Dia Yang Tak Dapat Kuhindari

Dia Yang Tak Dapat Kuhindari
Bab 24.


__ADS_3

Tiba direstaurant favorit mereka dan memilih meja yang terletak dipojok yang dengan bebas bisa melihat pengunjung yang keluar masuk restaurant, mereka menjadikan hal itu sebagai sebuah hiburan, suatu hal yang mengasyikkan bagi mereka bisa melihat berbagai macam model pengunjung.


Setelah ketiganya memesan makanan, kemudian Kykan mulai bertanya "bu boss,,,,tumben lo mau repot-repot jemput kita dikantor".


"Iyya nih,,,,gue juga bingung, nyet". Risa ikut menimpali perkataan Kykan


Hanum menarik nafas panjang dan menghembuskannya dengan kasar, dan dengan wajah yang ditekuk. "Gue butuh saran dan pendapat kalian."


"Maaf,,,gue nggak punya saran apalagi pendapat". kata Risa sambil cengar-cengir.


"Maksud lo, apa sih, Ris,,,????"tanya Kykan sewot.


"Kan gue blom ngomong masalah gue".balas Hanum ikutan sewot.


Ketiganya kemudian terkikik geli karena kekonyolan mereka.


Hanum lalu melanjutkan "gini lho, semalam kan papa sama mama ngomong ke gue tentang seseorang yang ingin melamar gue"


Risa dan Kykan bersamaan terpekik kaget membuat pengunjung yang lain mengalihkan perhatian kearah mereka termasuk Putra yang baru saja memasuki restaurant. "Whaaaatttt?????"

__ADS_1


"Sssssttt,,,,,B aja kali, sadar gak kalian jadi pusat perhatian". kata Hanum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"waaahhh....berita besar nih, tapi kasian pak boss bakalan patah hati" kata Kykan


"Iyya Num,,,siapa cowok itu??? apa cowok India itu??? atau orang bule???Risa bertanya dengan antusias.


Sementara Kykan hanya memandang Hanum dengan penuh selidik sambil memikirkan nasib pak bossnya. Memang Risa dan Kykan sangat mendukung Hanum dengan Putra sejak hubungan mereka masih antara dosen dan mahasiswa, hanya karena nasib yang mempermainkan mereka sehingga harus terpisah dan bertemu lagi dengan kondisi yang berbeda.


"Ckk....Nanyanya satu satu kali,,,gimana cara gue ngejawabnya". kata Hanum mencebik dengan memutar bola matanya dengan jengah


"Serah elo deh, jawabnya gimana. yang penting sekarang lo cerita semuanya sedetil-detilnya". pungkas Risa diangguki oleh Kykan.


Tak berapa jauh dari mereka, dua pasang mata memperhatikan ketiganya dengan seksama, mereka adalah Putra dan asistennya.


Setelah Hanum selesai bercerita lalu meminta pendapat kedua sahabatnya "gimana menurut pendapat kalian, tapi harus netral ya, jangan melihat dia sebagai bos kalian".


"Yeeee,,,,,Itu sama aja kalo lo ingin kami mendukung lo dengan menolak lamaran bos kami". kata Kykan yang sejak tadi hanya menikmati makan siangnya


"Betttulll itu,,,,kayaknya lo salah orang deh, Num, kamu tau kan dari dulu kaki selalu mendukung hubungan kalian". timpal Risa

__ADS_1


"Tapi sayangnya, aku bukan Hanum yang dulu lagi, apalagi perlakuan mamanya yang mempermalukanku belum lagi perkataan bos kalian".kata Hanum dengan pandangan mata menerawang penuh luka.


Kedua sahabatnya merasa bersalah, akan tetapi mereka juga memahami situasi yang sebenarnya. Mereka berdua kemudian menenangkan Hanum " maksud kami bukan untuk memihak siapapun, Num,,,hanya saja lo juga harus melihat dari semua sisi. Kami memahami perasaanmu. mengenai mama pak boss, gue rasa beliau sudah menyadari kesalahannya meskipun blom meminta maaf padamu secara langsung, akan tetapi dengan rasa malu atas perbuatannya yang dia tanggung selama ini ditambah menurut berita sejak pak boss tau kebenarannya, sejak saat itu pak boss lebih memilih tinggal sendiri. Bukankah itu adalah hukuman terbesar yang harus ditanggung oleh nyonya Okta??" jelas Risa panjang lebar mencoba untuk melembutkan hati Hanum yang sangat keras.


"Kamu lupa, ya Ris,,,,beberapa waktu lalu boss lo itu masih menjalin hubungan dengan Farah, kemudian setelah itu lantas ketemu dengan papa dan mengatakan akan melamar gue??enak bener boss lo, emangnya gue cewek nggak laku apa???!!!!balas Hanum dengan wajah memerah karena emosi.


"Kita kan tidak tau, Num,,,,mereka jalan murni keinginan pak Putra atau hanya karena mamanya, seperti halnya dengan pernikahannya dengan bu Widya". kali ini Kykan yang berbicara.


"Aaaahhhh...sudahlah, lebih baik gue antar kalian balik kantor, ngomong dengan kalian ternyata tidak ada bedanya dengan papa dan mama". sungut Hanum sambil berjalan kekasir untuk membayar makanan mereka


Kemudian mereka bertiga masuk kedalam mobil dan berbaur dengan pengendara dijalan raya menuju kantor Wiwaro.


Sementara Putra dan asistennya masih melanjutkan makan siang mereka tanpa ada pembicaraan.


🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴


hai.....hai.....hai....sempat up lagi, semoga suka ceritanya dan jangan lupa jejaknya, ya😘😘😘


like, komen sangat berarti buat author

__ADS_1


__ADS_2