Diari Depresiku,

Diari Depresiku,
3.Duka Setiap hari.


__ADS_3

Melangkah kan kaki berjalan menuju rumah.


Sambil tergesah-gesah,karena tahu akan rutin yang setiap harinya menanti untuk dikerjakan.


Oleh dikarena kan jarak antara rumah dan sekolah tidak terlalu jauh,ya paling kira kira 20 menit la kalau jalannya cepat la.


Biasanya Nara hanya menggunakan Angkot No.11(jalan kaki maksudnya) aja untuk kesekolah.


Biasanya sih,Nara pergi dan pulang nya di temani tiga sahabat nya.yaitu dini,nida dan vani.Jarak rumah mereka pun tidak terlalu jauh.


Sampainya dirumah,baru saja melepas sepatunya sudah terdengar ada suara yang memanggil dari dalam kamar depan.


"Nara,Naraa " dengan sedikit berteriak.


"Iya bu?


apa lagi sih? baru juga pulang,udah teriak teriak nggak jelas gitu.ngomel nya dalam hati.


"Kamu segera masak ya,soalnya ibu lagi nggak enak badan.Juga nanti bersih bersih rumah jangan lupa!" kata ibu Elis yang masih tidur tiduran di kasur bersama anak nya yang bungsu Nola.


Elis itu bukan ibu kandung nya Nara,


dia adalah kakak dari ibunya Nara.


Karena dia adalah kakak tertua,jadi Nara di suruh memanggilnya ibu.

__ADS_1


Dia mempunyai empat orang anak,tiga laki laki dan satu perempuan.


Tapi dua dari anak nya telah meninggal dunia, Rehan dan Denis.yang tersisa sekarang cuma tinggal Ivan dan Nola.


Nola pula sejak umur 5 tahun sudah sakit.hingga perlahan lahan tidak bisa berjalan dan tidak bisa bicara sama sekali.


Nara itu dulunya diajak tinggal bersama Elis katanya si cuma buat jagain Nola aja.


Waktu itu si belum sakit,masih baik baik aja.


Namun apa kan daya,takdir berkata lain.


Lama kelamaan Nara malah disuruh mengurus semua keperluan rumah,lebih tepatnya di jadikan seperti Pembantu disana.


"Iya bu,sebentar aku mau ganti baju dulu " kata Nara dengan lemah sambil berjalan menuju kamarnya.


Ditengah membuka kancing bajunya,terdengar suara keroncongan dari perutnya.Peliharaannya lagi minta tagihan kali tu.


Atau nggak lagi bikin konser dangdut mungkin ya.hehe


*W*ahai para penghuni perut,bentar ya aku mau masak dulu.Baru nanti ku isi kamu nya.


ngerti nggak?? rayunya dalam hati.


(Ya biasa la waktu pulang dari sekolah,pastinya perut itu udah keroncongan)

__ADS_1


Nara menuju kedapur untuk memasak seperti biasanya.Sudah ahli dalam pekerjaannya,tidak terlalu susah bagi Nara untuk melakukannya setiap hari.Karena dulu nya Nara sering diminta bantuan oleh ibu Elis ketika memasak.


Jadi sekarang itu mah kecil bagi Nara.


Cuma yang di kesal kan Nara,tidak bisa ka memberinya waktu sebentar untuk istirahat.


Seharian menguras otak disekolah,pulang jalan kaki panas pasan lagi.Nggak bisa apa ngasih waktu untuk membuang lelah itu?


20 menitan kek,10 menit pun boleh apa?


Kadang ingin saja dirinya berkata


"Bisa nggak sih ngasih waktu untuk aku benapas sebentar aja,kalau lapar kenapa nggak masak aja sendiri,,


nggak usah nunggu nunggu aku !!


Tapi sayangnya Keberanian itu nggak penah menghampiri Nara.Jadi ya mau gimana lagi,


hanya bisa *A**mbil tangan,usap kedada habis itu bilang sabarrrrr*.


(ya selagi bisa la).


BERSAMBUNG...


MOHON DUKUNGAN NYA YA SEMUA,

__ADS_1


YANG MAU NGASIH SARAN ATAU MASUKAN SILAKAN YA.SUPAYA AUTHORNYA BISA MEMPERBAIKI LAGI CERITANYA.


BIAR TAMBAH SEMANGAT KEDEPANNYA LAGI .


__ADS_2