Dibuang Suami Dinikahi Duda

Dibuang Suami Dinikahi Duda
Chapter 10


__ADS_3

Dion tidak mengerti, mengapa ia bisa sepeduli ini terhadap kasus Dinda. Bahkan ia rela Meluangkan waktunya untuk terjun sendiri ke lokasi, demi mencari tahu kebenarannya.


Seperti malam ini...


Dion melajukan Mobilnya ke salah satu Hotel Berbintang yang ada di Surabaya, untuk bertemu seseorang yang diketahui merupakan mucikari yang telah membeli Dinda malam itu.


"Hay, Madam.


Thank's, karna sudah mau meluangkan waktu untuk menemuiku. Perkenalkan, Aku Dion Bagaskara" sapa dion.


"Ya Ampun, Siapa sih yang Nggak kenal sama kamu. Cuma, Tumben aja kamu mau pakai anak madam. Biasanya pakai punya Sebelah. Memangnya tidak apa-apa?" tanya madam. Sebab, ia tak ingin terkena masalah.


"Hmm, Aku lagi pengen ngerasain yang baru aja madam." ucap dion mulai melancarkan niatnya untuk menjebak Wanita itu.


"Baiklah. Kamu mau yang seperti apa?" tanya madam sembari mengeluarkan deretan Foto wanita yang ada di ponselnya, untuk dion pilih sendiri.


"Aku ingin yang istimewa Madam, tapi sepertinya tak ada disini." ucap Dion sembari mengembalikan ponsel itu pada pemiliknya.


"Astaga, mereka semua cantik-cantik loh. Masa iya nggak ada yang nyantol? Memangnya kamu mau gadis yang seperti apa? Apakah yang masih perawan?" tanya madam lagi


"nggak madam. Nggak ada yang menarik perhatianku, sudah kubilang aku mau yang istimewa. Aku dengar, dia adalah salah satu anak madam, itu sebabnya aku menghubungimu." Jawab dion


"Aku dapat rekomendasi dari teman aku, madam. Katanya, dia sangat menawan. Aku jadi penasaran" ucap dion lagi sambil Mengusap-usap dagunya.


"Masa Sih? Tapi semua anak Madam, udah madam kasih tau ke kamu loh. Astaga, Apa kamu punya fotonya?" Tanya madam Dengan Raut sedikit kecewa.


Merasa punya peluang, Dion pun segera mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan foto dinda kepada wanita itu.


Seketika wajah Madam Queen berubah suram. Dion yakin jika wanita paruh baya itu merasah bersalah atau mungkin saja ia tengah menyembunyikan sesuatu.


"Ada apa madam? Apa dia benar anak asuh Madam?" tanya dion lagi.


"Aduh, gimana ya? Jangan yang ini lah, Madam telah melakukan kesalahan padanya. Dia bukan wanita yang bisa dibeli. Dia tidak seperti itu!" ucap Madam Queen gugup.


"Tidak seperti itu? Maksudnya bagaimana?" dion semakin bersemangat untuk menguak kebenarannya.


"Jujur saja, madam sangat berdosa padanya. Madam memang orang yang kotor, tapi madam bukan penipu. Dia bukan Kupu-kupu malam Dion. Dia wanita baik-baik. Hanya saja, dia kurang beruntung karna dipertemukan dengan keluarga licik." jawab Madam Queen merasa bersalah.

__ADS_1


"Maksud madam apa? Kenapa madam terlihat resah begini?


Apakah dia tidak menjual diri? Atau apakah dia dijual atau semacamnya?" tanya dion lagi, mencoba mengorek keterangan dari wanita paruh baya itu.


"Aku pikir dia dijual karena dia sendiri yang mau. Tapi ternyata dia dijual karena si penjual ingin menceraikannya dan menguasai hartanya. Anak itu ternyata sangat kaya. Suami dan mertuanya membuat rencana gila itu untuk menyingkirkannya. Aku merasa sangat bersalah. Andai aku tahu dari awal, aku tak akan membatu rencana busuk mereka" jawab madam Queen.


Dion menyunggingkan senyum, sebab tujuannya ketempat itu membuahkan hasil. Wanita paruh baya itu tidak mengetahui jika perbincangan mereka telah direkam oleh dion. Sebab, rekaman itu adalah senjatanya untuk merebut kembali semua yang seharusnya dinda miliki.


"Ya Tuhan, kasihan sekali dia. Padahal dia sangat cantik, Bahkan temanku sampai merekomendasikannya. Sayangnya Uangku tak berlaku untuknya. Bodoh sekali suaminya." ucap dion lagi.


"Kamu benar. Dia adalah korban dari keegoisan suami dan juga mertuanya. Mereka ingin memiliki keturunan, namun wanita itu tak kunjung hamil. Itu sebabnya mereka membuang wanita cantik itu" ucap Madam Queen lagi.


Dion Kaget bukan main. Baginya, ini adalah kasus yang cukup kejam. Seorang wanita dibuang hanya karna mandul? Sungguh sangat tidak ber prikemanusiaan.


"Mandul? Apa madam yakin?" tanya dion masih tak percaya.


"Astaga, Buat apa aku bohong. Madam juga mengetahui ini belum lama. Dan Gilanya lagi, Suaminya itu Ternyata sudah sejak lama mengajukan perceraian mereka secara diam-diam. Hakim hanya butuh Bukti agar pengajuan perceraian itu disetujui. Gila nggak?" jawab Madam Kesal.


...****************...


Dion Berencana memberitahu semuanya kepada dinda. Namun..


"Ah, tapi dia itu sangat Bodoh. Walaupun dia tahu, dia juga tak bisa berbuat apa-apa. Sebaiknya aku diamkan saja wanita bodoh itu, Biar aku saja yg memberikan pelajaran kepada kedua ular itu" Gumam dion.


Dion sangat Paham. Wanita itu bukan orang yang pendendam. Dia adalah tipe wanita yang diam saja saat di zolimi. Menyedihkan sekali.


Puas dengan Fikirannya sendiri. Akhirnya dion memutuskan untuk beristrirahat dikamarnya. Namun, saat hendak beranjak dari tempat duduk, ponselnya berdering.


"Bagaimana? Apa ada info penting?" tanya dion tanpa basa-basi.


"Sepertinya, Bella terlibat , bos." jawab pria diseberang telfon itu.


"Bella? Jadi .." dion menghela nafas berat. Dia tahu, Bella adalah wanita yang pernah menipunya setahun yang lalu. Dion tak memperkarakan kasus itu, sebab bella telah mengembalikan uang yang ia curi. Ya, Bella adalah mantan sekretaris pribadi dion.


"Awasi dia, jangan sampai Lolos" perintah dion.


"baik, bos." jawab orang tersebut, lalu obrolan berakhir.

__ADS_1


Dion menghela nafasnya dalam-dalam. Dia tak menyangka akan berurusan lagi dengan wanita yang hampir menghancurkan binsisnya. Dan kini, wanita itu kembali dengan membawa masalah yang lagi-lagi berkaitan dengan dirinya.


"Dia memang biang masalah. Lihat saja nanti, akan ku remas kepalanya" ucap dion geram.


Tak ingin berlarut-larut dalam masalah, Dion kembali ke kamarnya untuk benar-benar ber istirahat.


...****************...


Keesokan harinya..


Raka menangis tak ingin pergi ke sekolah. Dia malu karena tak bisa mengikuti kegiatan sekolah. Sebab, kegiatan sekolah hari ini mewajibkan bocah itu untuk datang bersama ibunya. Karena tema kegiatan hari ini adalah, kekompakan ibi dan anak.


"Kenapa kamu terlihat khawatir? Mana raka? Kenapa belum siap?" tanya dion pada pengasuh raka.


"Maaf, pak. Dek Raka ngambek, nggak mau sekolah." Jawab Lala jujur.


"Kenapa? Apa masalahnya?" tanya dion heran.


Lala pun akhirnya menjelaskan kepada ayahnya raka Sedetail-detailnya. Tak kurang, tak lebih.


"Sudah kubilang, Wanita itu memang biang masalah!" ucap dion kesal.


"Maafkan saya, pak. Semalam saya sudah menawarkan pada dek raka untuk menghubungi kak dinda. Tapi dek raka nggak mau, katanya takut sama, bapak." ucap lala jujur.


"Apa? Berani sekali kamu mengusulkan hal bodoh seperti itu. Astaga, kamu dan wanita itu sama saja." dion berkacak pinggang, kesal.


"Maafkan saya, pak. Saya fikir, itu solusi terbaik saat ini." jawab lala lagi dengan kepala menunduk.


Dion terdiam sesaat. Mencoba mencari solusi untuk masalah ini.


"Apa dengan ayah tak bisa?" tanya dion lagi memastikan.


"Tema nya kan ibu dan anak, pak. Bukan bapak dan anak." jawab lala lagi.


"Ahhh sudahlah. Sebaiknha kamu siapkan raka, terus kita jemput wanita itu. Siapa suruh dia kasih harapan ke raka. Biar tau rasa. Cepat, aku ada meeting pagi ini, jangan buang-buang waktu." perintah dion masih dengan nada kesalnya.


Lala tersenyum senang, walau harus berdrama dulu setidaknya masalah selesai. Cepat-cepat gadis itu pergi ke kamar raka dan menyampaikan berita gembira itu.

__ADS_1


__ADS_2