
Ketika hidup tak selalu berpihak. Akankah cinta juga tak berpihak?. Lalu bagaimana bisa merasakan rasa cinta saling mencintai. Jika cinta saja tak pernah berpihak pada seseorang yang merasakannya. Lantas apa hanya mencintai dalam sepi?.
Hidup adalah perjalanan. Dan cinta adalah rasa terindah yang akan mengarungi hidup lebih bermakna. Bukan soal kita yang terobsesi dalam cinta. Tapi tentang bagaimana kita mampu menerima hadirnya karena cinta.
Kanya alicia. Orang mengenalnya sebagai gadis cupu, dekil, kotor, dan sangat menjijikan jika dipandang. Selalu menyetarakannya layaknya sampah.
Gadis dengan mata hitam biasa. Alis yang tak beraturan. Garis bibir yang kering selalu membuat orang mengatainya sebagai gadis anti liptisk. Kulit bibirnya yang mengelupas menambah kesan dekilnya.
Semua orang mengenalnya. Tapi bukan karna dia famous, semata hanya gadis biasa yang dicap gadis paling dekil diantara luasnya bangunan sekolah itu.
Bagi Anya cinta adalah rasa terindah yang akan terus menyelimuti relung hatinya.
"Anya!" Panggil seorang wanita berlari mendekat.
"Ada apa?" Tanya polos Anya menatap wajah Karin, siswa satu satunya di sekolah itu yang tak malu menjadikan Anya sebagai sahabatnya.
"Kau mau kemana?" Tanya Karin.
"Mengembalikan buku ke perpustakaan" Jawab singkat Anya yang menyangga beberapa buku di depan dadanya.
"Memangnya kapan kau meminjam buku diperpustakaan?" Mengernyit bingung.
"Kemarin lusa" Jawab Anya.
"Dan akan mengembalikannya sekarang? Memangnya kau sudah selesai membaca?"
"Sudah semua" Menampilkan senyum simpul.
"Hebat! Kau selesai membaca buku hanya dalam waktu dua hari?" Karin membulatkan matanya kagum.
"Hebat? Menurutku biasa saja" Balas Anya saking polosnya.
__ADS_1
"Dasar si kutu buku" Petik Karin tertawa renyah.
***
Baginya cinta tak penting. Dia hanya mendeskripsikan cinta sebagai penyebab hadirnya rasa sakit dan kehancuran. Kenangan masalalu yang membuatnya enggan untuk kembali mengenal cinta. Rasa sakit dan kecewa yang masih menjalar dalam ruang hatinya. Bagaimana mudah untuk melupakan semuanya? Sementara bayangan masalalu itu terus mengahantuinya setiap kali melihat wanita.
Pria dingin nan angkuh. Pria yang mencoba menutup dirinya dari kaum wanita. Pria yang selalu spontan memaki wanita jika wanita itu mencoba mengambil alih hatinya. Sikap dingin dan perlakuan sadisnya pada kaum wanita yang mencintainya. Tetap tidak mengurangi pancaran kagum pada setiap gadis. Gadis manapun yang telah mendapat perlakuan buruk dan makian darinya tetap saja terus memujinya karna ketampanan yang selalu membuat para gadis rela berbuat apapun demi dirinya.
Albian gibran. Orang mengenalnya dengan panggilan Bian. Pria yang sangat famous dikalangan sekolah karna posisinya yang menjabat sebagai ketua osis sekaligus ketua tim basket antar sekolahnya. Bakatnya yang juga lihai memainkan drum, piano dan alat musik lainnya. Serta style-nya yang selalu berhasil memikat para wanita untuk terus mendekat memandanginya.
"Hai bro!" Sapa Adrian menepuk punggung Bian bersahabat. "Kau ada jadwal apa hari ini?" Lanjut Adrian bertanya.
"Berlatih basket. Bermain drum dan mengasah otak untuk olimpiade" Bian menjawab datar. memandang lurus kearah depan.
"Wow! Luar biasa! Tidak akan ada manusia yang sesibuk dirimu. Setiap hari selalu dipenuhi jadwal yang melelahkan batin dan jiwa" Membalas ucapan Bian dengan tawa renyah.
***
Cinta ada karna terbiasa...
Tidak disangka akan berlabuh pada siapa...
Sulit dipahami jika hati yang telah terlanjur mencintainya...
Sekeras apapun berlari tetap akan kembali...
Itulah cinta sejati...
Keberadaannya yang tak pernah usai...
Hadirnya yang tak disangka...
__ADS_1
Tak mampu disegah oleh apapun...
Jika cinta ingin berlabuh...
Maka siap tidak siap harus menerimanya...
Bukan tentang mengalah pada perasaan..
Tapi bagaimana kita menerima cinta yang akan mengubah hidup lebih bermakna...
Tentang bagaimana kita bertahan mencintai seseorang yang bahkan tak balik merasakan cinta...
Saat kita mampu bertahan ketika cinta yang justru mematahkan hidup dan harapan...
Mampu menetralisir hati saat cinta yang dirasa tak balas berbalik mencintai kita...
Saat perjuangan dan pengorbanan yang selalu terlupakan...
Ketika airmata jatuh menetes karena rasa sakitnya...
Ketika sabar yang tak mampu lagi menahan gejolak perihnya...
Kaki yang selalu ingin berlari pergi...
Tapi hati yang terus berteriak ingin kembali...
Ketika tulusnya cinta tak pernah terhargai...
Ketika dirinya memilih menyakiti ketimbang membalas mencintai...
Kisah yang penuh lika liku. Konflik asmara yang tak pernah usai. Badai kehidupan yang terus berlalu sama tanpa perubahan. Cinta yang tak kunjung terbalaskan. Dan perih yang terus menjalar. Sepasang insan yang berbeda yang sulit menyatu. Terikat dalam cinta yang membuat keduanya merasakan perih tanpa ujung.
__ADS_1
***
Selamat membaca lebih jauh. Semoga kalian suka.