
Waktu menunjukn jam 04.00 tepat, pekerjaan Ghea sudah selesai dan ia meninggalkan kantor, saat Ghea berjalan ke depan kantor sudah ada Faris yang menunggunya di parkiran, Ghea pun menghampirinya.
"Haiiii. . . udah lama nunggu yah?" tanya Ghea
"Enggak ko baru aja, ayo masuk" ucap Faris
"iya makasih yah,"ucap Ghea
Kemudian Faris mengendarai mobilnya keluar dari lobi kantor ditengah perjalan Faris menggenggam tangan Ghea, Jantung Ghea langsung berdedup kencang saat jari jemarinya di genggam faris dan diciumnya.
"Aku udah nyaman sama kamu Ghe, kalo boleh aku pengin kenal kamu lebih jauh lagi" ucap Faris sambil menggenggam erat jari jemari Ghea
Ghea menatap dalam wajah Faris, saat Faris mengatakan isi hatinya
"Sebenarnya aku juga udah nyaman sama mas Faris, sifatnya yang baik, ramah, dengannya aku bisa menjadi diri aku sendiri,"Batin Ghea
Ghea menundukan kepalanya ia bingung apa yang harus dia katakan bahwa ia sudah menikah dengan Arya.
"Emmm mas. . . Gimana kerjaan kamu?"tanya Ghea mengalihkan pembicaraan
"Ghe. . ." panggil Faris
"Emmm iya mas" jawab Ghea
Ghea mencoba mengalihkan pembicaraan, agar terhindar dari pertanyaan Faris
" Kenapa sih kamu selalu mengalihkan pembicaraan kalo aku bahas ini?" tanya Faris
"Engga kok mas" jawab Ghea
"Kenapa? Kamu gak nyaman sama aku, apa kamu risih sama aku?" tanya Faris
" Bukan gitu maksud aku mas. . . kita baru kemaren kenal,, rasanya gak mungkin kalo mas tiba-tiba langsung nyaman sama aku" ucap Ghea
"iya baru kemaren, tapi aku ngrasain kenyamanan saat di dekat kamu ghe," ucap Faris
" Emmm yaudah jalanin dulu aja mas, kalau jodoh ya jadi satu kalau gak jodoh ya mau gimana lagi" ucap Ghea
"Kalau gak jodoh aku santet jodoh kamu hahaha. . .gak becanda" ucap Faris sambil ketawa dan tangannya mengusap lembut rambut Ghea
"ihhhh mas jangan. . ." ucap Ghea sambil mencubit pinggang Faris
"Awwww sakit tau,," Keluh Faris
Beberapa menit kemudian mereka sampai di depan pintu masuk perumahan, seperti biasa Faris menghentikan mobilnya pas di depan pintu masuk, karena Ghea tidak mengizinkan Faris masuk kedalam perumahan.
"Sudah sampai cantikk. . ." ucap Faris
"Mas makasih banyak yah buat hari ini, udah anter jemput aku" ucap Ghea
"Sama-sama cantik,, jangan bosan yah sama aku" ucap Faris
__ADS_1
"Enggak lah mas hehehe, yaudah aku masuk dulu yah mas," ucap Ghea
"iyah" jawab Faris
"Hati-hati dijalan mas, dahhh" ucap Ghea sambil melambaikan tangannya
"iya pasti" ucap Faris
Kemudian Faris memutar balikan mobilnya dan meninggalkan Ghea.
Saat Ghea sampai di depan rumah sudah ada mobil Arya yang ada di depan garasi.
"Assalamu'alaikum" ucap Ghea sambil memasuki rumahnya
Tidak ada jawaban sama sekali di dalam rumah, ia melihat Arya yang sedang menelfon di tuang tamu, Arya sudah memakai pakaian rapi sepertinya ia akan pergi keluar. Ghea sengaja berjalan mengendap-endap karna ia mau mendengar percakapan Arya dengan seseorang yang sedang di telfonnya, Ghea berdiri di belakang Arya dengan sedikit jarak
"Tumben banget Pak Arya jam segini udah rapi, mau kemana dia?" Batin Ghea
Ghea mendengar obrolan Arya dengan suara wanita yang di telfonnya,
"Sayang? Apa Pak Arya sedang telfonan sama Angel? Berarti yang gue liat di restoran benar dong itu Angel, tapi laki-laki yang bersamanya itu siapa? Batin Ghea semakin penasaran.
"Gue istrinya tapi disini gue gak dianggap sama sekali sama suami gue" Batin Ghea
Arya yang tiba-tiba membalikan badanbya kebelakang sontak membuat Ghea kaget, Ghea langsung memutar badannya kesamping sambil pura-pura mencari lalat yang masuk ke dalam rumah.
"Sejak kapan kamu di belakang saya?"tanya Arya
"Enggak kok baru" jawab Ghea
"Mau kemana pak?"tanya Ghea
"Keluar." jawab Arya singkat
"Yaudah pak hati-hati" ucap Ghea
Tanpa sepata katapun yang keluar dari mulut Arya, ia langsung pergi meninggalkan Ghea, Ghea berdiri di depan pintu dan tanpa ia sadari air matanya mengalir, dan batinnya terus tersakiti
Ku kira cuek mu menguji
Ternyata menyuruhku pergi
"Bu. . . Ghea pengin pulang,, Ghea pengin pergi dari sini bu. . Ghea capek Ghea udah berusaha jadi istri yang baik buat pak Arya, bu. . .Ghea pengin akhiri pernikahan ini"Batin Ghea dan segera mengusap air matanya.
Ghea masuk ke dalam rumah dan langsung pergi ke kamarnya, tanpa ia sadari ada 5 panggilan tak terjawab dan 1 pesan masuk dari Faris.
Faris Putra Wijaya
Cantik. . .Dompet kamu ketinggalan di mobil aku
Ghea putri utami
__ADS_1
iya mas, tolong simpan di mas dulu yah, entar aku ambil,, makasih sebelumnya mas. . .
Faris Putra wijaya
iya sama-sama cantik,, btw besok aku jemput lagi gakpapa?
Ghea putri utami
Gak usah mas, entar ngrepotin mas. Aku brangkat sendiri aja pake motor
Faris putra wijaya
Gak ngrepotin ko cantik, aku malah seneng bisa deket kamu terus apalagi kalo tiap hari aku malah seneng banget hehehe
Ghea Putri utami
Hmmm gak usah mas, sebelumnya makasih banyak mas, tapi aku besok berangkat sendiri aja ya
Farus Putra wijaya
Yaudah cantik gakpapa
Sudah larut malam tapi Arya belum pulang juga, Ghea gelisah menunggu Arya pulang, Ghea ingin menanyakan kemana saja Arya pergi sampai larut malam. Tanda tanya besar memenuhi fikiran Ghea sekarang, kemana Arya pergi, sama siapa dia pergi.
Beberapa jam kemudian Arya pulang, Ghea menunggunya di ruang tamu, arya memasuki rumahnya dengan santai tanpa ada rasa bersalah sedikitpun karena pulang larut malam.
" Dari mana aja bapak? kenapa pulang selarut ini?" tanya Ghea dengan marah
"Bukan urusan kamu" awab Arya cuek
Arya yang langsung pergi ke dalam membuat Ghea semakin tidak tahan dengan sikap Arya yang cuek dan tidak menghargai Ghea sebagai istrinya.
"Bapak bilang bukan urusan saya?! jelas ini urusan saya pak. Saya ini istri bapak apa bukan sih? bapak memperlakukan saya se enak bapak saja, sedikitpun bapak tidak pernah menghargai saya sebagai istri bapak, disini saya sudah berusaha buat berbakti ke suami saya, menghargai suami saya walaupun tidak diperlakukan baik sama bapak.! saya capek pak kalo begini terus!" ucap Ghea dengan menahan sesak di dadanya
mendengar ucapan Ghea, Arya yang sedang berjalan menuju anak tangga menghentikan langkahnya mendengarkan kata-kata yang keluar dari mulut Ghea, sontak membuat Arya terkejut karena selama ini Ghea selalu diam saat di perlakukan seenaknya oleh dirinya.
"Kamu bilang capek?saya juga capek, ngenjalani pernikahan ini. pernikahan yang sama sekali tidak aku inginkan! kalo kamu mau pergi silahkan pergi!" Bentak Arya
"Bapak fikir saya gak tahu bapak pergi sama siapa?jalan sama siapa?saya tau semuanya pak. tapi apa selama ini saya protes ke bapak?enggak pak! wanita yang bapak sangat sayangii itu gak sebaik yang bapak kira, ingat perkataan saya pak!
emang saya cuma wanita yang terpaksa bapak nikahi, tapi setidaknya bapak hargai keberadaan saya," ucap Ghea sambil mengusap air matanya
"Ohh baguslahbkalo kamu tau, jadi saya gak usah jelasin siapa wanita yang sangat saya sayangi itu, dan tolong jangan fitnah kalo dia gak baik."
Kemudian Arya langsung pergi ke kamarnya dan menutup pintu kamarnya dengan sangat keras sampai terdengar oleh Ghea. dan Ghea hanya bisa menangis di dalam kamarnya.
.
.
.
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN KOMEN YAH...
Selamat membaca🙏😍