Diatas Langit Masih Ada Author

Diatas Langit Masih Ada Author
Cinta Lama


__ADS_3

"Kena kau!!!" kata Brian memukul tikus itu dengan pentungan yang ia bawa.


"Singkirin!!... Singkirin!!" teriak Author histeris


Tetapi Brian mendapatkan ide cemerlang untuk mencoba mengancam Author dengan menggunakan bangkai tikus yang dia bawa.


"Hayo lo... Hayo lo..." kata Brian sambil memegang ekor tikus dengan tangan yang terbungkus plastik.


"Brian!!! Kamu keterlaluan!!!" teriak Author


"Mana Ivanaku? Hehehe" kata Brian


"Sekali kamu lemparin tikus itu, kamu akan aku lenyapkan dari novel ini... Jangan lupa kalau aku adalah Author" kata Brian


"Iya... Iya... Hehehe, aku cuma bercanda Sist" kata Brian


Baik Clara maupun Author, kedua wanita ini tidak bisa diancam melalui kekerasan oleh Brian. Sebaliknya mereka justru bisa berbalik mengancam.


"Sebentar ya Sist, aku mau buang tikusnya dulu" kata Brian


"Buang sana..." kata Author


Setelah membuangnya di tempat sampah di depan rumah, Brian kembali pada Author yang sudah duduk di sofa ruang tamu.


"Duduklah Brian" kata Author


Brian terkejut, Author berbicara seolah-olah dialah pemilik rumah itu, dan Brian adalah tamunya. Tetapi faktanya, dunia novel ini adalah milik Author, jadi Authorlah yang berhak mengatur.


"Oh Baik, terimakasih Author" kata Brian sembari duduk di sofanya


"Brian, sejujurnya aku agak pusing sama Clara" kata Author


"Nah, Aku juga Thor... Berarti kita punya tujuan yang sama" kata Brian


"Apa maksudmu tujuan yang sama?" tanya Author


"Dia pernah melenyapkan Ivana... Aku mau gantian, dia yang dilenyapkan supaya impas" kata Brian


"Tidak bisa!!" tegas Author


"Kenapa Sist?" tanya Brian


"Aku cuma mengabulkan permintaanmu, hanya kalau permintaanmu masuk akal... Clara adalah karakter utama. Novel ini tidak bisa selesai tanpa dia. Aku akan mengembalikan Ivana, dan masalahmu akan selesai" jawab Author


Tiba-tiba Brian merasakan sakit kepala


"Arrghh Sist... Kenapa kepalaku sakit sekali?" tanya Brian


"Aku sedang mengembalikan ingatanmu dengan kekasihmu yang lama" kata Author


Ketika Brian sudah sembuh dan seluruh ingatannya telah kembali, dengan cepat ia meraih ponselnya dan menghubungi kekasihnya.

__ADS_1


Tuuuttt...


"Halo ada Apa?" kata Ivana lewat ponsel


"Ini beneran kamu sayang?" tanya Brian


"Ya iya lah, kenapa kok kamu tanya gitu? Ini udah jam 3 pagi... Kamu nggak tidur?" tanya Ivana


"Hah... Syukurlah... Kamu selamat, sayang" kata Brian


"Aku dari tadi di rumah kok. Emangnya kenapa? Kok kamu jadi aneh sih? Kamu abis mimpi apa?" kata Ivana


Pada saat Ivana lenyap, ingatannya terhenti. Tetapi saat dia muncul kembali di dunia novel, ingatan Ivana dan semua orang yang pernah bertemu dengannya akan kembali lagi mengikuti alur cerita, sehingga seolah-olah tidak pernah terjadi sesuatu, hanya sang 'pemohon permintaan' lah yang mengetahuinya.


Author memberikan kode agar Brian segera menutup telponnya. Brian pun mengangguk dan menuruti perintah Author.


"Sayang, besok siang aku telpon kamu lagi ya, I love you" kata Brian


"I love you, sayang... Aku tidur dulu ya..." kata Ivana


"Muach" kata Brian memberikan kecupan, lalu Brian menutup telponnya.


Brian terlihat sangat bahagia, karena ingatan dan cinta lamanya telah kembali. Sebaliknya ia jadi sangat membenci Clara, karena dia tega 'membunuh' kekasihnya. Untung saja, Brian berhasil mendapatkan ponsel Author. Jika tidak, maka selamanya Brian tidak akan mengetahui bahwa ia pernah memiliki kekasih sebelum Clara.


"Sist, aku nggak tau musti bilang apa... Aku tau, ucapan terimakasih saja nggak cukup... Berkat jasamu, Ivana udah kembali" kata Brian


"Tapi nantinya, kamu akan menikah dengan Clara" kata Author


"Hah? Kamu bercanda ya Sist? Nggak mungkin aku bakal nikah sama orang yang pernah 'membunuh' kekasihku" kata Brian


"Pokoknya aku nggak mau... Lebih baik aku nikah sama kamu aja Sist... Daripada sama Clara" kata Brian


"Enak aja... Kamu itu ciptaanku" kata Author


"Pokoknya jangan Clara deh sist... Aku mohon... Dikasih gratis pun aku nggak mau... Bahkan dibayar pun aku juga nggak mau... Masih lebih baik aku nikah sama singa yang tadi juga nggak apa-apa, yang penting jangan sama Clara" kata Brian


"Takdirmu, aku yang menentukan... Bukan kamu" kata Author


Brian tertunduk dan memegangi kepalanya dengan erat menggunakan kedua tangannya, tanda dia sangat tertekan. Karena harus menikahi orang yang paling dia benci.


"Brian, satu lagi... Kamu harus mengembalikan HP itu kepada sang pemeran utama. Agar aku bisa menuntun Clara untuk menjalani kisah hidupnya" kata Author


"Aku nggak bisa Sist... Aku nggak mau kehilangan Ivana untuk yang kedua kalinya... Biarkan aku yang pegang HP ini... Aku jamin akan aman" kata Brian


"Ya udah deh kalo gitu, untuk sementara... Jaga baik-baik HPku yah" kata Author


"Terimakasih banyak Sist, Aku nggak akan lupa jasamu... Oh iya... terimakasih juga karena telah bikin rumahku berantakan hehehe..." kata Brian


"Kamu juga udah membuat apartemen Clara berantakan kan? Itu namanya karma, Brian..." kata Author


"Hehehehe... Iya deh" kata Brian

__ADS_1


Lalu Author menghilang...


Brian sekarang mengerti. Author bukanlah seseorang yang bisa dia perintah sesuka hati seperti Jin di dalam lampu Aladin. Tetapi Jika Brian memiliki permintaan yang masuk akal, dan tidak mengubah jalannya cerita, dengan sedikit negosiasi yang baik, maka permintaannya akan terkabul.


Sebaliknya Clara lebih mengedepankan emosi dalam meminta sesuatu, dan hal itu kadang membuat emosi Author sedikit meluap saat menghadapi Clara. Tetapi menurut Author, keduanya sama saja merepotkannya.


*****


Keesokan paginya, Clara bekerja seperti biasanya tanpa sedikit pun menunjukkan wajah yang gelisah.


Sebenarnya di dalam hati kecilnya, Clara merasa sangat khawatir. Bagaimana tidak? Hidupnya sangat tergantung pada Author, sementara The Beatrix tidak dapat dihubungi lagi.


Tetapi jika Clara menunjukkan wajah yang gelisah, artinya Brian 'menang' atas Clara. Dia tidak ingin itu terjadi, dan sebisa mungkin Clara bersikap seolah-olah dia memiliki 'senjata rahasia' lain, padahal tidak.


Seorang rekan kerja Clara datang kepadanya


"Clara, Pak Brian mau ketemu sama kamu di ruangannya" kata rekan kerja Clara


"O ya? Ada apa?" tanya Clara


"Aku nggak tau, Clara... Kamu kesana aja" kata rekan kerja Clara


"Oke" kata Clara


Perlahan-lahan dia buka pintu ruang kerja Brian


"Duduklah Clara" kata Brian


"Baik Pak, terimakasih" kata Clara


Brian segera mengeluarkan sebuah amplop panjang berwarna cokelat dari laci meja kerjanya.


"Kamu aku kasih surat cinta, silahkan dibaca" kata Brian tersenyum licik


Clara membuka amplop itu, dan mengeluarkan sebuah kertas yang berada di dalamnya. Kertas itu bertuliskan...


"Sehubungan dengan kinerja yang tidak memenuhi standart, dengan ini Rumah Sakit Grace Health melakukan pemutusan hubungan kerja secara tidak hormat, kepada saudari Clara Olivia sebagai tenaga administrasi."


"Apa maksudnya? Kamu memecat aku Brian?" tanya Clara terkejut


"Kan kamu yang minta dipecat kemarin, aku cuma menuruti apa maumu" kata Brian tersenyum licik


Brian sudah menghidupkan kembali Ivana, dan mendapatkan ponsel Author. Maka saat ini adalah saat yang tepat bagi Brian untuk membalas perbuatan Clara yang sudah kelewatan. Sudah tidak ada lagi yang Brian takutkan, jika Clara hanya 'seorang diri'.


"Tunggu dulu... Pasti kamu yang mencuri HPku kan? Kembalikan!!" kata Clara


"Aku mencuri HPmu? sebentar ya... Aku hubungi dulu..." kata Brian sambil mengeluarkan ponsel miliknya untuk menghubungi ponsel Clara


Ting Tong... HP Clara berbunyi dalam saku blazer yang ia kenakan.


"Tuh... HP kamu masih ada... Bisa-bisanya kamu nuduh aku mencuri HP kamu... Ini adalah tuduhan yang serius Clara... Dan aku bisa melaporkan kamu ke polisi" kata Brian

__ADS_1


Brian harus bersikap seolah-olah dia tidak tahu apa-apa tentang ponsel Author. Tetapi dengan petunjuk yang ada, Clara sangat yakin bahwa yang merampok rumahnya semalam adalah Brian.


Clara terlihat sangat kesal. Dia tidak bisa mengatakan pada Brian jika yang dia maksud adalah ponsel Author. Karena Clara tidak memiliki bukti jika Brian lah yang mengambil brankasnya.


__ADS_2