Diari Depresiku,

Diari Depresiku,
15.Derita Sesungguhnya.


__ADS_3

Sore itu setelah menyelesaikan tugas rutinnya setiap hari,Nara memutuskan ingin istirahat sebentar dari lelahnya.


Hari ini Bu Elis tidak ada dirumah,dia mengunjungi pesta rumah saudaranya.Sementara Nola dijaga oleh Ayahnya.


"Tidur bentar nggak apa apa kali ya?" Gumam Nara dalam hati,mumpung nggak ada Nyonya Besar.


Akibat terlalu lelah akhirnya dengan hitungan menit saja Nara sudah terlelap,hingga lupa memastikan pintu kamarnya apa benar benar terkunci rapat.


Pak Rudi yang sudah membaringkan putrinya itu,lalu berjalan mengendap ngendap menghampiri kamar Nara.Dengan sangat hati hati mencoba membuka pintu kamar itu.


Senyuman licik muncul di bibirnya ketika mendapati keadaan yang menguntungkan bagi dirinya.Didalam kamar terlihat Nara yang tertidur pulas menghadap ke arah dinding.


Dilirik nya Tubuh Nara dari ujung kaki hingga hujung rambut.Keadaan sore itu yang terbilang juga panas membuat Nara tidak memakai selimut ketika tidur.Menyaksikan itu,hasrat Pak Rudi menjadi semakin menjadi jadi ingin melakukan sesuatu terhadap Nara.


Tangan nya mulai tak terkendalikan.Jari jari nya mulai menyentuh kaki Nara.


Nara yang merasakan ada sesuatu yang menggangu tidurnya akhirnya terbangun dari lelap tidurnya.Masih dalam keadaan yang sama ketika tidur tadi,Nara perlahan lahan membuka fikiran nya memastikan hal yang terjadi adalah alam nyata atau sebenarnya cuma sekadar mimpi buruk.


Setelah beberapa detik,Nara merasakan lagi ada sentuhan dikakinya.


YA TUHAN, ini bukan mimpi...


siapa yang menyentuh ku ?


apa yang harus aku lakukan ?


ya Tuhan...selamatkan aku !!!


Dengan rasa takut yang begitu besar,Nara memberanikan diri untuk menoleh,mencoba menebak siapa yang ada disebelah nya itu.

__ADS_1


Dunggggggg


Akhinya apa yang ditakuti dari dulu terjadi hari ini.Meski pun pernah terlintas difikiran nya,tapi Nara tak menyangka akan orang yang dianggap layaknya seorang Ayah tega melakukan perkara terkutuk itu kepada nya.


A..aayah mau a..ppa?


Nara yang tadi masih diposisi tidur segera cepat cepat bangun dan menjauh dari pak Rudi.


Pak Rudi yang kaget melihat Nara sudah sadar,memcoba untuk menenangkan Nara takut kalau kalau dia berteriak Nantinya.Bisa gagal semua rencananya.


Sssuutt,,, Ayah nggak ngapa ngapai kok,kamu jangan takut,mendekatla kesini!


Nara yang dari tadi sudah menepi kedinding tidak berani beranjak dari sana.Meskipun Pak Rudi sudah membujuknya dengan senyuman,tapi malah membuat Nara semakin merinding menatap nya.Hal itu juga ternyata membuat Pak Rudi semakin kesal dengan nya.Tiba tiba saja Pak Rudi menarik kaki nya Nara...


"Aaaaa..."Teriaka Nara.


Emosi Pak Rudi jadi sudah tak terkendali lagi apabila Nara semakin meronta ronta minta dilepaskan.Dengan nafsu yang semakin membara,Pak Rudi jadi tambah agresif ingin meraba seluruh tubuh Nara.


Jarak antara rumah penduduk yang terbilang agak jauh,membuat jeritan Nara tidak didengar oleh orang lain.Selain juga sibuk dengan urusan masing masing,waktu begini juga para tetangga ada yang tengah tidur siang.Kalau tidak, paling juga sibuk bergosip sana sini.


Sementara didalam kamar itu masih terjadi pergelutan antara Nara dan Pak Rudi.Tubuh besar yang dimiliki Pak Rudi,membuat Nara sangat kesulitan untuk melawan dengan lebih kuat lagi.


Isak tangis dan jeritan yang keluar dari mulut Nara tidak sedikit pun dihirau kan oleh Pak Rudi.Malah makin menanbah nafsunya.


"Tolong yah... lepaskan akuu...


huhuhuu... tolongggg..."


"Ya tuhan,apa ini akhir dari hidup ku??

__ADS_1


Tenaga nya sudah mulai habis,kini hanya bisa berpasrah.Lalu seketika pintu kamar tadi tertutup terbuka lebar akibat ditendang dari luar.


"SEDANG APA KALIAAAAN??


"Apa yang kau lakukan disini???


Ibu Elis yang sudah berdiri diambang pintu tidak bisa mengendalikan emosinya lagi,apa bila melihat Suaminya tengah mencoba menodai Nara.Segera saja dia menarik tangan suaminya untuk segera beranjak dari sana.


Nara yang merasa sedikit lega segera bangun dan menghampiri Bu Elis dan berdiri dibelakang nya.Berharap akan dibela dan dikasihi.


"Tenang dulu bu,ini tidak seperti yang kamu fikirkan,kami tidak melakukan apapun!"


Pak Rudi yang sudah gegabah mencoba menenangkan Istrinya,tapi Ibu Elis tidak berkata apa pun hanya menatap tajam ke arah nya.Lalu dia berpaling menatap Nara yang masih mengalikan air mata,


"Ibu... ak"


Plakkk,,,


Belum habis kata katanya,satu tamparan kuat sudah mendarat dipipi nya.


"Jangan sesekali kamu berani untuk menceritakan hal ini pada siapapun!!!


Kalau sampai itu terjadi,kau tau apa yang akan terjadi pada dirimu!!!"


Mendengar kata kata yang dilontarkan oleh Bu Elis itu,tangis yang tadinya masih ada menjadi hilang.Ditatap nya dengan penuh amarah wajah Tantenya itu.Wajah yang sangat dibencinya itu.


Setelah beberapa saat dia berlari keluar dari kamar itu,


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2