Dia Yang Tak Dapat Kuhindari

Dia Yang Tak Dapat Kuhindari
Bab 25.


__ADS_3

Setelah mengantar kedua sahabatnya balik kekantor Wiwaro, Hanum melajukan mobilnya menuju bandara tanpa sepengetahuan kedua sahabatnya. Sebelum makan siang bersama kedua sahabatnya, hanum meminta sekretarisnya mengurus tiketnya. Hanum berencana berkunjung kenegara sahabatnya untuk beberapa hari kedepan guna menenangkan diri sebelum mengambil keputusan terbesar dalam hidupnya.


Setelah Hanum berada dalam pesawat, kemudian menelpon papanya.


ddrrrrrrrrtttt drrrrttt


"assalamualaikum pa,,,,"


"waalaikumsalam, sayang,,,,"balas suara dari seberang telpon


"maaf pa,,,,Hanum pergi beberapa hari menenangkan diri sebelum mengambil keputusan".


"gak apa-apa sayang, papa dan mama hanya berharap sekembalinya kamu nanti keputusanmu tidak mengecewakan kami".


"bye pa,,,,salam sama mama. udah dulu ya pa, pesawatnya sudah mau take off"


tuuuuutttt tuuuuutttt


Hanum menghela nafas berat kemudian menghembuskan kembali nafasnya secara kasar, seolah-olah melepaskan sebagian beban hidupnya.


Setelah pulang kantor, Putra langsung menuju rumah Hanum dan karena jalanan tidak terlalu macet maka Putra tak membutuhkan waktu lama untuk tiba dirumah Hanum.


Diteras rumah nampaklah pria paroh baya yang berkharisma sedang tersenyum menyambut kedatangan Putra. Tak lama kemudian keluar pula seorang wanita yang masih cantik diusianya yang tidak muda lagi. Mereka bertiga kemudian duduk santai diteras.

__ADS_1


Sambil menikmati minuman dan cemilan yang telah disiapkan, Putra lalu mengutarakan maksud kedatangannya to the point "gimana om, tante,,,tentang pembicaraan kita tempo hari???apa Hanum setuju???"


"Om sama tante minta maaf nak Putra, untuk saat ini blom bisa menjawabnya". kata pak atma dengan tatapan sulit diartikan.


"Ada apa om, tante???apa Hanum menolak???"tanya putra gelisah


"Bukan menolak nak Putra, hanya saja Hanum tidak pulang kerumah, katanya dia pergi menenangkan diri untuk beberapa hari". jawab pak atma


"Tadi siang kami makan siang ditempat yang sama om, meskipun hanum tidak melihatku". terang putra.


"Mungkin setelah itu dia langsung pergi, nak".kali ini bu Yana yang menimpali


"Maaf om, tante,,,kalo boleh tau kemana tujuan Hanum, supaya aku bisa nyusulin dia".kata putra penuh harap.


Lalu Putra berinisiatif untuk menyuruh orang kepercayaannya melacak keberadaan Hanum, Putra juga penasaran dan merasa tertantang untuk menemukan Hanum "maaf om, bukannya meragukan orang kepercayaan om tapi aku juga penasaran dengan kepintaran hanum menghilangkan jejaknya makanya aku meminta orang-orangku untuk melacaknya".


Pak atma tersenyum bijaksana lalu mempersilahkan Putra mencari jejak Hanum meskipun dalam hatinya meragukan "lakukan aja nak,,,,om juga penasaran kemana tujuan anak itu".


Selang beberapa saat telpon putra berdering dengan cepat putra menjawab telponnya setelah melihat nama orang kepercayaannya yang dia tugaskan mencari keberadaan Hanum "kamu sudah temukan, ton???"


"Maaf boss,,,cctv bandara maupun cctv kota nggak ada rekaman yang memperlihatkan nona Hanum, nama-nama penumpang pesawat pun nggak ada nama nona Hanum". kata Anton dari balik telepon.


"Koq bisa sih, ton,,,,atau jangan-jangan kamu melewatkan sesuatu??"kata putra tak percaya

__ADS_1


"Nggak boss,,,,semua rekaman cctv mulai.kemarin sampai hari ini lengkap, boss". balas Anton lagi


"Ya udah,,,,sepertinya kamu harus meningkatkan kemampuanmu, ton". kata putra lagi sambil menutup sambungan telponnya.


Pak Atma yang mendengar pembicaraan Putra tidak merasa heran kalo Hanum mampu mengecoh cctv kota maupun cctv bandara bahkan mampu menyamarkan namanya pada penerbangan. Padahal Rony hanya mengajarkan dasar-dasarnya saja akan tetapi dengan kecerdasan yang dimiliki, Hanum berhasil mengembangkannya sendiri.


"Nggak usah dicari nak Putra, beberapa hari lagi pasti dia kembali, dia nggak bisa meninggalkan perusahaan terlalu lama". kata pak atma.


"Baiklah om, semoga saja sekembalinya Hanum jawabannya tidak mengecewakan". kata putra penuh harap


"Amiin..."jawab pak atma dan istrinya bersamaan.


Tak lama kemudian Putra pamit pada pak atma dan isteinya untuk pulang ke apartemennya karena hari menjelang malam. " Om, tante,,,,putra pamit dulu".


"Baiklah nak putra, hati-hati dijalan".balas pak atma.


🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴


**halloo para readers jangan lupa like, komen dan votenya, ya....


trima kasih atas jejak-jejak cantik dukungannya


skali lagi author bertrima kasih atas dukungannya**

__ADS_1


__ADS_2