Diari Depresiku,

Diari Depresiku,
13.Calon Teman Atau Musuh?


__ADS_3

Terlalu asik dengan canda tawa dan dunia mereka sendiri tampa menghiraukan pandangan pandangan sinis dari seseorang yang juga ada didalam kelas itu.


Lisa yang tengah duduk bersama teman nya Roza dari tadi memperhatikan tingkah antara Nara,Suci dan Dini.Lisa adalah murid tinggalan dikelas itu.Sering bolos sekolah,bandel dan suka membuat masalah adalah faktor utama yang membuat dia tidak naik kelas.


"Pagi pagi sudah berisik,baru masuk saja udah banyak tingkah.Nggak tau apa ada senior disini? Mana yang satu gendut banget lagi iuhh"


"Eh jangan salah,mereka itu asik kok di ajak temenan."jelas Roza.


"Siapa juga yang mau temenan sama mereka,pada lebay gitu tampangnya.


Ogah...nggak level.Apalagi sama yang badan nya gede itu tuh amit amit cuihhh..."


"Ya biasa la,mereka kan yang antara murid yang paling jago acting dikelas.Waktu itu team nya mereka dapat nilai tertinggi dikelas.


Nggak kenal maka nggak cinta kamu,kalau udah kenal pasti bakalan suka kok sama mereka."


"Emang kamu kenal sama mereka?"tanya Lisa lagi.


"Ya kenal la,yang kamu bilang gendut itu namanya Nara,kalau yang putih badan nya kecil itu namanya Suci.Kita itu dulu satu kelas.Kalau yang satunya lagi itu Dini,temen nya si Nara.Mereka itu semua baik ko nggak sombong lagi."


"Kamu itu mendingan belajar gaul sama mereka deh,biar kelakuan kamu itu baikan dikit.Ini nggak temennya sama kakak kelas yang bandel semua,ketularan kan sama kamu bandel nya."Saran Roza ke liza.


"Apaan sih,jangan mulai lagi deh!


mood aku tu lagi nggak baik tauuu!

__ADS_1


Nih ya,,,kalau bukan karena ibu ku yang maksa, aku tuh udah males mau sekolah lagi." Jawab Liza dengan kesal.


"Males apa malu?


Secara gitu lo,mana ada coba murid cewek yang nggak naik kelas,kalau cowok mah biasa.Bener bener pencipta rekor tau nggak!


"Omongan mu lama lama ngeselin juga ya,udah ah maless... mendingan makan dari pada denger ocehan mu itu."Lalu Liza pun beranjak dari tempat duduknya berjalan menuju ke kantin sekolah.


"Gitu ajah sewot,tungguin dong!"


Liza berjalan dengan wajah sedikit kesal ke arah luar kelas.Waktu berjalan tadi dia sempat berpapasan dengan Nara.Dari arah belakang terlihat Roza yang berlari lari kecil mengikuti Liza.Sebelum itu sempat menyapa Nara dan teman teman nya.


"Hai Ra,"sapa Roza.


"Eh Oja,kamu disini juga sejak kapan?


"Aku tu udah dari tadi dipojokan sana,juga sempat nonton lagi drama FTV kalian hahaha"


Udah ah,aku mau keluar dulu,mau cari sarapan laperrr byeee."Roza pun berlalu dari sana.


Roza itu sedikit tomboy.tapi kalau soal pacaran dia juga nomer satu disekolah.Kerena perwatakan nya yang tomboi itu,dia lebih senang disapa dengan panggilan Oja.Mungkin menurutnya nama Roza terlalu wanita menurutnya kali,hehehe


"Oh ya,denger denger dikelas kita ini ada murid perempuan senior loh,"


"Serius Din? perempuan? Siapa?" Tanya suci dengan penasaran.

__ADS_1


"Aku juga nggak tau,dapat kabarnya juga tadi pas mau masuk."


"Tapi hebat juga tu cewek ya,disekolah kita kan udah lama banget nggak ada kejadian kayak gini.Terakhir kalau nggak salah 8 tahun lalu kalau nggak salah?"


"Pasti tu cewek masalah nya di sekolah ini banyak banget sampai bisa kek begitu.Mudah mudahan jangan sampai ketularan,bisa bisa leher ku digantungin kepohon jambu sama Bapak ku.ihhh amit amit jabang bayi..."kata Dini lagi.


"Nggak baik tau ngimongin orang kayak gitu.


Mendngan kita makan sebelum perut ku ini bikin konser dadakan!"Nara yang dari tadi diam akhirnya bersuara.


"Soal makan aja,baru nongol tu suara.kita nya ngomong dari tadi nggak ditanggepin sama sekali,"cetus Suci.


"Kan suara ku itu mahal,jadi hanya berbicara saat penting aja hahaha,"Jelas Nara lagi.


"Iya saat penting,saat tu perut minta diisi!


Makan aja nomer satu,uuuhhh"


"Sudah sudah,dari tadi ngoceh mulu kapan jalan nya si? mendingan buruan de Ci,sebelum peliharaan ku juga ikut ikutan konser nya ni!" Dini akirnya setuju dengan ajakan Nara yang kelihatan nya juga kelaparan.


Selesai membuat keputusan,akhirnya mereka bertiga mendatangi kantin langganan mereka.


Ternyata disana sudah ada Liza dan Roza.Roza yang sempat memandangi mereka hanya menoleh senyum,dia tengah asik ngobrol dengan bebetapa temanya.


Sementara Nara dan kedua temannya duduk dimeja lain.

__ADS_1


Belum lama setelah itu,dari arah luar pintu sudah terlihat sosok Nida dan Vani yang datang barsamaan.Akhirnya mereka berdua ikut gabung dimeja yang sama dengan Nara.


Bersambung...


__ADS_2