
Kedatangan Dini kerumah membuat suasana hati Nara menjadi sedikit tenang.
Sejenak melupakan masalah yang dihadapinya.
Dini dan Nara sudah kenal sangat lama,sejak mereka menduduki bangku SD lagi.Tapi mereka tambah dekat sejak Nara pindah tinggal dirumah bu Elis.karena jarak rumah mereka pun tidak terlalu jauh,Biasanya sore sore Dini akan datang menemui Nara.
Nara dan Dini itu sebenarnya seumuran,tapi karena badan Nara agak gendutan otomatis membuat wajahnya agak dibandingkan dengan Dini.Makanya Dini lebih senang memanggil Nara dengan sebutan Kakak,(Sebenarnya bukan senang,tapi usil kali ya).
Bukan cuma Dini,tapi Vani pun sama juga ikutan menggunakan panggilan yang sama ke Nara.Cuma Nida yang yang nggak,dia biasa biasa saja.
"Oh ya,Kamu kesini mau apa din?"
tiba tiba memecah keheningan.
"Aku tu bosan dirumah,abis berantem sama si Koneng,"jawab Dini sambil memuncung kan mulutnya.
koneng itu adalah adiknya Dini,Namanya Aira.
Tapi ya biasa la,adik kakak perempuan itu memang jarang akur.
(pasti kalian juga punya kan,hubungan persaudaraan begini? biasa la namanya juga kakak adik,kalau nggak berantem sehari rasanya ada aja yang kurang gitu)hehe.
"Oh my good,Aku tu lupa.
Aku kesini tu disuruh jemput kamu kak.
Kita nongkrong dirumahnya Nida,Vani juga sudah ada disana.Gara gara kamu si,aku jadi lupa mau kasih tau.Pasti mereka udah nungguin dari tadi tu"sedikit panik karena sudah hampir setengah jam dirumah Nara.
__ADS_1
"Yeee,dia yang lupa malah salahin orang lain "
Dasar Dini.
"Tapi mau ngapain si kesana?"tanya Nara sedikit kebingungan.
"Ya mau nonton la kak,hari ini tu ada FTV bagus banget.Lagian ibu tu ya ibunya Nida itu nggak ada dirumah,jadi kita bisa bebas deh nontonnya".jelas nya dengan sangat senang,
(Biasa la anak jaman 90 an,hiburannya tu cuman nonton Tv doang.kita itu belum ternoda dengan yang namanya Gadjet, Jadi anak Bucin atau apalah semacamnya yang lagi hits sekarang).Ada yang hadir nggak nih???angkat tangan nya dongg!!!hehehe
"Boleh juga tu,bentar ya" Nara bangun meninggalkan Dini,bermaksud ingin meminta izin ke bu Elis.
"Kok mau kemana?
Kok ditinngal sih?tanya Dini dengan bingung melihat Nara meninggalkannya.
"Suuhttt...
Bisiknya ke Dini sambil tersenyum usil.
Dini yang mendengarkan itu hanya bisa geleng geleng kepala sambil cekikikan.
(Gimana enggaknya,kalau sampai kedengeran sama bu Elis kan bisa berabe.Yang ada tu mereka berdua bisa dikejar kejar pake sapu kali ya haha).
Tidak lama sesudah itu,setelah mendapatkan izin mereka berdua segera cepat cepat kerumah nya Nida.
.Dirumah Nida.
__ADS_1
Baru saja Dini melankahkan kakinya masuk kerumah Nida,tiba tiba saja sudah ditanyai oleh kedua temannya,
"Kok lama amat sih?
Emang jemputnya dimana,dikutup selatan ya?"ngomel Vani.
"Kalau dikutup selatan sampai sekarang juga belum tentu datang kitanya, wuuuhh.Jawab Dini dengan sewot.
"Tapi kalian itu emang lama banget,ngapain aja si disana?"tanya Nida yang juga penasaran.
"Jangan salahin aku,tanya aja sama yang disono noh.
Nggak tau tu kayaknya teman kita 1 ini lagi seneng senengnya sama hobi terbarunya."Kata Dini menyindir Nara.
"Hobi terbaru,apaan? kok nggak ngajak ngajak kita?"tanya Vani penasaran.
"Olaraga pompa air."
"Kak Nara kan punya banyak simpenan air tu,makanya ditimba terus tiap tiap hari.Takutnya kalau disimpan malah kebanjiran katanya".tambah Dini lagi dengan acuhnya.
"Pompa air? banjir? kamu ngomong apaan si?
aku tu bingung,jelasin dong!"membuat Vani bertambah bingung.
" Aahh dasar sialan kamu din."
Udah,kalian jangan dengerin dia.Dari tadi tu tu anak nggak berhenti ngoceh mulu,yang ada kita nggak jadi nonton nya."kata Nara lagi mencoba untuk mengalihkan pembicaraan.Dia tau kalau diteruskan si Vani tu bakalan tambah Kepo.
__ADS_1
Akhirnya mereka berempat fokus untuk menonton.tawa riang mereka menambahkan lagi suasana rumah itu.Dan beberapa jam kemudian mereka pulang kerumah masing masing.
Bersambung...