Dijodohkan Dengan CEO

Dijodohkan Dengan CEO
BAB 3


__ADS_3

"aaaa!!!" teriak desi dan vano langsung membungkam mulut desi dngan tanganya


"bodoh knpa kau bertriak pagi2" kata vano sambil melepaskan tnganya dasi mulut desi


"apa yang kau lakukan.. knpa kau disini dan apa tadi knpa kau memelukku.."


"kau ini bodoh atau bagaimana sihh.. kita sudah menikah... aku suamimu jadi wajar saja aku tidur disini.. dan aku memelukmu itu tidak sengaja.." kata vano


desi langsung menepuk jidatnya " aduh knpa aku bisa lupa" batin nya..


"tapi tetap saja kau tidak boleh memelukku" ketus desi


" hey bahkan aku bisa melakukan lebih dari itu karna aku suamimu" jawab vano..desi yang jengkel dengan jawaban vano pun langsung pergi kekamar mandi..


mereka berdua sudah siap untuk kluar dari kamar.. desi sengaja menunggu vano karna kalau sampai desi kluar sendiri pasti akan banyak pertanyaan dari kluargany dan pastinya membuat dia males untuk menjawabb....


desi dan vano pun akhirnya kluar.. kluarganya pun sedah menunggu kedatangan merka..


mereka pun memulai sarapan mereka. suasanya pun jadi hening.. hnya terderang suara dentingan semdok dan piring saja disana....


setelah selesai rapan mereka semua duduk bersantai sambil mengobrol..


" vano kamu nnti mau pulang kerumah papah dulu atau kerumah mertua mu" winata bertanya kepda vano..


" pulang kerumah vano saja pah" jawab vano


"apa kamu tidak bisa tinggal dirumah papah dulu van.. agar mama bisa sering mengobrol dengan desi" timpal rita.. vano menatap desi sepertinya desi bodo amat dengan keputusan vano..


"tidak mah.. kalau kalian ingin bertemu desi kalian bisa main kerumah kami.." kata vano meyakinkan mamahnya..


" desi knpa kmu diam saja.." hermawan pun bertanya kpada desi karna dari tadi dia hanya diam.


" desi terserah sama vano pah... kalau desi ambil keputusan emng vano mau nurutin desi" desi berkata sambil menatap vano.. dan vano juga menatap nya .


" memang mau nya kamu gimana sayang" vano bertanya kpada desi dan deai langsung membelalakan matanya karna vano memanggilnya sayang.. ya dia tau itu hanya akting nya saja tapi tetp saja dia risih..


" mau ku kita tinggal dirumah papah 1 mingggu dan dirumah papah winata 1 minggu baru kita kerumahmu"


" benar van yang dikatakan desi. lebih baik seperti itu" kata rita


" mamah ingin cepat2 punya cucu kan" vano berkata seperti itu.. desi langsung membelalakan matanya.. " apa maksut dia ini bicara seperti itu".. semua orang tersenyum mendengar perkataan vano dan mamahnya pun mengangguk.


" jadi biarkan vano dan desi tinggal dirumah vano sendiri agar bisa lebih cepat membuatkan kalian cucu dan keponakan.. iya kan sayang " kata vano sambil mengelus pucuk rambut istrinya.. desi hanya diam saja dan tersenyum malu..


akhirnya mereka mengizinkan vano untuk tinggal dirumahnya sendiri... mereka semua sudah pulang kerumah masing2..


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


vano dan desi pun sudah sampai dirumah vano.. kedatangan mereka disambut hangat oleh pelayan2 dirumah itu.. vano berjalan tanpa menjawab sambutan mereka.. berbeda dengan desi yang tersenyum ramah pada mereka..


vano berjalan menaiki tangga dan desi mengikutinya dari belakang.. vano langsung berhenti karna desi terus saja mengekor..


" knpa kau mengikutiku sihh" kata vano yang sudah menatap desi..


" lalu aku harus mengikuti siapa.. kau tidak memberi tahu dimna kamar ku" kata desi.


" apa kau mau satu kamar denganku"


" tentu saja tidak mau.."


"yasudah pilihlah kamar sesukamu disini ada banyak kamarr" jawab vano langsung masuk kedalam kamarnya.. desi pun mencoba mencari2 kamar..


"kalau dia dikamar ini lebih baik aku dikamar ini saja.." desi masuk kekamar di sebelah kamar vano..


desi langsung merebahkan tubuhnya sebentar.. dan langsung beranjak lagi untuk mandi..


setelah selesai mandi dia keluar dari dalam kamar mandi menggunakan handuk.. saat desi kluar desi kaget melihat vano sudah bebrbaring di rnjang nya.. hampir saja desi melepaskan tangan nya yang memegang handuk karna sangking kagetnya.. vano menatap desi darj bawah sampai atas dia menatap tubuh indah istrinya itu glekk dia menelan salivanya..


"bagaimana aku tidak menyentuhnya kalau dia semenggoda ini" batin vano.. desi yang sadar jika dia diperhatikan pun merasa risih dia langsung masuk keruang ganti dan berganti baju..


setelah selesai mengganti bajunya dia melihat vano masih ada di ranjang nya sambil memainkan ponsel nya..


" kau mau apa kemari" tanya desi


" memang knpa kalau ak ksini" bukan menjawab vano malah balik bertanya..


" ya knpa kau harus di kamarku tanpa seizinku kau tidur di ranjangku.. itu tidak sopn nmanya.. "

__ADS_1


" ini rumah ku jadi aku berhak masuk kesini sesuka hatiku" jawab vano dengan santai


" kau.. knpa menyebalkan sekali" jawab desi geram.


vano bangkit dan duduk disofa..


" aku hanya ingin memberi tahumu nnti malam kekasih ku akan datng dan akan menginap disini jadi bersikpalah yang sopan" jelas vano.. desi berjalan kearah vano dan duduk disebelah vano.


"apa kau bilang kekasih mu akan datang dan bermalam disini dan aku harus bersikap sopan" kata desi


" iya karna dia kekasihku maka kau harus sopan"


"dia kekasihmu kan bukan tamu ku atau teman ku jadi sesuka ku lah mau bersikap seperti apa kau tidak perlu mengaturku"


"ini rumahku jadi setiap orang yang tinggal disini harus menurut dengan ku apa kau mengerti" tegas vano..


" tapi aku disini karna kau yang mengajakku kan.. jadi aku juga disini adalah tamu.. dan tamu adalah raja.. dan aku tidak mau menurutimu" jawab desi..


" mau tidak mau kau harus mau.." kata vano langsung meninggalkan desi.. dan desi hanya bodo amat..


vano duduk di ruang tv menunggu kedatangan tasya... setelah dari tadi menunggu akhirnya tasya datang..


"sayang" teriak tasya dan berlari kearah vano langsung duduk di pangkuan vano.. dan dia langsung melu**t bibir vano.. vano hanya menikmati nya.. mereka tidak tau kalau desi melihat mereka dari atas.. tapi jika mereka tau juga itu tidak masalah kan..


desi benar2 merasa kecewa dan sakit hati ingin rasanya dia bertriak dan menangis.. bagaimana tidak suaminya bermesraan di depan matanya. walau pun dia tidak mencintai vano tapi setidak nya vano harus menghargainya bukan.. desi pun memilih pergi kekamar nya dan tidurr..


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


pagi hari tlah tiba desi sudah bangun dari tidurnya.. dia melihat jam sudah pukul 05:15 dia langsung begegas kedapur untuk membiat sarapan.. ketika dia melewati kamar vano.. ternyata kamar vano sedikit terbuka dan desi mencoba mengintip dia terkejut melihat vano tidur berpelukan dengan tasya dan bahkan pakaian mereka berserakan di lantai.. rasa nya dia ingin triak tapi itu tidak mungkinn .. dia mencoba menenangkan dirinya dan langsung turun kedapur.. di dapur sudah ada 3 pelayan disitu.. desi yang merasa canggung karna belum tau nama mereka pun mencoba bertanya..


" maaf klau boleh tau siapa nama kalian."


"saya susi non saya kepala pelayan disini kalau ini hana dan ini ratna" jawab susi dan hanya diangguki oleh desi..


baru beberapa menit mereka berkenalan mereka sudah terlihat dekat waalaupun desi disini adalah nona mereka tapi desi tidak mau mereka terlalu formal.. desi menganggp mereka sama denganya bahkan dia tidak sungkan untuk bercanda dengan pelayan nya itu.. pelayan2 itu pun sangat suka memiliki nona muda seperti desi bahkan batin mereka sudah membeda2 kan desi dengan tasya yang sangat somobong..


mereka pun sudah selesai membuat sarapan desi yang tidak mau masuk kekamar vano pun menyuruh hana untuk memanggil tuannya.. karna umur desi dan hana tidak beda jauh jadi desi tidak sungkan untuk menyuruh hana..


toktoktok..


"ada apa" kata vano


"maaf tuan sarapan nya sudah siap dan tuan andra dan nyonya sudah menunggu di bawah" kata pelayan itu.. vano mendengar klau ada mamanya pun kaget


"apa katamu ada mamah di juga di sini"


" iya tuan nyonya kemari bersama nona nita dan tuan andra." kata pelayan itu..


" apa dia sudah dibawah"


"maaf tuan apa maksud anda nona muda"


"iya apa dia sudah di bawah"


"sudah tuan"


"yasudah suruh mereka menungguku dan jangan biarkan mamah kekamar ku.."


" baik tuan kalau begitu saya permisi"


dibawah sudah ada rita nita dan juga andra..


desi pun datang membawakan minuman untuk mereka..


"sayng disini kan ada pelayan knpa kamu repot2 sihh"kata rita


" ah tidak apa mah ini tidak repott.." desi pun duduk disebelah nita.. barusaja desi duduk nita langsung memeluknya dan membuat desi kaget.


"nita kau membuatku kaget saja"


"hehe maaf kak nita kangen banget sama kakak.. oh iya apa kakak gak ke kampus hari ini"


" nanti kakak ke kampus."..


mereka pun berbincang2 sambil menunggu vano.. desi sebenernya merasa agak cemas karna disitu ada tasya bagaimana kalau mertuanya itu tau...


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


dikamar vano membangunkan tasya.


"sayang bangunlah" vano menepuk2 pipi tasya..


"umhh... ada apa sayang.."


" ada mamh disini"


tasya yang mendengar kata mamah langsung membelalakan matanya..


"apa ada mamah.. lalu bagaimana ini"


" kau diamlah disini aku akan keluar"


" baiklah".. akhirnya vano pun langsung keluar...


setelah sampai bawah dia melihat mamahnya sedang bercands bersama istrinya dia pun sedikit bahagia melihat mamahny bisa tersenyum lepass..


" morning smua" kata vano dan langsung mencium kening desi.. desi pun kaget dia langsung membelalakan matanya.. tapi dia langsung bisa menetralkan kaget nya.. dia kembali bersikap biasa saja..


" morning sayang." mamah vano melihat vano yang tidak sengaja tertuju pada leher vano.. dan mamahnya tersenyum.


" wah2 vano rupanya istri kecil mu itu seperti drakula ya apa kau yang mengajarinya" kata mamah vano.. desi dan vano pun bingung dengan ucapan mamahnya .


" ma..maksut mamah apa mah.. desi bukan drakula " kata desi.. dia bingung.


"iya mah apa maksut mamah" timpal vano..


" itu" kata mamah vano sambil menunjuk leher vano.. semua nya pun melihat arah yang ditunjuk oleh mamah vano.. dan vano pun juga kaget.. knpa dia bisa lupa..


" itu bukan desi mah.. desi tidak melakukan itu sunggung.. sebentar aku cari obat p3k dulu" vano membelalakan matanya dengan ucapan desi.. dan mamah rita langsung menatap vano sedangkan andra menahan tawany melihat desi ketakutan dan kebingungan seperti itu " apa dia tidak tau itu tanda apa" pikir andra..


desi segera kembali membawa kotak p3k.. tapi saat desi mau mengoleskan obat mamah vano menyurhnya berhenti.. desi benar2 takut. dia tidak tau itu tanda apa dia fikir mertuanya itu akan marah..


" tunggu desi"kata mamah vano dan langsung menatap desi.. desi merasa takut dan bingung dia fikir mertuanya itu akan marah..


"sungguh mah desi bersumpah tidak melakukan apapun.. desi sungguh bukan drakula mah desi tidak tau apa2 mah" andra pun semakin menahan tawanya melihat desi seperti itu.. nita dia hanya diam saja dia juga bingung knpa desi setakut itu.. padahal itu kan wajar dilakukan oleh suami istri..


mamah vano menatap tajam kearah vano ..


" nona apa anda benar2 tidak tau itu apa"tanya andra kpada desi


" sungguh kak andra aku tidak tau aku benar2 tidak tau" jawab desi ketakutan.. vano juga bingung knpa desi setakut itu apa dia tidak tau itu tanda apa.. dan vano juga takut kalau mamahnya akan tau yang sebenarnya..


"vano jawab mamah.. knpa desi tidak tau tanda ituuu.. buka bajumu sekarang vano!! teriak mamah vano.. karna dia yakin pasti di badan vano juga banyak tanda2 itu.. vano pun ragu karna mamahnya pasti akan marah besar.. akhirnya mau tidak mau vano membuka bajunya . dan mereka semua terbelalak melihat banyak nya tanda itu di badan vano.. desi semakin takut melihat banyak tanda seperti itu di tubuh vano dia panik dia ingin mebelfon dokter tapi di cegah oleh andra.. dan andra berbisik pada desi memberi tau kalau itu adalah tanda kepemilikan desi langsung memblalakan matanya knpa dia bisa bodoh sekali..


" vano apa ini knpa bnyak sekali tanda ini kalau desi tidak tau lalu siapa yang melakukan ini hah jawab mamah!!! mamah rita sudah benar2 murka terhadap vano bisa2 nya dia melakukan hal itu bukan dngn istrinya.. vano tiidak bisa menjawb prtnyaan mmh ny dan dia hanya diam saja.. desi dan nita mencoba menenangkan mamahnya..


mamah rita terduduk lemas di situ dia menangis apa yang tlah di lakukan vano apa dia menghianati istrinya pikir mamah rita.. andra menarik desi untuk kebelakang vano melihat itu dan dia hanya diam saja..


sampai di belakang andra mencoba bertanya dengan deai yang sebemarnya..


"nona apa tuan bertemu dengan tasya"


desi tidak menjawab andra dia bingung mau jawab apa..


"nona anda katakan saja pada saya.. tidak apa2 nona"


desi menganggukan kepalanya..


"iya dia bahkan ada disini" kata desi


" apa.. jadi dia bermalam disini"dan hanya diangguki oleh desi.. andra langsung menarik tangan deai untuk kembali keruang tamu itu.. dan andra langsung naik ke atas kekamr vano ... vano meliht andra menaiki tangga pun panik langsung mengejar andra.. dan maamah vano yang melihat itu tidak tinggal diam dia langsung mendorong vano menuju kamar nya vano semakin panik.. mamahnya sudah berada di dpan pintu itu ketika akan membuka pintu nya di kunci.. dan mamah rita langsung menyuruh andra mendobrak..


"andra sekarang juva dobrak pintu ini" titah mamah rita


" tapi nyonya" andrA ragu tapi dia dipaksa.. akhir nya mau tidak mau dia mendobrak pintunya...


BRAKKK!!!


andra membuka pintu dan mereka semua terkejut melihat siapa yang ada di dalam mamah vano semakin emosii..


maaf yah kalau ceritanya kurang bagus soalnya author masih baru ini juga karya pertama author


slaam author: wulan😍😍😍


selamt membaca semoga suka yahh😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2