Dijodohkan Dengan CEO

Dijodohkan Dengan CEO
Bab 15


__ADS_3

Ghea terus berjalan sendirian, tiba-tiba ada suara petir pertanda akan turun hujan. Ghea pun mempercepat jalannya, entah ia akan berjalan kaki terus sampai rumah atau Arya yang akan datang kembali untuk menjemputnya. Tidak ada taksi yang lewat, Setengah perjalanan lagi ia baru sampai rumah tapi sudah mulai gerimis. Ghea terus berjalan dan tiba-tiba air matanya mengalir


" Haruskah aku menyerah sekarang? Aku hanya ingin menjadi istri yang baik untuk suamiku tapi ini perlakuan yang dia berikan padaku" Batin Ghea menangis sambil berjalan di bawah guyuran gerimis.


Tak berselang lama, sebuah mobil tiba-tiba melaju pelan di samping Ghea. Hal itu membuat Ghea ketakutan dan berjalan menepi.


Seorang pria yang mengendarai mobil itu, menurunkan kaca mobil. dan terus menatap Ghea.


"Mbak mau kemana?" Tanya pria itu.


Ghea hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, tak berani menjawab karna takut pada pria itu. Takut jika pria itu akan berbuat sesuatu padanya.


"Tenang aja mbak, gue bukan orang jahat, gue cuma mau tolongin lo," Ujar pria itu sembari mengendarai pelan mobilnya untuk mengikuti Ghea yang terus berjalan.


Begitu Ghea menghentikan langkah, pria itu juga menghentikan laju mobilnya.


" Mbak mau kemana? Biar saya anterin, soalnya mau hujan deras. Ini juga udah gerimis" Ucapnya. Pria itu kembali menawarkan tumpangan pada Ghea.


"Saya mau pulang ke rumah Mas, di daerah Rose village Residence." Jawab Ghea.


Rose village Residense adalah perumahan elit yang yang mewah dan megah, Penghuni rumah disitu kebanyakan orang-orang yang berduit, lingkungannya yang bersih dan keamanan yang terjamin


"itu kan masih jauh mba setengah perjalan lagi,, masa iya mbak mau jalan kaki kesana? Ayok mba saya anterin, kebetulan sekali kita searah." ajak laki-laki tersebut


Kemudian pria tersebut membukakan pintu mobil agar Ghea mau masuk, Ghea pun masuk ke dalam mobil pria tersebut walaupun dengan perasaan takut dan was-was. Kemudian pria tersebut melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang


"Sebelumnya makasih banyak yah mas" ucap Ghea


"iya sama-sama mbak,,tenang aja saya gak bakal macam-macam sama mbak, saya bukan penjahat kok mba" ucap laki-laki tersebut


Perasaan Ghea sudah tenang karena perkataan laki-laki tersebut yang membuatnya tidak berfikir negatif .


Wajah dan penampilannya kayaknya emang dia benar-benar mau tolingin gue" batin ghea sambil melirik laki-laki tersebut


" Oh iya btw nama lo siapa?, Kenalin nama gue Faris." tanya Faris sambil mengulurkan tangannya. Yang sebelah kanannya


"Nama gue Ghea" ucap Ghea sambil berjabat tangan dengan Faris


"Kenapa lu jalan sendirian gerimis-gerimis lagi? udah kaya orang hilang tau" Tanya Faris sambil mengejek Ghea


"Emmm gakpapa mas" ucap Ghea


" Oh iya ini lap dulu muka lu yang basah" ucap Faris sambil ngasih saputangan yang dikeluarkan dari sakunya

__ADS_1


Ghea mengambil saputangannya dari Faris dan melihat saputangannya


"Tenang aja, masih bersih ko belum gue pakai" ucap Faris


"Bukan gitu mas. . . Liat motif nya bagus, Makasih ya mas" ucap Ghea


"Ohh kirain lo berfikir negatif lagi ke gue" ucap Faris


"Maafin gue yah udah berfikir negatif ke lu,soalnya tampang lu kaya penjahat sih" ucap Ghea sambil melihat wajah Faris


Kemudian Faris yang lagi mengendarai mobilnya tiba-tiba rem mendadak,membuat Ghea kepalanya terbentur dan sedikit luka


" Aduhhhhh!" Ghea kesakitan memegangi jidatnya


"Eh . . Eh. . Maaf,," Ucap Faris


Faris mendekat ke Ghea ia mau melihat dahi Ghea yang terbentur dan tiba-tiba Mata Ghea dan Faris saling tatap-tatapan untuk beberapa detik,


Kemudian mereka menyadarkan pandangannya dan mengusap lembut dahi Ghea yang memar, dan Faris mengobatinya dengan memasangkan perban di kepalanya.


"Gue ambilin P3K nya dulu, dahi kamu luka itu harus diobabati" ucap Faris dan mengambil P3K di dasboardnya


"Lagian lo sih Rem mendadak segala, jadi gini kan" ucap Ghea


" Yang salah tu lo kenapa bilang tampang gue kaya penjahat, kan gue jadi gak terima" ucap Faris


"Emang iya tampang gue kaya penjahat?" tanya Faris sambil berkaca


"Enggak ko gue bercanda" ucap Ghea


"Hmmm" Faris menghembuskan nafasnya


Kemudian Faris kembali mengendarai mobilnya, beberapa menit kemudian mereka sampai di depan pintu masuk Rosse Village Residence


"Ini dari pintu masuk masih jauh??" Tanya Faris


"Enggak usah mas,sampai disini aja, udah deket kok" jawab Ghea


"Beneran nih?" tanya Faris


"Iya mas, terimakasih yah udah mau bantu gue"


"iya sama-sama" Ucap Ghea

__ADS_1


Kemudian Ghea turun dari mobil dan pergie meninggalkan Faris,, dan Faris menunggu Ghea sampai bayangan Ghea tak terlihat


Kemudian Faris pergi meninggalkan pintu masuk Rosse Village Residence. Ghea segera mandi dan menyiapkan makan malam untuk suaminya, dimakan atau enggak setidaknya Ghea sudah berusaha menjadi istri yang baik untuk Arya, walaupun diperlakukan tidak baik sama Arya.


Sementara Arya pergi ke Apartemen Angel dan setelah sampai di Pintu Apartemen Angel ia menekan bel dan tidak ada respon sama sekali, ia mencoba menghubungi Angel tetapi tidak ada jawaban dari Angel.


Kemudian Arya pergi meninggalkan Apartemen Angel. Arya kini sangat frustasi entah ia harus mencari keberadaan angel dimana, Arya sudah menanyakan ke teman-teman Angel tapi tak satupun ada yang tau tentang Angel dimana. Arya mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, Hujan turun dengan sangat deras, Arya menghentikan mobilnya di taman, dimana taman itu pernah menjadi saksi awal bertemunnya Arya dan Angel.


Arya berdiri di bawah pohon besar, disitu ada ukiran nama Arya love Angel. Arya mengingat kenangan-kenangan dengan Angel


Hari sudah malam Arya terus berdiri si bawah pohon besar hingga ia kehujanan dan kedinginan. Kemudian Arya memutuskan untuk pulang ke rumahnya dengan yang basah kuyup, Beberapa menit kemudian Arya sampai dirumah dan suara mobil terdengar dari kamar Ghea lalu Ghea membukakan pintu gerbangnya.


Arya turun dari mobil Ghea yang melihat Arya basah kuyup kemudian bertanya


"Bapak dari mana? kenapa bapak basah kuyup?" Tanya Ghea


"Bukan urusan kamu" jawab Arya cuek dan langsung pergi meninggalkan Ghea


"Ya allah luaskanlah kesabaran Hamba hingga tiada batasnya"batin Ghea


Ghea hanya bisa pasrah dan terima perlakuan suaminya, yang bersikap seenaknya sendiri.


Arya langsung pergi ke kamarnya yang herada di lantai dua. Saat Arya menaiki anak tangga Ghea mencoba berbica sama Arya dan tidak ada respon dari Arya


"Pak makan malamnya sudah saya siapkan dimeja makan, Apa bapak bau saya bikinkan teh hangat?" Tanya Ghea


Arya menghentikan langkahnya sebentar dan ia langsung jalan lagi. tanpa menjawab sepatah katapun pertanyaan dari Ghea.


Ghea nya menghembuskan nafasnya panjang-panjang


"huhhh sabar" ucapnya


Dan Ghea masuk ke kamarnya untuk istirahat, terlintas di fikiran Ghea tentang Faris,


"Coba aja suamiku Faris, pasti dia akan memperlakukanku dengan baik seperti Alm bapak memperlakukan ibu" ucap Angel


Sepertinya Ghea lagi merasakan Cinta pada pandangan pertama


.


.


.

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN KOMEN YAH...


Selamat membaca🙏😍


__ADS_2