
Manusia,
Seiring berjalan nya waktu akan tetap berubah.
Dari baik menjadi jahat,sayang menjadi benci dan begitu juga sebaliknya.
Tapi yang lebih parah ketika rasa rindu yang terlalu dalam perlahan berubah menjadi dendam...
Masih menatap kosong ke arah luar rumah melalui jendela,suasana yang sepi hening karena Nola sudah tertidur.Kalau pun dia terbangun tidak ada gunanya juga,karena tidak bisa di ajak ngobrol.
Demi membuang rasa sepi itu,Nara menuju ke kamar.
Dibukanya lemari kaca bersebelahan dengan tempat tidurnya.Mencari cari sesuatu,setelah ditemukan dibawanya lagi keluar duduk kembali ditempat tadi lagi.
Album gambar yang ada di tangannya dibuka,melihat satu persatu kenangan yang tersimpan disana.Fikirannya mencoba mengingat lagi tentang kehidupan lalu yang masih tersimpan di dalam ingatan nya.
Di foto itu masih terabadikan gambar lengkap keluarga masa kecilnya,ada Mama,Babah dan kak Arya.
Mama dan Babah nya pertama kali bercerai ketika umur Nara berusia 2 tahun.Waktu itu semua keluarga besarnya masih menetap dipekan baru,Riau.
__ADS_1
Nara dibawa pulang kekampung halaman Neneknya,dan di besarkan disana.
Orang tua nya rujuk kembali beberapa tahun kemudian,dan Nara diambil lagi oleh Mama nya.
Waktu pertemuan pertama kali setelah lama barpisah,Nara jadi sangat takut dengan orang tuanya.Biasa la mungkin karena belum terbiasa,atau mungkin sudah asing baginya.
Bahkan di hari pertama pertemuan itu,Nara seharian menangis tidak mau dekat dekat dengan Mamanya itu.
Asuhan dari Nenek nya pula membuat Nara menjadi pribadi yang agak manja.Bagaimana tidak,Nara adalah cucu perempuan pertama dalam keluarga besarnya.Juga waktu kecil Nara pernah sakit sangat parah ketika sepupunya meninggal dan hampir kehilangan nyawa.Mungkin sebab itu juga Neneknya jadi sangat memanjakan Nara.
Ayah Nara pula seorang yang sangat tegas.
Hal itu juga menjadi sangat takut akan sosok ayahnya.
Berbeda dengan kakaknya,walaupun sering berantem,Arya sangat sayang pada Nara.
Perbedaan umur 5 tahun antara mereka membuat Arya sangat suka menjahili Nara.
Tapi keadaan itu tidak berlansung lama.setahun setelah itu Nara dijemput oleh Tantenya,Tante Yuni.
__ADS_1
Awal nya Nara mengira disuruh pulang kekampung untuk menemani Tante Yuni karena suaminya akan merantau juga.Tapi belakangan alasan sebenarnya adalah Orang Tua Nara akan bercerai kembali.
Nara menetap lagi dikampung halaman Neneknya,dan diasuh bersama oleh Tante Yuni.Tante Yuni juga punya seorang anak bayi bernama Adam waktu itu.Tante Yuni seorang yang sangat cerewet tapi baik hati.Semarah apa pun dia,tidak pernah sekalipun mengeluarkan kata kata kesat pada Nara.Sangat berbeda dengan Ibu Elis yang terlihat ramah,baik hati,tetapi sekali bibir nya mengeluarkan kata kata akan terus menusuk kejantung.
Setelah berpisah dengan ayah nya Nara,Mana nya sudah 3 kali menikah lagi.dan yang terakhir sekarang sudah punya seorang anak laki laki dari pernikahan yang ke 4 nya.Sedangkan Ayah nya pun sudah menikah juga,dan sudah punya anggota keluarga baru juga.
2 Tahun yang lalu,Mama nya Nara sempat pulang.Ketika itu dia tengah berbadan dua.
Tapi tak sampai beberapa hari dirumah,terjadi sedikit salah faham antara Mama nya Nara dan Tante Yuni yang ketika itu pun hamil juga.
Mungkin karena sama sama sensitif,masalah yang kecil jadi dibesar besarkan.Waktu itu Mamanya Nara hanya berpamitan akan mengunjungi ibu mertuanya.Tapi setelah beberapa hari terdengar kabar kalau Mama nya itu sudah ada di Riau.
Mendengar hal itu,ibu Elis menjadi murka dan Marah besar.Nara yang sudah tinggal bersamanya dijadikan bahan untuk melepas kemarahannya itu.Setiap hari mengingatkan Nara betapa kurang ajar sikap mamanya itu.Bahkan di dijadika sebagai santapan untuk para tamu yang datang.
"Jika suatu saat si Erina itu pulang kesini lagi,akan aku usir dia.Jangan kan masuk kerumah ku ini,masuk kekampung ini pun aku tak sudi untuk melihatnya.
Kurang ajar tidak bermoral sama sekali."
Kata kata itu lah yg sering dilontarkannya.
__ADS_1
Bersambung...