Diatas Langit Masih Ada Author

Diatas Langit Masih Ada Author
Kekasih Khayalan


__ADS_3

"Jadi kamu maunya jadian secara instan, begitu?" tanya Author


"Ya enggak dong" kata Clara


"Trus?" tanya Author


"Aku maunya ditembak dengan cara romantis" kata Clara sambil tersipu malu


"Woiii... Authornya kok jadi kamu? Aku Authornya!!!" kata Author kesal


"Ya udah, pokoknya intinya begitu... Kalo kamu emang Author, tunjukkan kesaktianmu... Katanya kamu Doraemon" kata Clara


"Tapi habis ini, kamu nurut sama aku ya" kata Author


"Iya deh janji" kata Clara


Lalu Clara menutup telponnya dengan tiba-tiba. Author hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala melihat kelakuan karakternya. Terpaksa Author harus mengubah jalan ceritanya lagi.


*****


Keesokan harinya, Clara bekerja tidak seperti biasanya. Dia hanya fokus untuk memikat hati Brian. Sebaliknya, tiba-tiba hati Brian bergetar melihat Clara.


Akibat perbuatan Clara, alur cerita novel ini menjadi sangat aneh, mana mungkin ada pria yang tiba-tiba jatuh cinta kepada seorang gadis hanya dalam waktu 2 hari?


"Clara, kamu terlihat cantik sekali hari ini" kata Brian


"Ahh Bapak, jangan seperti itu... Nanti pacar bapak marah" kata Clara sambil tersipu malu.


"Pacar? Saya terlalu sibuk kerja. Jadi saya nggak pernah punya pacar" kata Brian


"Masa sih Pak?" tanya Clara


"Iya, memangnya kenapa, Clara?" tanya Brian


"Trus, Ivana siapanya Bapak?" tanya Clara


"Ivana? Memangnya siapa dia?" tanya Brian kebingungan


"Itu loh... Pacar bapak, namanya Ivana" jelas Clara.


"Saya nggak pernah punya pacar, Clara" kata Brian


Sontak hal itu membuat Clara terkejut. Ternyata Author benar-benar 'melenyapkan' Ivana. Seketika perasaan Clara tercampur aduk, senang sekaligus sedih.


Clara senang karena ternyata semuanya berjalan sesuai rencananya, dan orang yang mengaku bernama The Beatrix itu adalah benar-benar seorang Author, sehingga Clara merasa bisa melakukan apa pun di dunia novel ini dengan bantuannya.


Tetapi sebaliknya, Clara justru sedih. Karena dia menyadari bahwa ternyata dirinya benar-benar hanyalah seorang karakter novel fiksi, yang diciptakan oleh The Beatrix. Artinya, baik Clara maupun Brian, mereka tidak pernah ada di dunia nyata.


Rasa sedih ini membuat wajahnya menjadi terlihat kosong menatap Brian, dengan mata yang berkaca-kaca.


"Clara, kamu kenapa?" kata Brian


Lutut Clara menjadi lemas dan terjatuh. Dengan sigap, Brian segera menopang Clara dengan kedua tangannya.


Seharusnya ini menjadi adegan yang romantis, tetapi hati Clara menjadi sangat sedih ketika menyadari bahwa adegan romantis ini hanyalah adegan yang memang dirancang oleh The Beatrix dalam sebuah novel. Segalanya tampak palsu di mata Clara.


Brian yang menyadari ada sesuatu yang tidak beres dengan hati Clara, segera memeluknya.


Dengan histeris, Clara menangis sejadi-jadinya dalam dekapan Brian. Clara juga memeluk Brian dengan sangat erat, karena hanya dialah orang yang paling dekat dengan Clara saat ini. Atau lebih tepatnya, hanya Brian lah satu-satunya 'karakter' novel yang memungkinkan untuk Clara menumpahkan segala perasaannya.


Disaat keduanya timbul perasaan saling memiliki satu sama lain, tiba-tiba Brian mengatakan.


"Clara, apa kamu mau jadi kekasihku?" tanya Brian

__ADS_1


Di lain 'dunia', Sang Author memantau kisah mereka dari 'dunia nyata'. Author merasa ikut sedih, dan ingin rasanya menenangkan hati Clara yang sedang galau.


Author bertanya-tanya, apakah setelah Clara menyadari kenyataan ini, dia masih mau menerima 'cinta semu' itu?


Tetapi jawaban Clara sangat mengejutkan.


"Ya jelas dong Brian... Aku mau jadi pacarmu... Cuma orang gila aja, yang nggak mau jadi pacar kamu hehehe" kata Clara sambil tersenyum lebar


Hah??? Author sangat terkejut, mulutnya terbuka lebar, seolah tidak percaya. Karena baru beberapa detik yang lalu Clara menangis secara histeris. Seolah-olah dia mudah melupakan kesedihannya.


*****


Sepulangnya Clara di apartemen, dia langsung menghubungi Author


"Halo Thor..." kata Clara


"Iya Claraku" kata Author


"Makasih ya Authorku... Ternyata kamu emang bener-bener seorang Author" kata Clara


"Dan kabar buruknya, kamu bener-bener seorang karakter novel" kata Author


"Nggak masalah tuh... Aku nggak peduli" kata Clara


"Loh... Kok kamu biasa aja sih? Padahal kamu tau kalo semua itu 'nggak nyata'. Brian juga cuma karakter novel" kata Author.


"Bagiku sama aja kok Thor... Kucing kawin sama kucing... Manusia nikah sama manusia... Karakter novel, harus nikah sama karakter novel juga" kata Clara


"Ehhh... Anu... Iya sih...." kata Author


"Kenapa emangnya Thor?" tanya Clara


"Nggak apa-apa... Aku cuma nggak nyangka kalo kamu bisa berpikir sejauh itu Ra..." kata Author


"Aku hebat kan..." kata Clara


"Selanjutnya... Apa aku bisa menguasai dunia?" tanya Clara


"Tuh kan... Kamu mau aneh-aneh... Kamu mencoba mengubah PLOT cerita lagi... Aku nggak akan bisa kamu kendalikan lagi, Ra" kata Author


"Kamu kan milikku Thor" kata Clara


"Kebalik, sayang... Kamu yang milikku... Aku bukan milikmu" kata Author kesal


Author merasa dia harus berhati-hati dengan karakter novel bernama Clara ini. Sepertinya Clara juga ingin menjadi Author dalam novelnya sendiri. Jika itu terjadi, maka antara Author dan karakter novelnya akan saling tarik-menarik jalan cerita.


"Trus, mobilmu kenapa ditinggal?" tanya Author


"Kan malu Thor... Kalo sampe Brian lihat, aku bekerja pake mobil bak" kata Clara


"Loh, Trus besok pagi kamu berangkat pake apa?" tanya Author


"Kan aku dijemput Brian, besok tinggal aku telpon Brian... Kan kita udah jadi sepasang kekasih. Masa dia nggak mau jemput aku sih?" kata Clara


"Lah, trus mobil yang aku kasih gimana kabarnya?" tanya Author


"Buang aja Thor, aku nggak butuh lagi hehehe" kata Clara dengan mudahnya.


"OTW tepok jidat dulu" kata Author


"Hahahahaha" tawa Clara


*****

__ADS_1


Memang benar, keesokan harinya Brian menjemput Clara dengan mengendarai mobil mewah. Mereka sudah benar-benar seperti sepasang kekasih. Tetapi kinerja Clara kian hari, kian menurun.


Hanya karena dia berpacaran dengan anak pemilik rumah sakit, Clara merasa bahwa semua karyawan adalah 'bawahannya'.


Clara seakan semakin ingin 'memperkuat posisinya' di rumah sakit tempatnya bekerja, dengan mengupload foto-foto selfienya dengan Brian di instagram. Clara pun juga memaksa Brian untuk mengupload foto mereka di media sosial, agar seluruh rekan kerjanya mengetahui 'status' mereka.


Di jam istirahat, Brian mengajak Clara untuk makan siang berdua di food court rumah sakit.


Brian yang seharusnya bahagia, bisa makan siang bersama kekasihnya malah justru menunjukkan wajah yang serius. Tetapi Clara belum menyadari akan perubahan kinerjanya.


"Sayang" kata Brian


"Iya" jawab Clara


"Aku dengar kamu beradu argumen dengan OB (Office Boy) ya?" tanya Brian


"Iya, habisnya dia kerjanya nggak bener" kata Clara


"Sayang, kamu nggak boleh ngomong seperti itu. Kita memang pacaran, tapi kita semuanya adalah karyawan disini, kamu nggak perlu sampai bentak-bentak dia" kata Brian


"Dia itu, kalo nggak dibentak, nggak bakal ngerti" kata Clara


"Sayang, aku belum tentu jadi pewaris rumah sakit ini di masa depan" kata Brian.


"Kamu pasti jadi pewarisnya kok, aku jamin" kata Clara


Clara memang terlewat pede, hanya karena merasa sang Author ada di pihaknya, dia merasa bisa melakukan apa pun. Tetapi Author juga tidak selamanya bisa dipermainkan oleh karakter ciptaannya.


"Tapi aku nggak tahan, sama sikapmu" kata Brian


"Apa ini berarti kita akan putus?" tanya Clara


"Kalo kamu terus-terusan begini, mungkin aja kita putus" kata Brian


"Apa kamu bilang?" tanya Clara terkejut


Seketika itu juga raut wajah Clara berubah menjadi sedih. Brian yang tidak memiliki pengalaman menghadapi wanita yang sedang bersedih, langsung menyerah.


"Ya udah sayang, aku minta maaf ya... Kita nggak putus kok" kata Brian


Tetapi sepertinya Clara jauh lebih pintar daripada Brian. Clara ingin 'mengikat' perjanjian dengan Brian agar Brian tidak 'kemana-mana'.


"Kasih bukti ke aku, kalo kamu nggak akan ninggalin aku" kata Clara


"Oke, malam ini juga aku akan buktikan" kata Brian


"Buktikan?" gumam Clara dengan wajah yang bingung.


Namun Clara tidak begitu menghiraukannya, dan melanjutkan menyantap hidangan


*****


Setelah jam kerja selesai, sesuai janjinya, Bagaikan tuan dan nyonya, Brian mengajak Clara ke sebuah Hotel mewah.


Mereka berdua memasuki kamar, dan menutup pintunya.


"Kenapa kamu bawa aku kesini?" tanya Clara


"Sesuai janjiku, aku akan membuktikan 'cintaku' disini" kata Brian.


"Apa maksudmu?" tanya Clara


"Kita akan 'making love' malam ini" kata Brian

__ADS_1


"Tunggu dulu... maksudmu kita akan 'berhubungan'?" kata Clara



__ADS_2