
Dummmm...
Seperti guntur yang menyerang disiang hari.
Mendengar kata kata yang dilontarkan kepadanya sebentar tadi.Sakit yang tidak bisa diungkapkan dengan kata kata,hanya Tuhan yang tau bagaimana perihnya rasa sakit itu.
Akhirnya air mata yang dari tadi bersembunyi di pelupuk mata tak mampu lagi dihalanginya.
Bagaikan teman yang sangat setia selalu hadir di hari harinya.
Entah kenapa,perkataan tentang Mama nya selalu saja bisa mengguris hati nya.
Bahkan bisa dibilang kata kata itu adalah salah satu senjata yang ampuh bagi bu Elis untuk menyiksa perasaan Nara.
Denga perasaan yang masih tidak baik,Nara segera menyiapkan makanan di atas meja makan.Berharap bisa segera menyantap nya nanti.
Pak rudi yang sudah menghampiri siap siap untuk segera mengisi perutnya.Dibantu dengan bu Elis yang memasukan nasi dan beberapa lauk pauk ke piringnya.
"Ayo sekalian makan bareng Nara!"Ajak pak Rudi.
Nara yang sangat senang mendengar tawaran itu segera ingin mengambil piring untuk diisi.Namun terhenti katika bu Elis bilang
__ADS_1
"Nara,kamu makannya sebentar lagi saja ya!
Tolong kamu jagain Nola nya dulu.
Kamu belum lapar kan?"menatap Nara dengan tatapan yang menyimpan sebuah makna.
Ya ya ya,bisa dibilang makna agar tidak mengganggu,merusak pemandangan di antara bu Elis dan pak Rudi.
Dengan perasaan yang berat Nara meletakkan kembali piring yang sudah ada ditanganya.Berjalan menuju ruang tamu dengan wajah yang lesuh.
kebayang nggak si? gimana capeknya seharian disekolah, ngurusin kerjaan rumah.Ditambahi lagi dengan kejadian yang tidak baik tadi.
Di ruang tamu,Nara duduk di sebelah Nola yg terbaring kaku ditempat tidurnya.Menatap Nola dengan pandangan kosong.Jarak antara ruang tamu dengan ruangan meja makan yang tidak terlalu jauh,Membuat Nara Masih bisa mendengar suara canda tawa dari arah itu.
Perasaannya tiba tiba menjadi sangat kesal.Mungkin juga efek dari perutnya yang sangat lapar.Rasa marah yang sudah menghampiri hatinya.Segera saja dia masuk kekamarnya.
Ingin sekali rasanya berteriak sekuat mungkin.
Aku laparrrrrrrrrrr.
Berjalan mondar mandir dengan mulut yang masih lagi ngomel ngomel.Sekekali menendang nendang bantal ada dikasurnya.
__ADS_1
Sadar akan kemarahannya semakin bertambah,Nara memutuskan untuk segera keluar dari ruangan itu.Karena kalau tidak,bisa hancur berantakan kamar itu dibuatnya.
Berjalan ke arah luar rumah,tampa menoleh sedikitpun.Tak ada kata "harus izin kalau mau kemana mana" untuk hari ini bisiknya dihati.
Waktu mungkin sedang berpihak ke Nara.Saat melankah keluar rumah tadi bu Elis tidak menyadarinya.Mungkin masih sibuk mengisi perutnya.Hanya rumah Nida tempat yang bisa ditujunya saat ini.Selain bukan hanya dekat jaraknya,rumah itu juga tidak terlalu banyak orang disana.Setidaknya bisa la menenangkan suasana hatinya saat ini.
.Di rumah Nida.
Setelah memasuki perkarangan rumah Nida,terlihat Ibunya Nida sedang santai santai di teras depan rumah nya itu.Mimik wajah yang tadi kesal segera di gantinya.Nara takut nanti akan ditanya tanya sama ibunya Nida.
Biasa la tante tante,kepo nya minta ampun.
"Sore tante,Nida nya ada?
"Eh Nara,ada tu ditaman kayaknya.Samperin aja disana."Jawab ibu Susi dengan ramah.
"Ya sudah saya kesana dulu ya tante"
Lalu Nara pun beranjak dari sana menuju taman yang ada disamping rumah itu.Disana terlihat Nida yang tengah sibuk merapikan tanamannya,membuang semua sampah dedaunan kering yang bertaburan.
Bersambung....
__ADS_1