
Clara bekerja dengan perasaan yang sangat canggung. Rekan kerjanya pun menganggap aneh hal ini, yang biasanya Brian dan Clara sangat aktif berkomunikasi, tetapi hari ini mereka berdua terlihat begitu berbeda.
Clara memasuki ruangan Brian dengan membawa sejumlah berkas.
"Pak, bisa minta tolong tanda tangan disini? berkasnya sudah saya periksa" kata Clara pada Brian
"Taruh saja disitu" kata Brian sambil menunjuk ujung meja hanya dengan menggunakan dagunya.
Karena Clara lupa menutup pintu ruangan Brian. Reaksi Brian juga mencuri perhatian beberapa rekan kerja Clara yang melihat dan mendengar pembicaraan mereka.
"Eh, Pak Bos kenapa tuh? Mereka lagi berantem ya? Hihihi" kata salah seorang rekan kerja Clara.
Ucapan dari rekannya yang agak keras, tidak sengaja terdengar oleh Clara dan membuatnya semakin canggung.
Untuk menghindari gosip, Clara menutup pintu dari dalam, agar orang lain tidak dapat mendengar percakapan mereka.
"Brian... Tolong dengerin penjelasanku" kata Clara
"Clara, saya minta tolong, kamu keluar aja... Saya lagi sibuk" kata Brian sambil terus menatap monitor laptop.
"Aku mau kita ngobrol setelah pulang kerja" kata Clara
"Nggak ada lagi yang perlu kita obrolin" kata Brian
"Aku nggak minta kita balikan lagi kok... Aku cuma mau kita ngobrol serius, untuk terakhir kalinya... Setelah itu, terserah kamu" kata Brian
"Kalau kamu berbicara terus, aku bisa memilih sekretaris lain untuk menggantikan kamu" kata Brian
Clara terkejut, dan seketika wajahnya menjadi sangat kecewa dengan jawaban Brian yang sama sekali tidak mau mendengarkan penjelasannya.
"Baik Pak, maaf sudah mengganggu waktunya" kata Clara
Lalu Clara membuka pintu dan segera meninggalkan ruangan Brian dengan wajah yang sedih. Tersebarlah gosip diantara karyawan, bahwa hubungan mereka sudah berakhir.
Walaupun perasaan Clara tidak dapat disembunyikan, Clara menyadari bahwa dirinya harus bersikap profesional dalam pekerjaannya, tanpa melibatkan hubungan pribadi.
Clara harus kembali pada kehidupan yang nyata, dimana setiap kali dia mau pulang, dia harus menggunakan mobil pickupnya yang sudah terparkir berhari-hari di halaman rumah sakit. Tentu saja, karena Clara sudah tidak lagi menebeng Brian, dengan mobil mewahnya.
"Hai cantik, aku kembali... Maaf ya udah cuekin kamu berhari-hari" kata Clara kepada mobilnya di parkiran, karena tiba-tiba timbul rasa rindu pada mobil pickup pemberian Author yang sudah pernah dia 'buang' hanya karena Brian.
"Kita pulang yuk, semoga kamu nggak mogok di jalan" kata Clara pada mobilnya
Dengan tomboynya, Clara menggerakkan tuas persneling, dan menjalankan mobilnya.
Tepat di pintu gerbang rumah sakit, Brian melihat Clara yang berada di dalam mobilnya, sedang mengantri menyerahkan kartu parkir. Seakan tidak percaya bahwa selama ini Clara menaiki mobil pickup untuk bekerja, membuat Brian penasaran pada kepribadian Clara, dan menghampirinya.
Walaupun mereka berdua pernah pacaran, tetapi mereka tidak pernah mengenal kepribadian masing-masing dengan baik. Alur hubungan mereka tidaklah normal, dikarenakan perbuatan Author yang membuat Brian tiba-tiba jatuh cinta kepada Clara, tanpa melalui proses pendekatan.
__ADS_1
Sebenarnya semua itu bisa terjadi karena ulah Clara sendiri, yang tidak mau diatur oleh Author. Akibatnya alurnya jadi terbalik, Sekarang Brian baru merasakan penasaran kepada sosok Clara, dan ingin mengenalnya lebih dalam.
"Hei Clara" kata Brian
Clara terkejut dengan kehadiran Brian di sisi kanan mobilnya. Walaupun dia malu karena Brian melihatnya mengendarai mobil bak, terpaksa dia harus membuka kaca jendelanya. Bagaimanapun juga, Brian adalah atasannya, dan Clara harus selalu bersikap sopan.
"Iya pak, ada apa?" kata Clara
"Ini mobilmu?" tanya Brian
"Iya pak... Kenapa? Jelek ya? Hehehe" tanya Clara
"Enggak kok, bagus... Kamu tomboy juga ya" kata Brian
"Jadi kaya tukang bangunan ya Pak, hehehe..." kata Clara
"Enggak lah" kata Brian
"Duluan ya Pak" kata Clara ingin menyudahi pembicaraan
"Tunggu dulu, katanya kamu mau ngomong sesuatu tadi" kata Brian
"Katanya tadi bapak nggak mau ngobrol" kata Clara
"Tadi kan saya lagi sibuk" kata Brian
"Di restoran aja, saya yang traktir" kata Brian
"Naik mobil ini Pak?" tanya Clara
"Emangnya kenapa? Saya nggak boleh nebeng?... Kamu aja boleh nebeng mobil saya kok... Masa saya nggak boleh nebeng mobil kamu, jangan pelit" kata Brian
"Oh, ya udah... Naik Pak, hehehe" kata Clara
"Kamu geser ke sebelah, biar saya yang nyetir aja" kata Brian
"Oh, ya udah boleh... Kalau bapak yang minta" kata Clara
Lalu Brian menyetir mobil pickup Clara tanpa ada rasa ragu sedikitpun, seolah-olah Brian sudah mahir menggunakan mobil semacam ini.
"Kirain Bapak nggak mau naik mobil ginian, ternyata bapak jago juga, hehehe" kata Clara
"Kamu jangan remehin saya, kalo cuma mobil kaya gini sih, saya dulu juga pernah pakai" kata Brian
"Kapan Bapak pernah pakai mobil kaya gini?" tanya Clara
"Panggil 'Brian' aja, jangan panggil 'bapak'. Kita udah di luar jam kerja" kata Brian
__ADS_1
"O gitu, oke deh Brian... Kapan kamu pakai mobil pickup?" kata Clara
"Dulu kan saya pernah hidup susah" jawab Brian
Sontak jawaban Brian membuat Clara terkejut. Kehidupan masa lalu Brian sama persis dengan yang apa yang pernah dikatakan oleh The Beatrix. Clara langsung menyadari bahwa Author bukanlah orang sembarangan.
Memang tidak mudah Bagi Clara untuk mempercayai bahwa The Beatrix benar-benar memegang kendali atas kehidupannya. Rasa pengakuan itu tidak langsung datang begitu saja.
Di dalam mobil pickup, Brian merasakan sedikit panas karena AC mobil tidak berfungsi dengan baik. Brian melepaskan kemejanya dan hanya menggunakan kaos yang sudah terlebih dahulu dipakainya sebelum kemeja.
Seolah tidak percaya, Clara baru mengetahui bahwa Brian bukanlah orang yang jaim. Bahkan saat ini Brian benar-benar terlihat seperti seorang tukang bangunan.
"Kenapa kamu ngeliatin aku seperti itu? Kamu belum pernah lihat sopir angkot ya?" tanya Brian
"Hahaha... Enggak kok, aku cuma kaget aja. Abisnya kamu kan anak pemilik rumah sakit, tapi kamu nggak malu naik mobil kaya gini" kata Clara
"Nanti aku ceritain semuanya, soal masa lalu keluargaku" kata Brian
"Nggak perlu Brian, aku udah tau kok" kata Clara
"Tau dari mana?" tanya Brian
"Justru itu yang aku mau obrolin sama kamu" kata Brian
"Hmm... Menarik" kata Brian
Sesampainya di sebuah restoran mewah, mereka segera duduk dan datanglah pramusaji untuk mencatat menu pesanan mereka.
Sambil menunggu pesanan, mereka berdua mulai ngobrol.
"Brian... Aku mau ngomong sesuatu ke kamu. Sebenarnya aku sama sekali nggak gila" kata Clara
"Hmmm... Kalo nggak gila, lalu kenapa kamu kemarin tiba-tiba minta dihamilin?"
"Akhir-akhir ini, aku memang jadi sedikit aneh, karena aku baru saja menyadari ada yang salah dengan dunia ini, Brian" kata Clara
"Hmmm... Dunia ini memang nggak adil. Dulu aku juga pernah berpikir seperti kamu" kata Brian
"Bukan Brian... Bukan..." kata Clara sambil menggeleng-gelengkan kepala dengan mata yang berkaca-kaca.
"Clara, kamu tenang dulu...." kata Brian
"Aku nggak bisa tenang Brian... Tolong kamu pahami aku dulu... Dunia ini bukanlah dunia nyata. Ini adalah dunia Novel... Kita juga bukan manusia, tapi kita cuma karakter novel..." kata Clara.
Tanpa dia sangka, Brian mengucapkan sebuah jawaban yang mengejutkan.
"Iya... Aku udah tau kok" kata Brian
__ADS_1