
Selesai menjamu selera,Nara dan teman teman nya menuju kekelas masing masing.
Nara,Dini dan Suci memasuki kelas 2B, sementara Nida tahun ini duduk dikelas 2A,dan si Vani pula dapat kelas 2D.
Hari ini para murid sibuk dengan memilih tempat duduk masing masing.Karena belum ada juga guru yang masuk,jadi keadaan kelas masih saja berisik seperti berada di pasar.
Nara memilih duduk semeja dengan Suci lagi dibarisan nomer 3.Sedangkan Dini duduk di bagian nomer 2 dan semeja dengan Mery.
Didalam kelas ini ada 4 deretan barisan.Barisan pertama dan kedua sudah diisi oleh murid perempuan.sementara yang ketiga dicampur,3 meja perempuan dan 2 dibelakangnya adalah laki laki.Yah maklum la,dimana mana sekolah tu murid cewek lebih banyak dibandingin sama murid cowok.
Suara dari dalam kelas yang sangat berisik, ternyata mengundang perhatian seorang guru yang tengah meronda dikawasan berdekatan.
Bu Guru Susi,seorang wakil kepala sekolah.yah,termasuk Guru Killer juga.
Sambil berdiri disamping pintu kelas dengan tangan dilipat di dada dan sedikit bersandar,memperhatikan setiap gerak gerik anak manusia yang ada didalam sana.Ada yang sedang lempar lempar kertas,lari larian, dan lagi ngerumpi sambil ketawa ketawa.
Keadaan menjadi hening seketika ketika ada murid yang menyadari kehadiran Bu Susi.Sambil berbisik bisik memberitahukan agar yang lain segera diam.
"Kok pada diam? terusin dong ceritanya."
"Itu yang tadi lari lari,nggak sekalian tu saya temenin puterin lapangan?,
__ADS_1
Yang lagi berisik juga kenapa berhenti? udah habis cerita nya,atau mau sekalian saya bawa pembesar suara kesini biar tambah jelas suara nya!" kata Bu Susi dengan suara yang masih lemah lembut dan bibirnya masih terukir senyuman.Tentu saja bukan senyuman senang yang terpancar.
Sepi,hening seperti di kuburan.Mungkin hanya perkataan itu yang bisa tergambarkan.
"Ngapain pada liat kebawah semua? saya kan ada didepan kalian,ayo dilanjutin acara yang tadi! saya kan juga lagi nggak ada tugas hari ini,boleh dong saya ikut gabung sama kalian?"
"Kalau nggak begini saja,kita hari ini kumpul kumpul bareng aja terus sampai malam.Mau?
"MAU TIDAKKK...???"
Dan akhirnya,suara amarah Bu Susi pun mulai bergema.
"Kalau sampai saya lihat keadaan seperti tadi lagi,saya tidak akan segan segan menghukum kalian semua.MENGERTI...!"
"Oleh dikarenakan Wali Kelas kalian tidak dapat hadir hari ini,maka saya yang akan menggantikan tugasnya hari ini!"
Mata nya mulai lagi memperhatikan keadaan kelas.Mulai mengatur ulang tempat duduk semua murid,memilih ketua dan wakil kelas serta hal hal lainnya.
Setelah hampir sejam lebih setelah itu Ibu Susi kembali keruangan nya kembali.
Dengan mengintip di cela pintu yang tadinya ditutup rapat,dengan was was juga memperhatikan langkah Bu Susi tadi apakah benar benar sudah ke ruangannya.Kemudian sang Ketua Kelas berkata,
__ADS_1
"Ok sippp,aman"Kata Andri dengan acungan jempolnya.
Seperti baru saja pulang dari dunia lain,suasana yang tadi mencekam berubah ceria kembali.Urutan duduk yang tadi disusun oleh Bu Susi dirubah kembali seperti awal masuk tadi.Hanya Lisa yang tidak kembali ke tempat nya.posisinya kini berada dibelakang kursinya Nara.
Kali ini hanya Lisa yang tidak berani beranjak dari aturan yang di buat oleh Bu Susi.Mungkin dia takut akan diadukan lagi ke orang tuanya.
"Ni orang kenapa nggak balik ke tempatnya lagi sih?,tadi kan dia itu duduk nya di sebelah sana?"Bisik Suci ke Nara.
"Udah la biarin aja,mungkin dia pengen deket deket sama kamu kali,"Ledek Nara.
"Sorry ya aku tu masih normal !!!"
"Oh ya? sejak kapan???"
"iiiiiihhh... sakitnya hati iniiii!"Tangan suci sudah tak terkendali lagi,mencari sasaran daging empuk yang ada di bagian pinggang si Nara.
"Auuhh... sakit tau!!!"Nara yang kesakitan menangkis tangan Suci.
"Oh ya? kok aku nggak ngerasa? wekkkk"Balas nya lagi dengan senyuman sinis.
Lisa hanya sekedar memperhatikan tingkah jahil mereka berdua dari belakang.Ingin menyapa juga masih ada rasa segan.Jadi diputuskan dia hanya ingin menonton aksi konyol orang didepannya itu.
__ADS_1