Diari Depresiku,

Diari Depresiku,
7.Si Mata Keranjang.


__ADS_3

Pagi sudah menunjukan waktu untuk berangkat sekolah.Nara yang sudah siap mengerjakan rutin paginya segera cepat cepat kesekolah.


Dijalan Nara bertemu dengan Nida.Sedang asik asiknya berjalan sambil bercerita,tiba tiba dari belakang mereka terdengar suara teriakan dari seseorang,


"Kak Nara,kak Nida tungguuu"teriaknya


Ketika menoleh,ternyata suara itu adalah suranya Dini yang lagi lari lari dibelakang sambil ngos-ngosan.


Nara dan Nida saling berpandangan dengan sedikit senyuman licik meriasi wajah mereka.


Tampah berkata apa apa mereka berdua cepat cepat ikut lari juga meninggalkan Dini yang hampir sampai diposisi mereka.


Dini yang melihat tindakan itu,lansung saja bertambah kencang lagi larinya.Teriak teriak sambil ngomel ngomel.


"Woooiiii tungguin akuuuu,


wahai kutu kupret sialannnn."teriaknya tambah kesal.


Tidak sampai beberapa menitan,akhirnya mereka pun berhenti karena merasa sudah puas menjahili Dini.Lalu berjalan seperti tidak terjadi apa apa.Wajah mereka yang tadi tersenyum akhirnya disembunyikan karena melihat Dini sudah dekat menghampiri.


Dini yang dengan nafas ngos-ngosan setengah mati akhirnya sampai didekat mereka berdua.


"Te..ga be..ner si kali..an berdua"

__ADS_1


katanya dengan nafas yang tak beraturan.


"Emang kita ngapain?"kata Nida yang pura pura tidak faham.


"Iya nih,kan kita dari tadi tu biasa aja jalan nya."Tambah Nara dengan wajah tidak bersalahnya.


"Biasa? biasa dari honkong?


lihat ni,baju ku jadi basah begini iiihhh.Kalian pasti sengaja lagi kan?"Ngomelnya lagi.


"EMANG IYAAAAA "Jawab Nara dan Nida barengan sambil tertawa terbahak bahak.


Terus berlari lagi takut digebukin si Dini.Meski begitu,Dini tidak pernah sakit hati.Biasalah katanya yang paling kecil emang paling sering di kerjain.huhuhu nasib oh nasib.


.Di Sekolah.


(Pasti kalian dulu juga waktu sekolah mikirnya begitukan?


Tapi pas udah tamat malah kangen kangenan).


ada kok yang begitu,ngaku deh!!! hehehe...


Di jam istirahat Suci yang dari tadi memperhatikan Nara yang dari tadi hanya mengaduk ngaduk makanannya sambil melamun.

__ADS_1


"Woiiii...ngelamun aja dari tadi,itu makanan cuman dipandangin doang.Emang tu makanan bisa abis apa kalau digituin?" Kata Suci mengagetkan Nara.


Nara yang mendengar ocehan Suci jadi tersadar.


"Ah? kenapa tadi?


"Itu makanan buruan di abisin,bentar lagi mau masuk kelas.Ya ela ni anak demen banget ngelamun,ntar kesambet baru tau rasa".Tambah Suci lagi.


Nara yang melihat arah jam jadi kaget,ternyata waktu nya tinggal 15 menitan lagi.Dengan cepat melahap makanannya,supaya bisa cepat masuk kelas.


.Di jalan menuju pulang.


" Eh, nanti nongkrong bareng lagi mau nggak?" Ajak Nida ke teman temannya.


"Sorry Nid,aku nggak bisa.Hari ini tu ayah nya Ivan tu pulang.Dirumah pasti banyak banget deh kerjaan ku.Jelas Nara dengan mengeluh.


Selain pekerjaan rumah yang menjadi 2× lipat.


Nara juga tidak menyukai ayah nya Ivan itu.Karena dia itu sedikit genit dan mata keranjang.


Juga ketika ada suaminya,ibu Elis tu jadi sangat Parno.Sangat protektif ke Nara.


Minsalnya kalau mau tidur,pintu kamar Nara akan di cek berulang kaki sudah dikunci apa belum.Kalau mau mandi,disuruh ngecek dulu ada orang nggak yang berkeliaran diluar kamar mandi.Biasala kamar mandi dikampung,dinding nya itu masih menggunakan dinding dari kayu.Terus dinding nya itu juga nggak menutupi sampai keatas.Jadi masih bisa melihat ke arah luar.

__ADS_1


*Nggak tau ya ini bisa dibilang ingin melindungi,atau sebenarnya ibu Elis tu cemburu sama Nara.terserah la mau fikir apa,


Bersambung*...


__ADS_2