Difference

Difference
part 6


__ADS_3

Selamat tinggal November makasih satu bulan nya. Pada setiap hari yang kamu hadirkan setiap minggunya. Terasa singkat dengan kenangan yang beribu-ribu.


Pada pagi yang tidak selalu cerah, pada siang untuk terus berjuang, pada sore yang menenggelamkan dan pada malam yang mengingatkan.


Dan untuk Desember, tidak terasa kita sudah berada pada penghujung tahun.


Pada tahun-tahun sebelumnya kita sempat berpisah. Kita sempat bercengkrama perihal seseorang yang menyukai bulan Desember.


Pada langkah yang sempat menggoyahkan sebuah keyakinan, pada akhirnya kembali kokoh.


Decitan pintu kamar mengalihkan atensi nya, dengan gerakan cepat Tiara mendorong tubuh mungil adiknya agar bergeser lebih jauh.


"Kakak" bocah itu seenaknya nyosor memeluk dan menciumi pipi kakaknya


"Ih lu nyosor kayak itik, modus banget"


Tiara mendorong kepala bocah itu saat akan kembali melancarkan aksinya.


"Gue timpuk juga lu ya! Jauh-jauh sana!"


Tiara sampai geram dengan kelakuan bocah tengil itu. Sedangkan salma, dia bangkit dari tidurnya lalu berdiri beberapa saat. Disaat seperti ini Tiara bisa merasakan firasat buruk.


"Sal, gue--"


belum sempat Tiara melanjutkan, Salma sudah lebih dulu berloncatan seperti kingkong kehabisan oksigen. Sorry ngarang.


Tubuh Tiara sampai terpental akibat gempa dadakan yang disebabkan adiknya. Untung saja malam ini ibu sedang tidak ada dirumah karena katanya lagi keluar jalan sama bapak biar kayak orang lagi pacaran gitu.


Diraihnya bantal disebelahnya dan bersiap siap mengudara yang mungkin akan mendarat tepat sasaran. Dengan sekali lemparan tidak langsung menumbangkan tubuh Salma, maka daripada itu Tiara terpaksa menarik bantal yang lainnya lalu dilakukannya hal yang sama.


Detik-detik berikutnya kamar sudah tidak terbentuk lagi, peperangan sudah tidak dapat dihindari. Aksi kejar-kejaran tidak dapat terelakkan serta aksi lempar tangkap benda apapun yang terdapat disana.


••°°°••


Kalau Tiara pusing menghadapi segala tingkah adiknya, maka lain halnya dengan orang-orang dirumah Surya yang pusing menghadapi nya


Sebenarnya ini seru, karena semuanya ikut meramaikan, tapi yang sering menistakan adalah Surya sedangkan yang menjadi korban keusilan terjadi diantara raja dan Juanda.


Diantara keramaian itu pasti ada suara ngik ngok mahen yang sudah tergeletak tidak berdaya sambil memegangi perutnya.


Berawal saat Candra mulai berkata,


eh lo tau nggak? Maka disitu mereka harus menyimak.


Sebenarnya Candra ini kalem-kalem nggak ada akhlak. dijuluki radio rusak, Karena sering membawa berita berita yang berisikan aib teman-teman nya.


"Mbak Santi, oh mbak santi dirimu bagai rembulan yang menyinari gelap nya malamku" ucap Surya mendramatisir


Raja tertawa paling kencang saat mendapati wajah Juanda bersemu merah.


Bukannya apa-apa memang bukan rahasia lagi kalau dia punya cewek, tapi kali ini situasinya berbeda, takutnya rencananya pdkt sama Santi malah gagal padahal baru mau mulai.


"Gaes ternyata buaya kita udah dapet pawang" Noval mencampuri


"Paling juga dua hari lagi cari yang lain"ucap mahen


"Mbak Santi nggak tau aja gimana buaya kita satu ini, gimana ya kalo dia sampe tau" ucap Surya


"Nggak ya, gue dah mau tobat" ucap Juanda


"Kalau kata orang Bugis nih ya paling juga tobat Nasu ladang " celetuk Noval mengompori


"Nah betul itu, habis tobat kambuh lagi hahahahaha" mahen tidak kuat untuk berhenti tertawa


Berbicara soal Juanda, dia ini memang terkenal dengan laki-laki buaya cap kadal.


Tapi akhir-akhir ini dia sedang dekat dengan satu cewek yang paling sebentar lagi merangkap sebagai mantan nya.


"Dosa apa yang Santi lakukan hingga dia dipertemukan laki-laki brengsek seperti mu" Surya benar benar menikmati drama ini

__ADS_1


Juanda memicingkan matanya mulai menaikkan lengan bajunya sebatas siku, lalu dengan gerakan cepat menangkap surya. Dimasukkan nya kepala Surya diantara ketek nya.


Yang lain malah memekik kegirangan menyaksikan aksi bergelut Surya dalam penjara ketek Juanda.


"Gimana ya? Enak nggak?" Noval tertawa lagi melihat bagaimana Surya yang memberontak dibalik ketek Juanda


Memberontak pun tidak ada gunanya, tenaga Juanda sudah seperti Samson otot kuat tulang besi, kalau kata Joshua.


"Aaa aaaa ampun ampun putus leher gue"


Jerit minta tolong Surya tidak membuat satu pun diantara mereka merasa iba. Sekali-kali anak itu yang diberi pelajaran biar tahu rasa.


Tapi kali ini Juanda harus melepaskan nya karena sepertinya nafasnya sudah berada diujung bulu hidung.


Surya terbatuk-batuk setelah terbebas dari dekapan ketek laki-laki itu.


"Harum nggak bang?" Tanya Joshua tertawa


"Semerbak aroma ketekmuuu" ucap raja bersenandung


Juanda kembali duduk disamping noval, laki-laki satu itu masih tertawa.


Noval melihat ada ponsel yang dibiarkan tergeletak begitu saja, sepertinya dia tau milik siapa itu. Tiba-tiba muncul rencana licik diotaknya.


"Kinara" Noval sedikit mengencangkan suaranya


Otomatis semua perhatian teralihkan oleh nya, terutama raja.


Noval tersenyum picik


"Lanjut bang!" Seru Candra


"BALIKIN HP GUE"


raja berniat merebut tapi noval sudah lebih dulu kabur. Mereka mengitari ruang tamu sampai ke teras rumah sekalipun.


"Val!! Diem nggak"


"Hahaha yang lagi pdkt"


Noval tidak membuka semua pesan nya, tadi itu hanya pesan masuk yang kebetulan sempat dirinya lihat.


"Gue bales ya ja" ucap Noval


Larinya sudah tidak tentu arah, karena raja yang menghadang nya terpaksa Noval harus putar arah lagi.


"Temen gue kok itu, balikin sini"


raja yang sudah kehabisan kesabaran tapi tetap tidak bisa menangkap anak itu terpaksa meminta bantuan adik-adik nya


Joshua yang sebenarnya 11 12 dengan Candra tanpa penolakan langsung mengepung dari arah yang berlawanan.


Hanya dengan begitu Noval bisa teratasi.


Posisinya yang terkepung dan dirinya yang tidak kuat lagi berlari harus merelakan jika saja nanti raja akan melemparkannya sampai ke mars.


"Gantian val hahahaah"


tawa Surya meledak saat melihat Noval berada pada situasi yang sama dengan yang dialaminya tadi bahkan ini lebih parah lagi karena raja tidak segan-segan menggetok kepala noval.


Meski begitu Noval masih sempat tertawa setelah dihempaskan begitu saja. Keterlaluan memang, Tapi itulah mereka.


Jangan tanya bagaimana kondisi mahen saat ini. Perutnya sudah kram akibat kebanyakan ketawa. Disini dirinya bisa bebas tertawa, segalanya terasa hidup saat diisi dengan kelakuan kelakuan random mereka. Mahen sudah seperti kakak bagi adik-adik nya.


Setelah aksi kejar-kejaran selesai semuanya terkapar dilantai kecuali Candra dan Joshua. Dua anak itu rupanya sedang asik bermain game diponsel nya. Bukan yang tembak-tembakan bukan juga yang balap-balapan melainkan masak-masakan.


Game yang paling fenomenal diantara dua bocah itu adalah game masakan disana mereka bisa memasak tanpa merusak barang-barang didapur, hanya sesekali sosis yang digoreng gosong karena telat ditiriskan.


Posisi Surya yang terkapar dilantai dan mahen yang berbaring menjadikan kakinya sebagai bantal serta noval yang berada diantara raja dan Juanda berbaring. Mereka sama-sama terdiam.

__ADS_1


"Kalau lagi kumpul gini kalian pernah nggak mikir nanti kita gimana kalau udah punya keluarga sendiri"


Setelah hening cukup lama, mahen kembali membuka suara.


Joshua yang sepertinya tertarik langsung mengangkat tangan nya


"Napa lu?" Tanya Surya


"Nanti yang nikah duluan bang mahen" ucap bocah itu


"Calon ada nggak?" Surya berkata yang lebih terdengar seperti mengejek


Noval tampak berfikir, pandangannya kosong.


"Gue nggak mau nikah, mau kumpul sama kalian aja bang" ucap Joshua


Mereka yang mendengarnya hanya tersenyum simpul


"Mau gimana pun pasti salah satu diantara kita nanti bakal nikah Jo" ucap Juanda menepuk bahu Noval


"Gue masih belum mikir buat itu sih" ucap Noval


"Gimana nanti kalo kita tetangga-an aja. kan enak tuh tiap hari ketemu" ucap Surya


"Yakin mau tetangga-an sama Surya? Dia kan biang onar" ucap raja yang langsung disetujui mereka semua


"Skate Kate lu" Surya memonyongkan bibirnya


"Nanti gue nggak ada lu semua pada kangen, nangis nangis minta gue balik" mulut surya menyet-menyet


"Gue mau beli rumah yang besar aja deh biar muat buat kita semua nanti" celetuk Candra


"Kalo disuruh mikir gini tuh susah, nggak ada yang tau kedepannya gimana, yang penting itu dimanapun kita pergi nanti ingat tempat kita pulang tetap disini" ucap Surya


"Kalo gue lebih ke mikir nya gimana bentukan muka lu nanti kalo udah tua bang" ucap Joshua


"Ya masih ganteng lah!"


"Keriputan hahahaha" mahen bertepuk tangan ria


Juanda tidak berani berfikir bagaimana masa depan tanpa mereka, kalau selama ini mereka sering membuat nya kesal tapi baginya mereka adalah tempat yang tidak semua orang punya.


"Udah nggak usah kebanyakan mikir, ada yang lapar nggak? Makan apa nih kita" Juanda beranjak menuju ke dapur


"Kayaknya harus ada yang keluar beli dulu" ucap Noval


Laki-laki itu ikut berdiri lalu meregangkan tubuhnya yang sudah lama kaku disana.


"Gue sama bang Surya aja yang beli" usul Joshua


"Tumben nih anak?"


"Ada maunya tuh" Candra merangkul pundak Joshua


"Gue juga ikut deh" lanjutnya


Mereka menyengir lalu dengan langkah santai berjalan meninggalkan surya, raja dan mahen yang masih betah disana.


"Pergi sono" ucap mahen


"Gue pinjam motor lu, si black lagi di bengkel"


Mahen melempar kunci motor ke arahnya yang dengan sigap menangkap nya.


Diakui atau tidak jelas mereka tau bahwa begitu berarti nya kehadiran laki-laki itu untuk nya. Dia sudah seperti bola matahari yang bergelinding diantara teman-temannya.


•••°°°•••


haiii semuanya? bagaimana pendapat kalian tentang teman-teman Surya ini? selain tampan mereka juga baik dan humoris lhoo.

__ADS_1


__ADS_2