Tiba dilift Hanum bergegas masuk dan memencet lantai 17 dimana ruangannya berada.


Didalam ruangan CEO, Hanum segera tenggelam dengan pekerjaannya yang sudah disiapkan oleh sekertarisnya sebelum pulang kantor kemarin. Sambil menarik nafas dan menghembuskannya dengan kasar "huuffftt....semoga berkas-berkas ini bisa selesai sebelum istirahat".


tok tok tok


Ceklek


Rima sang sekertaris masuk sambil membawakan segelas susu dan cemilan "Assalamualaikum bu boss...., maaf aku telat"


"waalaikumsalam kak,,,,aku yang kepagian kalii datangnya,,hehehe. Oh ya kak, jadwalku setelah makan siang, masih ada nggak???"


"Sebentar aku liat dulu, ya..."berjalan keluar ruangan dengan segera dan kembali lagi kedalam ruangan bersama dengan benda pipih ditangannya."Hari ini jadwalnya hanya rapat evaluasi dengan para kepala divisi jam 9.00 sampai jam 11.00, setelah itu kosong sampai sore.


"Ok. Kak,,,,sebentar jam istirahat siang kita makan siangnya direstaurant XXX, ya kak...sekalian ngecek, sudah lama juga tidak ngecek di sana".


"Siap bu boss,,,,ada yang bisa ku bantu lagi bu boss?? kalo sudah selesai, aku tuntaskan pekerjaanku, 10 menit sebelum rapat kuingat kan kembali".


"Nggak ada lagi kak..." balas Hanum seraya fokus kembali pada berkas-berkas yang menumpuk dimeja kerjanya.


🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴


"Dit,,,bisa nggak kosongkan jadwalku setelah istirahat, hari ini kita makan siang direstaurant XXX" kata Putra sambil menanda tangani berkas terakhirnya.


Alis adit bertaut tanda bingung "Koq tumben boss makan siangnya direstaurant XXX,,,,"


"Jangan banyak tanya,,,,ikut saja atau sudah bosan kerja denganku, Hmmmm???"

__ADS_1


"Bukan begitu boss...tapi kan nggak BI..."


Belum selesai perkataan Adit, Putra langsung memotong perkataan Adit "Aku hanya berharap bisa bertemu dengan Tasya,,,,aku tersiksa, Dit,,,,aku sangat merindukannya".


Kata Adit dengan iba "Apa yang bisa kulakukan untuk membantumu, boss???" karena selama ini Adit belum pernah melihat bossnya sefrustasi begini.


Putra berdiri dari kursinya dan berjalan kearah jendela sambil menatap kosong kedepan seolah-olah pandangannya mampu menembus gedung-gedung menjulang tinggi lainnya dari balik kaca tempatnya berdiri. Seraya mengusap kasar wajahnya.


Skip


Akhirnya jam menunjukkan waktunya untuk istirahat, tanpa menunggu waktu lama Putra dan Adit langsung keluar ruangan sambil setengah berlari. Masuk kedalam lift dan langsung menuju basemen tempat mobil mewahnya terparkir, kemudian menancap gas membelah jalan ibukota menuju restaurant XXX.


Ditempat lain, Hanum dan sekretarisnya Rima pun menuju restaurant XXX.


Di Pintu masuk parkiran tanpa mereka sadari mobil mereka beriringan dan terparkir berdampingan.


Hanum dan Rima keluar dari mobil langsung berjalan masuk kerestaurant sementara Putra berlari mengejar Hanum karena dia melihat Hanum keluar dari mobilnya. sambil berteriak sehingga mengundang perhatian para pengunjung.


"Sya....Tasya....tunggu...."


Seperti suara mas putra,,,,tapi kenapa harus seperti ini, sih. bathin Hanum


"Num....pak Putra tuh teriak-teriak memanggilmu..."


"Udahlah kak,,,,nggak usah dipedulikan"


Tanpa memperdulikan tatapan orang-orang Putra terus mengejar Hanum sampai akhirnya berhasil menggenggam tangan Hanum


"Sya....kumohon dengarkan aku dulu"


"Apalagi sih,,,,nggak ada yang perlu didengar..."tanpa menghiraukan Putra terus berjalan masuk kedalam ruangan manager melewati meja-meja yang dipenuhi dengan pengunjung yang sedang bersantap siang.

__ADS_1


Putra terus mengikuti Hanum bak anak ayam sampai diruangan manager membuat pak Amin kaget dan segera pamit keluar.


"Maaf nona Hanum...saya pamit keluar".


"Aku juga pamit keluar, Num....skalian kupesankan makan siangnya" Rima beralasan.


Setelah mereka berdua ditinggal, Putra segera menghampiri Hanum dan tiba-tiba memeluk Hanum. Sehingga Hanum terlonjak kaget.


"Sya....aku mohon terimalah permintaan maafku atas semua kesalahanku dan kesalahan mamaku".


"Sudahlah pak Putra,,,aku sudah melupakan semuanya".


"Benarkah????" sambil mempererat pelukannya.


"Tapi maaf,,,,tolong lepaskan pelukan anda pak, karena saya bukanlah orang yang anda kenal dulu". ucap Hanum dengan nada dingin dan wajah datarnya.


Seketika Putra terkulai lemas duduk dikursi yang yerletak didepan Hanum.


"Sya....aku harus bagaimana supaya mendapatkan maafmu dan kembali seperti dulu,,,,aku tersiksa Sya,,,,"


Masih dengan suara dingin Hanum berkata "Saya sudah memaafkan anda dan ibu anda pak Putra akan tetapi maaf untuk seperti dulu itu sangatlah mustahil".


Masih dengan wajah memelasnya "Tapi aku sangat mencintaimu, sya...dulu, sekarang dan nanti, aku ingin menua bersamamu".


"Lebih baik pak Putra keluar, saya masih banyak pekerjaan".


Cup


Putra mencium sekilas bibir Hanum sambil berkata "Baiklah aku keluar tapi aku tidak akan pernah menyerah untuk meminta maafmu".


🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴

__ADS_1


Maaf....maaf....maaf....2 hari baru up lagi, banyak ide tapi author susah merangkai kata-katax...hehehe


tinggalkan jejak votenya biar author semangat terooozzzz


__ADS_2