Diatas Langit Masih Ada Author

Diatas Langit Masih Ada Author
Menyalahgunakan Wewenang


__ADS_3

Kondisi Clara saat ini sangatlah genting, dia seperti domba di tengah-tengah serigala yang lapar.


Dengan berbagai cara, Clara melempari para om mesum itu menggunakan segala benda yang ada, mulai dari kotak tisue, bantal sofa, hingga raket nyamuk.


Tetapi tidak ada satu lemparan pun yang berguna untuk melumpuhkan para om-om yang terlihat sedang mabuk itu.


Lalu mereka segera mendekat dan membuka kedua tangannya untuk 'menerkam' Clara.


"Aaaaaaa!!!" teriak Clara sambil menutup erat kedua matanya


Tetapi Clara merasakan ada sesuatu yang janggal. Dia tidak kunjung merasakan 'serangan' maupun sentuhan dari para om-om mesum tersebut.


Setelah membuka mata, Clara sangat terkejut bahwa para om itu terlihat sangat aneh. Mereka memang masih menunjukkan wajah mesum, tetapi mereka tidak bergerak sedikitpun.


Tidak hanya itu, barang-barang yang terakhir dilemparkan oleh Clara juga berhenti di udara, tidak ada gaya gravitasi yang menarik benda itu untuk jatuh ke lantai.


Secara tiba-tiba, muncul lah seorang pria berambut panjang dan sangar, dengan tato di kedua lengan yang terlihat, dari kaos lengan pendek berwarna hitam yang dia kenakan.


Pria itu mengenakan sepatu boot dan bergaya ala rocker, dengan rokok menyala yang ia jepit menggunakan kedua jarinya.


"Clara" kata pria tersebut, sembari duduk santai di sudut ruangan.


"Siapa kamu???" teriak Clara terkejut dengan kehadiran pria itu.


"Diam" kata pria itu


Seketika itu juga mulut Clara terkunci


"Dengarkan aku, aku The Beatrix... Orang yang selama ini menghubungi kamu. Aku menghentikan rotasi waktu untuk sementara... Aku mau menjelaskan berbagai hal... Kalau kamu mau diam, aku akan membuka mulutmu" kata Author


Clara hanya mengangguk untuk setuju.


"Janji?" tanya Author


Clara mengangguk berulang kali, dengan wajah ketakutan.


"Oke, sekarang kamu bebas..." kata Author


"Aaaaaaaa!!!!" teriak Clara sekali lagi


"Eh? Dasar gila... Dibilang jangan teriak" kata Author


Lalu Author berlari ke dapur, mengambil panci, dan memukulkannya pada kepala Clara berulang kali. Pang... Pang... Pang...


"Pingsan nggak... Pingsan nggak...." kata Author


Lalu Clara pun jatuh pingsan


Author yang kelelahan setelah memukuli kepala Clara segera duduk, dan menyeka keringat di dahinya. Seandainya saja Clara tidak berteriak, maka Author tidak akan melakukan hal itu.


Kemudian Author menggendong Clara yang pingsan untuk kembali ke kamarnya dan menidurkan di atas tempat tidurnya.


"Clara, bangun... Buka matamu" kata Author


Seketika itu juga, Clara membuka matanya.


"Aaaaahhh!!! Tolong jangan bunuh saya!!!" teriak Clara


Lalu sang Author menggunakan kuda-kuda dan berteriak "Juruss... panci... maut... Hiyaaaaa!!!" kata Author


"Ampun!!!" kata Clara sambil memejamkan mata dan mengangkat kedua tangannya untuk melindungi kepalanya


Panci itu berhenti tepat 10 cm di depan dahi Clara. Author ternyata tidak benar-benar serius akan memukulnya, dia hanya menggertak Clara agar diam.


"Makannya diam dulu... Aku mau ngomong sesuatu" kata Author


"Ya udah... Ngomong aja" kata Clara

__ADS_1


"Ini bukan dunia biasa... Ini adalah dunia novel. Dan kamu adalah maha karyaku Ra..." kata Author


"Trus?" tanya Clara


"Kamu harus menjalani kehidupanmu sebagai seorang tokoh utama di novel ini" kata Author


"Apa cerita novelnya udah dimulai?" tanya Clara


"Sebenernya udah... Dan ini udah masuk ke chapter 3, tapi pembaca belum juga melihat ceritamu... Karena kamu susah diatur" kata Author


"Ya udah... Tinggal tulis saja novelnya, repot amat" kata Clara


"Masalahnya... Kalau pemeran utamanya aja susah diatur seperti ini, novel ini nggak akan berjalan... Masa dari kemarin, ceritanya nggak maju-maju... Gimana mau lulus kontrak?" gumam Author


"Jadi... Aku beneran seorang karakter novel?" tanya Clara


"Iya... Makannya kamu nggak punya memori masa kecil, karena nggak ada flashback di novel ini" kata Author


"Boleh aku lihat sinopsisnya?" tanya Clara


"Nggak boleh... Sinopsis itu cuma buat para pembaca, sedangkan kamu itu karakter utama... Aku nggak mau, nanti kamu jadi seenaknya mengubah jalan cerita" kata Author


"Gimana sih? Masa karakter utamanya nggak boleh lihat sinopsis?" tanya Clara


"Mana ada, karakter novel yang membaca sinopsisnya sendiri? Kamu ngaco deh..." kata Author


"Dasar pelit" kata Clara


"Bukan pelit, biarkan aku yang mengatur semuanya... Kamu jalani aja kisahmu. Jangan melakukan sesuatu yang aneh-aneh lagi. " kata Author


"Ya udah, terserah apa katamu aja... kamu pergi sana... Aku mau tidur, besok hari pertamaku kerja" kata Clara


"Hmmm... bener juga ya... Ya udah deh... By the way, om-om tadi udah aku lenyapkan dari dunia novel ini, jadi mereka nggak akan ganggu kamu lagi" kata Author


"Kan kamu sendiri yang taruh mereka di depanku" kata Clara


"Trus kapan aku mau tidur? Kalo kamu disini" kata Clara


"Oke deh, aku pergi dulu... Bye sayang" kata Author


Lalu Author menghilang begitu saja.


Clara mengira bahwa dirinya sedang mengalami halusinasi yang parah. Tetapi mengingat bahwa kejadian ini sangat nyata, Clara tidak punya pilihan lain.


*****


Keesokan paginya Clara bangun dan bersiap-siap untuk berangkat kerja. Karena ini adalah hari pertamanya, dia harus tampil sempurna. Tetapi dengan terpaksa, dia harus menggunakan mobil pickup untuk berangkat kerja, karena Clara tidak mau berdesak-desakan di angkot.


Clara bekerja menjadi seorang sekretaris bos, yang merupakan anak dari pemilik rumah sakit tempatnya bekerja.


Sama sekali tidak disangka olehnya, ternyata anak dari sang pemilik rumah sakit tersebut sangatlah tampan. Namanya adalah Brian Zhang.


Brian berumur 27 tahun, berparas oriental, memiliki tinggi 183 cm dengan kulit putih, serta berambut pendek yang rapih. Tetapi sayangnya Brian sudah memiliki seorang kekasih yang bernama Ivana.


Seolah Clara ingin mencari perhatian, dia bekerja dengan sangat giat. Meskipun dia tidak diminta untuk membuatkan kopi, dengan inisiatif yang tinggi, Clara selalu membuatkannya kopi spesial.


Dengan insting pelakornya, Clara berusaha untuk membuat Brian jatuh cinta kepadanya dan segera meninggalkan kekasihnya. Tetapi sayangnya, Brian adalah seorang pria yang setia. Seorang yang tidak akan berpaling hati, hanya karena Clara memiliki paras yang lebih cantik daripada kekasihnya.


*****


Sepulangnya dari rumah sakit tempatnya bekerja, Clara tidak henti-hentinya memikirkan bagaimana caranya agar mendapatkan hati Brian.


Tiba-tiba Clara mendapatkan ide cemerlang untuk menghubungi Author.


"Halo Thor" kata Clara


"Tumben kamu hubungi aku, kenapa Ra?" tanya Author

__ADS_1


"Anu... Hehehe Kamu udah tau kan?" tanya Clara


"Iya aku tau... Kenapa? Ganteng banget ya, Bosmu?" tanya Author


"Gantengnya parah thoorrr" kata Clara


"Malah enak dong, kerja buat bos ganteng kan" kata Author


"Bukan gitu thor..." kata Clara


"Nah loh... Memangnya kamu mau ngapain? Jangan ngaco lagi" kata Author


"Memangnya kamu nggak bisa membuat Brian jatuh cinta ke aku?" tanya Clara


"Sudah kuduga... Enggak, enggak..." kata Author


"Kamu katanya mau bikin happy ending kan? Kalau aku nikah sama dia, lalu aku akan jadi pemilik rumah sakit... Apakah itu bukan happy ending?" tanya Clara


"Kamu itu jangan menggunakan kekuatan Author seenaknya" kata Author


"Kekuatan apanya? Orang tinggal ngetik, beres..." kata Clara


"Tapi aku udah punya PLOT cerita sendiri Ra... Jodohmu bukan dia" kata Author


"Gimana sih? Ini nggak boleh... Itu nggak boleh" kata Clara


"Jangan ngarang cerita... Aku udah punya happy ending sendiri buat kamu... Jadi jangan bikin happy ending menurut versimu sendiri" kata Author


"Kan keren thorrr... Seorang CEO yang jatuh cinta pada sekretarisnya" kata Clara


"Halah, cerita kaya gitu udah mainstream... Kamu kebanyakan baca Noveltoon sih... Ceritanya CEO-CEO mulu. Apa nggak bosen?" kata Author


"Ya udah, kalo kamu nggak mau... Aku juga nggak mau diatur... Aku mau jadi cewek 'nakal' aja... Nanti judulnya diganti jadi 'Clara sang wanita panggilan'... Keren tuh" kata Clara


"Dasar, cewek pembangkang" kata Author


"Emang... kamu kan yang bikin karakter pembangkang kan?" kata Clara


"Hmm... Iya juga sih" kata Author


"Tuh kamu akhirnya sadar juga" kata Clara


"Hoooiii... Fokus!!! Fokus ke jalan cerita" kata Author


"Bodo amat" kata Clara


"Ya sudah kalau begitu... Kamu maunya apa? Aku buat Brian jatuh cinta sama kamu? Oke!!!" kata Author kesal, dan ingin menyudahi perdebatan ini.


"Emang beneran bisa?" tanya Clara


"Kamu mau Brian putus dengan pacarnya kan?" tanya Author


"Jangan diputus" kata Clara


"Loh, trus? Katanya kamu mau jadi pacar Brian? Ya Brian harus putus dulu sama pacarnya..." tanya Author


"Jangan diputus... Tapi lenyapkan aja pacarnya, jadi sekarang status Brian jomblo... Dia nggak pernah punya pacar dari lahir... Ceritanya CEO yang jomblo sedang mencari cinta hahaha..." tawa Clara puas


Plok!!! Author menepuk dahinya.


"Yaampun Clara sayangku... ternyata kamu lebih jahat dari yang aku pikirkan. Padahal kamu itu seorang karakter protagonis loh... Apa kamu nggak malu sama kelakuanmu?" tanya Author


"Aku emang protagonis kok... nanti kalo aku kaya, aku mau membantu orang-orang miskin" kata Clara.


Plok!!! Author menepuk dahinya sekali lagi.


__ADS_1


__ADS_2