
"Sibuk amat sih".Sapa Nara
siapa ya? perasaan aku sendirian disini dari tadi.
Nida yang kaget sambil melihat kiri kanan mencari dari mana datang nya suara tadi.
Ketika menoleh kebelakang,Ternyata Nara sudah berdiri di pintu menuju jalan masuk ketaman itu.
"Eh Ra,tadi katanya nggak jadi kesini?"Tanya Nida dengan heran.
"Kenapa? nggak boleh datang kesini?
ya udah de aku pulang huhuhu"Jawab Nara dengan wajah pura pura sedih.
Nara membalikkan badannya,berjalan meninggalkan Nida.Dipasangnya wajah pura pura ngambek berharap Nida akan memanggilnya kembali.Tapi yang didengar malah,
"Ya udah, bye ra...
Nida yang mendengar itu jadi berbalik arah lagi menghampiri Nida.Tadinya pengennya ngerjain,eh malah jadi dikerjain.
"iiissshh... kamu itu berharap banget ya aku pulang?"Menatap wajah Nida dengan sewot
"lah...kan situ sendiri yang pengen pulang,aku kan tadi cuma nanya kamu itu ngapain kesini?
Kok sensi amat si? palang merah lagi berdiri ya?" Melirik Nara sambil senyum senyum.
"Orang tu ya,kalau ada tamu yang datang dikasih minum kek,dikasih makan kek,di baik baikin kek napa?
"Kalau orang lain si iya.Tapi kalau kamu maaf ya nggak penting uwweekkk,,
"Sialan,tega benerr kamu sama aku"
Nida hanya cekikikan melihat tingkah temannya itu.
__ADS_1
"Tapi tadi bukan nya kamu nggak bisa datang ya? si Vani baru aja pulang dari sini."Tanya Nida lagi.
"oohhh,kerjaan ku sudah beres semua.Jadi sekarang bisa santai deh."
Sebaiknya nggak usah cerita ke Nida deh tentang kejadian tadi.Kalau aku bilang nantinya dia mikir yang nggak nggak lagi.
"Mau dibantuin? tawar Nara.
"Boleh,ini ini dibersihin.ini rumputnya dicabutin,ini dipindahin kesini,ini disapu,ini dilapin sampai bersih terus ini bla bla bla..."
Ngoceh Nida sambil menunjuk nunjuk arah tanamannya.
"Ya ampun ini orang,dikasih hati malah minta jantung.Nyesel aku nawarin diri tadi" ujar Nara dengan sewot.
"Hahaha...bercanda kaleee,serius amat si?
Nida melanjutkan merapikan tanaman nya yang dibantu Nara.Karena sibuk membantu Nida,rasa lapar yang mencekam sedikit demi sedikit terlupakan.Setelah selesai,Mereka duduk duduk di ruang tamu sambil menonton Tv.
"Maaf ya Gin,apa si Nara ada disini? dicarin dari tadi tapi nggak ketemu."tanya bu Elis dengan suara yang lemah lembut
"Eh mbak Elis,ada kok disini tuh didalem lagi nonton Sama Nida.Memangnya kenapa ya mbak?
"Nggak ada apa apa,itu loh si Nara dari tadi keluar rumah nggak ngasih tau saya.Abis itu dari tadi belum makan lagi,kan kasihan dia Gin."Jelas nya lagi dengan wajah pura pura cemas.
"Masa si mbak? dia juga nggak ngomong kalau belum makan.Kalau nggak saya sudah suruh dari tadi makan disini.Sebentar ya mbak saya panggilin dulu."ujar bu Gina lalu masuk ke ruang tamu.
"Nara,diluar ada tante mu yang cari.Kamu disuruh pulang,dia risau sekali katanya kamu belum makan ya? kenapa nggak ngomong ke Nida? kan bisa makan disini tadi,"
"Serius Nar?kok diem aja?"bisik Nida dengan wajah kaget.
"Nggak apa apa kok tante,kebetulan tadi juga belum lapar."Jawab nya sambil tersenyum palsu.
"Ya sudah aku pulang dulu ya Nid,tante."Pamit Nara.
__ADS_1
Diteras sudah berdiri bu Elis dengan tangan yang diletakkan di pinggang nya.Wajah nya yang tadi marah berubah menjadi baik.Mungkin dilihatnya ibu nya Nida yang juga turut ada di belankang Nara.
"Ayo nak kita pulang.Lain kali kalau mau main harus makan dulu,kalau sakit nanti kan susah,"
Sejak kapan anda jadi begitu peduli padaku?
Susah? itu sih sudah pasti,siapa lagi coba yang akan jadi babu dirumah mu.
"Sekali lagi permisi ya tante"pamitnya lagi.
"Saya juga ya Gin,"kata bu Elis.
Nara berjalan duluan didepan tampa menoleh.Bu Elis hanya diam,mungkin dia juga tahu kalau Nara sedang kesal dengannya.
Sesampai dirumah Nara terus menuju ke kamar.Dia sangat lelah jika masih harus berhadapan dengan tantenya itu.Maksud hati ingin merebahkan diri di tempat tidur,tapi tak bisa karena sudah ada panggilan dari nyonya ratu.
"Nara,keluar sebentar!
Nara tidak menjawab hanya keluar berdiri didepan pintu kamarnya.
"Tolong kamu jagain rumah juga Nola,ibu mau keluar sama ayah mu.Nanti jangan lupa makan!"kata bu Elis.
"Ya."jawab nara dengan singkat.
Lalu mereka pun pergi,Nara segera menguci pintu utama.karena kebiasaan nya memang begitu.Karena jika dibiarkan terbuka,tante tante rumpi akan berdatangan.
Nara sejenak duduk diatas kursi didepan jendela,hatinya berkata
Seharusnya dari awal aku sudah mengerti mengapa dia menjemputku.
Dasar bodoh kalau sempat berfikir dia mencariku karena ada sedikit rasa bersalah.
hahahaa dasar hati tidak tahu diri.
__ADS_1