Dibuang Suami Dinikahi Duda

Dibuang Suami Dinikahi Duda
Talak


__ADS_3

Tedy marah besar saat menatap istrinya dalam keadaan tanpa busana. Sedangkan dion hanya diam, sebab iya tercengang dengan penggerebekan ini.


"Jadi, ini alasanmu ingin pulang duluan?" tuduh tedy, memutar balikkan fakta.


"Tidak mas, dinda tak tahu siapa pria ini. Dinda juga tak tahu kenapa dinda bisa ada di tempat ini. Demi tuhan mas, dinda nggak tahu!" jawab dinda jujur.


ingin dia mendekati sang suami, namun tubuhnya dan tubuh pria di sampinya tengah telanjang.


"Jangan bawa-bawa tuhan, dinda.


Selama ini aku terus membelamu meski mama selalu memintaku untuk menceraikanmu. Sungguh aku tak menyangka bahwa apa yang mama katakan selama ini adalah benar. Kamu ternyata suka tidur dengan pra lain selain aku. Kamu suka menjual diri dinda, aku sangat jijik padamu.!" ucap tedy dengan amarah meledak-ledak.


Dinda menangis, ia bingung harus menjawab apa.


"Mas, dinda tak melakukan apa pun. Dinda tidak mengerti ini, dinda tidak tahu, mas. Bahkan pria ini.... Pria ini pun dinda tak kenal." jawab dinda di selingi isak tangis yang sangat menyayat hati.


Sayangnya, tangis dinda tak sampai ke telinga tedy. Memojokkan dinda memanglah tujuannya.


"Kamu tidak perlu berbohong, dinda.


Semua sudah terbukti bahwa kamu adalah wanita murahan. Sekarang, dengarkan aku... Jangan pernah lagi kamu menginjakkan kakimu di rumahku. Sesuai perjanjian kita, bahwa siapa yang berkhianat, maka dia yang harus keluar dari rumah tanpa membawa apapun. Jadi, kamu harus terima konsekuensi atas kesalahanmu, dinda. Mulai detik ini, jangan pernah menampakkan wajah menjijikkanmu itu di hadapanku. Kita cerai, dinda... CERAI.


Aku menceraikanmu dinda, kau dengar itu?


Kita Ceraiii" ucap tedy dengan amarah yang menggebu-gebu.


"mas, dengerin dinda dulu. Sungguh, dinda tidak pernah melakukan ini, bang. Ini....ini.. Dinda tidak tahu. Demi tuhan, mas" ucap dinda mencoba membela dirinya.


"Seharusnya kamu bersyukur, dinda. Bersyukur aku tidak melaporkanmu ke pihak yang berwajib atau mungkin memfiralkanmu di media sosial.

__ADS_1


Aku cukup dengan menceraikanmu saja. Aku muak dengan dramamu ini. Berkali-kali kau melakukan ini dinda, dan aku selalu memaafkanmu. Tapi sekarang tidak lagi, Aku jijik dengan wanita sepertimu!" ucap tedy, seakan sedang membangun image buruk dinda pada orang-orang yang berada dalam ruangan ini.


Spontan dinda tercengang. Ia sungguh tidak menyangka, suaminya akan dengan tega memfitnahnya seperti itu. Kata-kata itu sangat menyakitkan bagi dinda.


"Tidak mas, dinda tidak seperti itu. Siapa yang bilang begitu mas?" tanya dinda dengan bibir bergetar.


"Halllaahh, wanita menjijikkan sepertimu masih bertanya siapa yang memberitahu aku? Astsga dinda, aku sering menguntitmu, tapi baru kali ini aku bisa membuktikannya.


Sudahlah, kamu jangan banyak bicara, aku sudah menceraikanmu. Sekarang kamu bebas menjajakkan dirimu. Aku muak dinda, muak!" teriak tedy lagi.


Dinda tak lagi mampu menjawab semua ucapan itu. hatinya sakit, air matanya pun tak henti berderai. Sedangkan dion juga tak bisa membela dinda. karna ia sendiri pun belum bisa memahami kejadian ini. Dion masih berusaha mencerna apa yang telah terjadi antara wanita ini dengan pria yang tiba-tiba datang dan marah-marah pada wanita yang di panggil dengan nama Dinda itu.


Dion sendiri tak mau lepas tanggung jawab. Walau bagaimana pun, kesalahan tidak sepenuhnya terletak pada dinda, tapi juga dirinya. Dia juga ceroboh. karena mengikuti hawa nafsu, tanpa memikirkan apakah wanita ini punya pasangan atau tidak.


Tedy keluar dari kamar hotel bersama orang-orang itu. Tentu saja dengan senyum bahagia, karena rencananya dan sang ibu akhirnya berhasil. Ia telah menyingkirkan dinda dari hidupnya. Dan yang paling penting, Semua yang ada di dalam rumahnya, perusahaan dan juga usaha lainnya sudah menjadi miliknya dan juga ibunya.


...****************...


Dinda hanya bisa menangisi nasibnya. Sedangkan dion, Pria itu memutuskan untuk membersihkan diri. Namun sebelum itu, tak lupa ia mengambilkan kinomo handuk yang ada di dalam kamar mandi. Lalu meminta dinda untuk memakainya.


Lima belas menit berlalu, dion akhirnya keluar dari kamar mandi dengan baju yang ia kenakan semalam. Lalu ia pun menyuruh dinda membersihkan diri dikamar mandi. Tak lupa, ia memberikan baju yang telah ia pesan pada seseorang.


"Bersihkan dirimu dan pakai ini, setah itu kita bicara" ucap dion.


Dinda tak menjawab dengan ucapan, melainkan tindakan. Walau ragu, namu ia tak punya pilihan lain selain mengambil paperbag itu, lalu masuk ke dalam kamar mandi.


Tak ada kata yang keluar dari bibir dinda selain tangis dan jeritan tertahan. Ia benci pada tubuhnya yang telah kotor. Selama ini dinda selalu menjaga martabat dan harga dirinya sebagai seorang istri. Namun semuanya sia-sia karena suatu kesalahan yang bahkan ia sendiri tidak mengerti, mengapa ini bisa terjadi.


Dinda hanya mengingat, bahwa semalam ia pulang bersama suaminya. Ia ingat benar bahwa semalam dia tak meminta untuk pulang lebih dulu. Sungguh dinda tidah mengerti dengan semua yang terjadi padanhya hari inj.

__ADS_1


Sedangkan diluar kamar mandi...


Dion masih menerka-nerka alur cerita dari kejadian yang menimpanya bersama wanita yang berada di dalam kamar mandi.


Ya, ini semua ada masalah perselingkuhan. Dan sialnya dia terjebak dalam situasi bodoh ini.


Sebenarnya dion tidak ingin ikut campur urusan sepasang kekasih itu. Namun ia juga tak ingin bermasalah dengan dinda. Ia tak ingin wanita itu menuntutnya di kemudian hari.


Tiga puluh menit kemudian, akhirnya dinda keluar dari dalam kamar mandi. Perlahan ia memberanikan diri mendekati dion.


"Pergilah!... Aku tidak apa-apa" ucap dinda pada dion.


"Aku belum membayarmu" jawab erik. Bukan bermksud merendahkan, tapi memang inilah yang ia lakukan setelah selesai melakukan percintaan.


"Baiklah, bayar aku dan silahkan pergi dari sini." ucap dinda lagi dengan tatapan kosong.


'terlanjur basah, ya sudah terjun sekalian' batin dinda.


Dion jadi bingung. Antara melanjutkan perbincangan atau langsung membayar. Sebab, ia pun penasaran apakah dinda memang sedang menjajakkan diri atau hanya dijebak. Akhhh... Dion jadi serba salah.


"baiklah, berapa nomor rekeningmu?" tanga dion pada akhirnya.


Dinda Celingukan mencari tas dan ponselnya, namun kedua barang tersebut tidak ada. Dengan tenang, dinda kembali menjawab pertanyaan dion.


"Aku tidak membawa tas dan ponselku, beri aku uang cash saja" jawab dinda.


Jawaban yang cukup mencengangkan dan menghadirkan rasa penasaran bagi Dion.


Wanita nakal mana yang tak membawa tas dan ponsel? Sebab, dua barang tersebut adalah barang yang paling penting bagi mereka. Apalagi makeup dan parfum yang tak akan mungkin mereka lupakan. Lalu apa ini?? Wanita nakal mana yang tidak membawa barang sepenting itu. Bukankah ini sedikit aneh???

__ADS_1


Pikir dion.


__ADS_2