Dibuang Suami Dinikahi Duda

Dibuang Suami Dinikahi Duda
Rencana Jahat


__ADS_3

Tedy pulang dengan perasaan berbunga bunga, penuh semangat dan sangat Bahagia. Tak diragukan lagi, semalam baterai moodnya terisi penuh oleh kekasih Gelapnya. Tedy sangat menyukai pelayanan Bella, Wanita itu sungguh Luar biasa baginya. Pelayanan Bella Sangat Berbeda dengan Dinda. Bella lebih Bergairah dan Binal saat melayaninya, dan tedy sangat menyukai Semua itu.


Bagi Tedy, Dinda Seperti mayat hidup saat di ranjang, tak ada Geraknya sama sekali hingga membuat Tedy jengah.


Mobil yang dikendarai Pria itu akhirnya tiba di Rumah. Dengan Ramah, Dinda menyapa sang suami.


"Mas, Kenapa baru pulang?" tanya dinda khawatir


"iya, aku ada meeting diluar kota" jawab tedy asal.


"kok nggak ngabarin? Nomor mas juga nggak bisa dihubungi, Kenapa?" tanya wanita ayu itu tanpa curiga sedikitpun.


"mungkin nggak ada signal. Semalam juga aku nelfon mama tapi nggak bisa kesambung" jawab tedy cuek.


Tak ingin sang istri bertanya lebih detail, tedy pun memilih menghindar, meninggalkan sang istri yang saat itu Masih Berdiam diri ditempat karna belum puas akan jawaban suaminya.


Diperjalanan menuju Kamar, tedy berpapasan dengan sang ibu. Wanita itu pun langsung memanggilanya untuk membicarakan sesuatu yang sangat menarik bagi Mereka.


"Tedy, Sini!!"


Tedy tersenyum sembari mendekati ibunya


"Ada apa ma?" tanya tedy penasaran


"masuk-masuk, nanti Istrimu dengar"


"Ada apa sih ma?" tanya Tedy malas.


"Kamu semalaman sama Bella kan? Hayok ngaku!" Desak sang mama dengan senyum menggoda.

__ADS_1


"Ah, mama apaan sih" jawab tedy malu-malu.


"Udahh ngaku aja, mama tau kok kalo kamu sedang bermain api. Tapi nggak masalah, mama justru senang. Dari pada kamu terus-terusan bertahan dengan wanita mandul itu, mending kamu cari tambatan hati yang lain. Mama suka itu!" Ucap Rina senang.


"Benarkah? Mama nggak marah?" tanya Tedy memastikan.


"Astaga, mana mungkin mama marah. Mama justru lebih senang kalau kamu dengat dengan Bella. Udah cantik, menarik, dan yang paling penting Rahimnya sehat. Mama lelah menunggu kamu punya anak dengan si mandul itu. Mama sudah semakin tua, mama hanya ingin menggendong Cucu" jawab Rina Jujur.


"Baiklah kalau mama setuju, Apa mama punya ide?" Tanya tedy dengan seringai licik. Merek memang licik, saangat licik.


"Tinggal kamu ceraikan aja wanita itu, Beres kan?" Jasab rina kesal.


"Astaga ma!, Mama lupa? Dia itu aset kita ma, semua usaha kita ini milik dia secara hukum. Kecuali jika dia melakukan kesalahan, makan kita bisa mendepaknya dari rumah ini tanpa membawa sepeser pun harta yang kita punya. Mama lupa dengan surat perjanjian pra-nikah itu" jawab tedy kesal.


Rina terdiam, sembari memaksa otaknya memikirnya suatu rencana.


"Apalagi kalau sampai Dinda tau bahwa disini Tedy lah yang berkhianat, sudah pasti kita akan di tendanv dari rumah ini ma!. Mama kan tahu rumah ini punya siapa." ucap tedy lagi


"hhmmm Sebentar..." Rina diam sejenak lalu mengambil ponselnya. Terlihat ia sedang menghubungi seseorang, entah siapa. Yang jelas mereka sedang membicarakan sesuatu yang buruk. Tentang jual beli-jual beli apalah itu. Yang jelas, tedy tahu bahwa istrinya itu sedang di tawarkan pada seseorang dibalik Telfon itu.


"Gimana ma? Mama ada ide kan?" tanha tedy pura-pura tak faham obrolan sang ibu dengan seseorang di telfon tadi.


"Tentu saja, jangan ragukan kemampuan mama. Nanti malam ajak istrimu ke pesta, kita akan beri wanita itu kejutan." jawab rina dengan perasaan bahagia. Sebab ia yakin bahwa rencananya kali ini akan berhasil.


"Apa yang harus tedy lakukan ma?, apakah hanya membawanya ke pesta?" tanya tedy.


"Ya, kamu hanya perlu membawanya ke pesta. Selebihnya biar anak buah Madam Queen yang bekerja. Mereka sudah tau apa yang harus mereka lakukan." jawab Rina dengan senyum liciknya.


Namun disudut hati kecil tedy, terbesit sedikit kekhawatiran. Seolah tak rela jika Tubuh Dinda dijamah pria lain.

__ADS_1


"Ma, apa ini Nggak berlebihan? Bagaimana jika dinda tahu bahwa ini merupakan rencana kita?" tanya tedy ragu.


"Ahh, kita urus itu nanti, yang penting kamu bisa menceraikan dia tanpa repot ngasih harta gono-gini. Enak aja, kamu yang kerja capek-capek, sedangkan dia menikmati hasil kerja keras kamu. Kerjanya cuma duduk manis dirumah, udah gitu mandul lagi Cuuiihhh, dasar wanita menjijikkan." jawab rina, tak ingat jika harta yang mereka nikmati saat ini sebagian besar adalah milik orang tua Dinda.


"Mama benar, sebaiknya kita menggunakan cara ini. Akhhh, Akhirnya aku bisa terlepas dari wanita nggak guna itu, aku sudah bosan dengannya" ucap tedy penuh semangat.


Tak menunggu waktu lama, tedy pun keluar dari kamar ibunya dan menemui dinda. Tentu saja untuk memulai rencana yang telah mereka siapkan.


"Din, Nanti malam temani mas ke pesta teman ya" ajak tedy tiba-tiba seraya tersenyum paksa.


"pesta apa mas?" tanya kania


"Biasalah, teman mas ada yang naik jabatan. Dia mau buat pesta dan ngundang kita juga. Dandan yang cantik ya din, aku nggak mau kamu terlihat kusam dimata teman-temanku." ucap tedy dengan senyum mautnya.


"Tapi Dinda nggak punya gaun bagus mas, gimana dong?" tanya dinda manja.


"Tenang saja, soal itu sudah mas siapkan semua untuk kamu. Mas mau kamu terlihat cantik sayang" jawab tedy pura-pura memanjakan.


"Wah, suamiku memang yang terbaik, makasih sayang." Balas dinda sembari memeluk manja sang suami. Sedangkan tedy, Pria itu terlihat Jijik dan ingin sekali mendorong wanita itu agar tak sembarangan menyentuh tubuhnya. Tedy sudah tak sabar mengirim dinda kedalam jurang derita, bila perlu tak usah kembali kedalam kehidupannya.


'sabar tedy, dalam hitungan jam, kamu tidak perlu lagi berhubungan dengan wanita bodoh ini. Akhh ini sangat menjengkelkan.' (gumam tedy dalam hati)....


...****************...


Di tempat lain....


Seorang pria sedang bersiap pulang. Beberapa jam lagi ia harus terbang kembali ke Surabaya. Ada pesta yang harus ia hadiri dikota dimana ia tinggal. Kota dimana ia dan sang mantan istri memilikk banyak kenangan.


Dion memutuskan untuk tinggal di kota itu sebab sang mantan istri berasal dari kota tersebut.

__ADS_1


Dion Bagaskara, duda tampan berdarah campuran Indonesia-Prancis Itu Memiliki seorang putra berusia lima tahun yang tak kalah tampan dengan sang ayah.


Dion memutuskan untuk tetap sendiri karena tak ingin menggantikan mendiang sang istri dengan wanita lain dihatinya. Pria itu sangat membatasi pergaulannya. Baginya, lebih baik membuang hasrat sesaatnya denga wanita nakal dari pada menghadirkan satu wanita kedalam hidupnya, namun tak mampu menjadi seperti Istrinya. Dion tak ingin Bermasalah dengan wanita. Baginya, itu hanya membuang-buang waktu saja.


__ADS_2