
Di dalam sebuah kamar yang gelap, terlihat siluet seseorang wanita yang mengenakan kuncir rambut sedang duduk di sebuah kursi dengan laptop yang menyala di atas meja kerjanya. Satu-satunya cahaya yang menerangi hanyalah sebuah laptop dan beberapa lamput hias.
"Perkenalkan, aku adalah author, nama penaku adalah The Beatrix. Pekerjaanku adalah duduk di depan laptop, dan menulis sebuah cerita. Paragraf ini bukanlah sebuah pengumuman maupun prolog, karena sebenarnya, cerita ini sudah dimulai." kata Author.
Sang Author mengambil kertas dan pensil. Dengan tatapan serius sembari mengernyitkan dahinya, dia menggambar sebuah sketsa wajah.
"Aku akan menciptakan seorang karakter protagonis yang sangat cantik, berumur 23 tahun, memiliki tinggi 168 cm, berambut lurus panjang hingga ke pinggang, berparas blasteran Indonesia-Rusia, dan berkulit putih, bernama Clara Olivia..." kata Author menambahkan.
Belum puas akan hal itu, sang Author juga memikirkan sifat dan perawakan gadis ciptaannya.
"Tubuh gadis yang atletis akan membuatnya enerjik. Matanya yang jernih juga menandakan bahwa Clara adalah gadis yang cerdas" gumam Author
Sambil meneguk secangkir kopi, sang Author menambahkan.
"Walaupun dia cerdas, tapi gadis ini akan memiliki sifat pembangkang, dan memiliki semangat juang yang tinggi... Namun cerita ini akan bermula dari seorang wanita muda yang hamil dan ditinggalkan suaminya entah kemana" kata author menambahkan.
"Sim salabim..." kata Author
Boom!!! Jadilah seorang gadis dengan kriteria seperti yang disebutkan di atas. Sang Author menempatkan gadis itu di dalam sebuah dunia bernama 'dunia novel'.
*****
Clara membuka matanya dan terkejut. Dia memandang sekelilingnya dan menjadi bingung, karena tiba-tiba dia berada di sebuah kamar apartemen mewah.
Layaknya gadis muda yang enerjik, dia segera beranjak dari tempat tidurnya dan hendak mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya.
Tetapi saat Clara akan bangun, dia merasakan sakit punggung yang luar biasa dan seperti ada sesuatu yang mengganjal dan bergerak-gerak di dalam perutnya.
"Hah? Apa ini?" kata Clara sembari memegang perutnya.
Clara melepas baju tidur yang ia pakai untuk memastikan apa yang terjadi pada perutnya.
"Hah, apa ini? Kenapa perutku membesar? Kenapa ada yang bergerak di dalam? Apa aku hamil?" tanya Clara tampak terkejut
Dia merasa baru saja mengalami nasib buruk, anehnya dia tidak dapat mengingat hal apapun. Clara juga sempat mengira ada seseorang yang telah menodainya, lalu pergi meninggalkannya begitu saja.
Bip Bip Bip... Sebuah ponsel berwarna pink yang terletak di samping tempat tidur berbunyi.
Perasaan ragu dan bimbang menyelimutinya. Perutnya yang membesar saja baginya sudah merupakan hal yang tak lazim. Terlebih lagi, di sampingnya terdengar bunyi ponsel, yang bahkan tidak jelas siapa pemiliknya.
Dengan memberanikan diri, Clara menerima telpon tersebut walaupun sebenarnya dia sedikit panik.
"Halo? Siapa ini?" tanya Clara
"Ini aku, The Beatrix" kata Author menggunakan suara pria untuk menyamarkan identitasnya.
"Siapa kamu?" tanya Clara
"Aku Author" kata Author
"Apa itu Author?" tanya Clara
"Sebenarnya aku adalah pengarang kisah hidupmu" kata Author
Lalu Clara menutup telponnya, karena dia menyangka bahwa si penelpon hanyalah orang yang mengada-ngada. Ini adalah reaksi yang normal jika seseorang sedang dilanda kepanikan.
"Dasar Clara, ditelpon malah ditutup, kenapa dia membangkang? Awas kamu nanti... Oh aku lupa, aku memang menciptakan Clara sebagai seorang gadis pembangkang. Berarti karakternya sudah cocok" gumam Author
Lalu Author menelpon Clara untuk kedua kalinya. Sebenarnya Clara tidak ingin menerima panggilan itu, tetapi dia tidak memiliki pilihan lain. Mungkin sang penelpon memiliki informasi tentang dirinya.
"Apa lagi???" tanya Clara dengan nada tinggi
"Kamu lagi ada di apartemenku kan?" tanya Author
"Oooo... Jadi ini apartemenmu?? Terus, kamu yang menghamili aku gitu?" tanya Clara
__ADS_1
"Bukan... Bukan... Dengarkan aku dulu. Kamu sebenarnya aku ciptakan sebagai gadis pembangkang yang cerdas" kata Author
"Gadis? Aku bahkan sudah bukan gadis lagi. Aku sudah dihamilin sama seseorang" kata Clara
"Aku yang membuatmu hamil" kata Author
"Jadi Kamu yang menghamiliku???" tanya Clara dengan nada tinggi
"Bukan begitu..., aku membuat kamu hamil... Tapi aku nggak menghamili kamu... Pokoknya kamu tau-tau sudah hamil" kata Author
"Kok bisa?" tanya Clara
"Dengarkan aku dulu... Kamu percaya, kalau aku seorang Author?" tanyaku
"Aku nggak percaya" kata Clara
"Kamu lagi nggak pakai baju kan?" kata Author
"Hah!! Kamu mengintip ya!!!" kata Clara sembari menutupi dadanya dengan cepat menggunakan baju tidurnya yang ia lepas.
"Aku nggak ngintip, aku justru sudah melihat kamu dari awal. Bahkan aku yang menggambar setiap lekuk tubuh kamu" kata Author
"Maumu apa?" tanya Clara
"Aku mau, kamu percaya bahwa aku seorang Author, aku akan memberimu sedikit gempa bumi, supaya kamu percaya" kata Author
Datanglah sebuah gempa berkekuatan 5.6 SR yang menjatuhkan guci dan beberapa lukisan dinding. Clara yang tidak pernah merasakan gempa sebelumnya, terlihat sangat ketakutan sehingga dia berpegangan pada ujung tempat tidur.
"Stop!!! Stop!!!" kata Clara
"Apa? Aku nggak dengar?" kata Author
"Stooooppp!!!" teriak Clara
Lalu Author menghentikan gempa yang hebat tersebut.
"Ditinggalkan suamiku? Aku bahkan belum pernah lihat wajah suamiku" tanya Clara
"Hmmm... Kamu benar juga..." kata Author
"Kamu ini gimana sih? Cepat kembalikan perutku seperti semula!!!" bentak Clara
"Semula? Pada mulanya memang sudah seperti ini Ra... 'Semula' yang bagaimana maksudmu? Nggak ada yang lebih 'semula' daripada ini" kata Author
"Kalau hamil itu, seharusnya ada pernikahan, bukan tau-tau sudah hamil seperti ini" kata Clara
"Ya sudah, kita mulai dari awal" kata Author
Lalu secara ajaib, tiba-tiba perut Clara mengecil. Hal ini menjadikan tubuhnya menjadi ringan. Walaupun Clara masih belum percaya dengan apa yang dialaminya, setidaknya dia sudah tidak lagi merasakan sakit punggung. Tetapi tanpa Author sadari, Clara justru berpikiran lain.
"Hei... Kemana bayiku? Kamu menggugurkan kandunganku??" tanya Clara
"Baru saja kamu bilang nggak menginginkan bayi. Kenapa kamu sekarang malah tanya?" tanya Author
"Tunggu dulu... Jawab aku!! Berapa umurku?" tanya Clara
"Kamu 23 tahun" jawab Author
"Jadi ceritanya kamu seorang Author nih?" tanya Clara
"Bukan 'ceritanya'... Aku memang Author... Sekarang dengarkan aku, ponsel berwarna pink yang sedang kamu pegang itu harus kamu jaga. Hanya itulah satu-satunya alat komunikasi kita" kata Author
"Tunggu dulu... Memangnya Author itu punya peran apa?" tanya Clara
"Aku pembuat keajaiban dalam hidupmu" kata Author
__ADS_1
"Aku nggak ngerti" kata Clara
"Begini... Ibarat kamu Aladin, aku Jin... Atau kamu Nobita, aku Doraemon" kata Author
"Tapi aku masih belum bisa percaya hal seperti ini" kata Clara
"Kamu sudah melihat gempa hebat, dan perutmu mengecil. Masih nggak percaya?" tanya Author
"Aku percaya... Tapi kenapa aku nggak punya memori tentang masa laluku? Apa aku hilang ingatan?" kata Clara.
"Kamu nggak hilang ingatan Ra... Ini karena kamu memang baru saja aku 'lahirkan' di dunia novel ini" kata Author
"Novel? Apakah ini berarti aku adalah karakter yang 'tidak nyata'?" tanya Clara
"Bagiku, kamu sangat nyata" kata Author
"Aku bener-bener pusing... Sebenarnya apa akhir dari perjalanan ini?" tanya Clara
"Akhir dari perjalanan ini, tentu saja novel ini akan tamat" kata Author
"Kalau tamat, berarti aku mati?" tanya Clara
"Kamu akan tetap hidup di hati para pembaca" kata Author
"Kalau begitu, tamatkan saja novelnya sekarang" kata Clara
"Baru juga chapter 1, sudah mau tamat... Kamu ini gimana? Kamu harus menjalani kehidupanmu dulu disini" kata Author
"Apa yang terjadi kalo aku nggak mau menuruti kata-katamu?" tanya Clara
"Kamu akan selalu menuruti kata-kataku" kata Author
"Nggak salah nih?" tanya Clara
"Tentu tidak" kata Author
"Setahuku, kamu kan Author yang sering menyiksa para karakter novelmu... Kamu lihat Rai di novelmu sebelumnya 'Malaikat yang Cacat'... Kasihan sekali" kata Clara
"Tapi happy ending kan?" kata Author
"Jangan-jangan, kamu mau bikin aku jadi menderita juga ya?" tanya Clara
"Menderita itu tergantung darimana kamu melihat sesuatu" kata Author
"Cukup Thor... Aku mau shoping dulu" kata Clara memotong pembicaraan
"Memangnya kamu punya uang? Aku belum mengisi saldo di rekeningmu" kata Author
"Ya sudah... Cepat isi saldonya... Kamu udah membuat aku hamil, jadi kamu harus menafkahi aku" kata Clara
"Kamu kan udah nggak hamil lagi... Jangan bercanda deh... Udah aku transfer 5 juta, untuk satu bulan" kata Author
"Hah? Cuma 5 juta???" tanya Clara terkejut
"Artinya kamu harus bekerja... 5 juta adalah biaya hidupmu selama satu bulan. Selebihnya aku nggak akan ngirimin kamu lagi... Aku bukan suamimu" kata Author
"Author pelit" kata Clara
"Kerja... Kerja... Kerja" kata Author
Lalu Sang Author menutup telponnya.
Jauh di dalam lubuk hati Clara, sebenarnya dia tidak begitu mempercayai kata-kata orang yang menyebut dirinya Author.
Clara juga merasa jika dirinya bukanlah seorang karakter novel, dan Author tersebut hanya menggunakan sebuah tipuan trik sulap untuk membuat gempa dan mengecilkan perutnya.
__ADS_1