
Cuplikan sebelumnya!
"Nama kakak, kak Lia. Dia kak Andrian, jadi kita langsung jalan-jalan." ucap Lia dan dengan antusiasnya Alan menyetujuinya.
Skip, saat di mall!
Andrian, Lia dan Alan pergi berbelanja beberapa pakaian untuk Alan karna bajunya saat itu sangat kusam.
"Alan lapar gak? Kalau lapar kita makan" ucap Lia yang diangguki Alan.
___________________________________________
Sesampainya di mall!
Lia membawa Alan ke toko pakaian, Lia memilih baju yang cocok untuk Alan agar dapat digunakan. Andrian sibuk dengan belanjaan yang dibeli Lia dan Alan, setelah puas mereka pergi ke toko mainan.
"Selamat datang dan selamat malam, silahkan pilih mainan yang anda inginkan" ucap karyawan A
Alan mencari mainan yang ia suka dan Kia membantu sedangkan Andrian, kelelahan membawa belanjaan banyak.
"Mbak, ini berapa mbak?" ucap Lia.
"Ini edisi terbatas, yang mbak pegang ke-50 dan terakhir di toko ini. Harganya Rp. 950.000 mbak" ucap karyawan A dan diangguki Lia.
"Alan, Alan mau ini gak?" tanya Lia.
"Emmm.....emanh boleh? Itu mahal lho kak" ucap Alan gugup, Lia ingin berkata tapi sudah dipotong seseorang.
"Mbak saya belu ini, ya" ucap seseorang wanita tersebut dengan anak kecil yang mengambil paksa mainan dari tangan Alan.
"Maaf bu, itu saya duluan yang ambil" ucap Lia tegas.
"Kamu? Mau beli ini? Hahahahahaaaaa" ucap wanita tersebut membuat Andrian marah.
"Emangnya kenapa kalau kita mau beli?" ucap Andrian.
"Gak boleh! Ini punya saya lagi pun, kalian mana ada uang mau beli ini" ucap wanita tersebut meremehkan.
Andrian yang sudah naik pitam dan amarahnya tak dapat ditahan lagi. Dan...
"Emangnya anda siapa?" ucap Andrian.
"Saya? Saya orang terkaya ke-20 di Asia! Emanya kalian mau apa?" ucap wanita meremehkan.
"Heh! Hanya ke-20 saja sudah bangga" ucap Andrian meremehkan.
"Sudah Andrian, cukup" ucap Lia melerai.
"Mbak tolong ya, kalau mepersilahkan orang masuk itu dilihat dulu penampilannya. Bukan asal main masuk²in aja" ucap wanita tersebut.
Lia yang memperhatikan karyawan tersebut sadar bahwa, pelayan tersebut marah seolah berkata 'maaf, anda siapa ngatur saya? Ini toko milik anda? Bukan kan' namu amarah tersebut ditahan dengan senyuman.
"Bu, kalau mau marah² jangan ke pelayan dong, emang anda siapa? Pemilik toko ini?" ucap Lia meremehkan.
"Mah, udah kita cari yang lain aja yok" ucap anak wanita tersebut. Mamanya tak memperdulikan omongan anaknya.
"Panggil manajer toko ini, sekarang!" ucap wanita tersebut yang sudah naik pitam.
Karyawan tersebut memanggil manajer toko.
"Nama saya Ramma, manajer ditoko ini. Ada yang bisa saya bantu?" ucap Ramma tersebut ramah.
"Pak, tolong ya kalau punya karyawan ditoko ini harus diperhatiin!" ucap wanita tersebut.
"Emangnya ada apa ya bu?" tanya Ramma.
__ADS_1
"Ini! Karyawan bapak membiarkan orang sok kaya ini masuk ketoko bapak!" ucap wanita tersebut sambil menunjuk Andrian.
"Maaf, bukannya anda istri dari orang terkaya di asia ke-20, kan?" ucap Ramma yang diangguki wanita tersebut.
"Sepertinya anda belum tahu ya, perusahaan suami anda bangkrut dikarenakan suami anda korupsi dan orang yang anda tunjuk itu, pria ini anak dari orang terkaya ke-1 di asia dan wanita ini kekasihnya yaitu anak dari orang terkaya ke-2 di asia." ucap Ramma.
Bagai disambar petir wanita tersebut pingsan dan dibawa ke rumah sakit sedangkan anaknya menangis pun ikut pergi ke rumah sakit.
"Terima kasih pak atas bantuannya" ucap Lia
"Sama-sama" ucap Ramma
"Oh iya pak, bapak tau dari mana identitas kami?" ucap Andrian menyelidik.
"Ooooo, orang tuan kalian berdua temen bapak dan besok bapak akan datang diacara pernikahan kalian." ucap Ramma panjang yang diakhiri senyum.
Andrian dan Lia mengangguk lalu membeli mainan yang direbut wanita tadi.
Krruuyuk!!
Krruuyuk!!
"Alan laper yaa?" ucap Lia menggoda.
"Hehe iya kak, laper" ucap Alan cengengesan.
"Ya udah, kita makan dulu lalu pulang." ajak Lia yang diangguki Alan dan Andrian.
Andrian, Lia dan Alan makan direstoran yang cukup terkenal. Saat memesan Alan ingin steak tapi Lia tidak maj karna nanti akan kesusahan memotongnya. Alan meyakinkan Lia bahwa dia bisa, Lia pasrah menuruti kemauan Alan.
Alan memotong steak dengan elegan, tidak berserakan kemana-mana.
'Gila nih anak, gue kira bakal susah amat dia teryata dan ternyata elegan bat dah. Gue aja waktu kecil motong nya aja steknya terbang mana kemuka pelayan lagi tuh. Hadeuhh...naseb-naseb' batin Andrian.
Ting..Tong!
(Anggep ajalah suara bell)
"Iya, sebentar" ucap mama Lia didalam.
Ceeklek!
"Astagfirullah hallaziim, kalian ini koq sudah bawa anak pulang?! Ingat, kalian belum menikah" ucap mama.
"Atagfirullah hallaziim maa, Lia masih suci mah, nemu anak kita" ucap Lia beranjak masuk. Mama hanya mengangguk dan mempersilahkan Alan dan Andrian masuk. Setelah berbincang-bincang mengenai Alan, Andrian pun pamit pulang.
"Lia, antarkan Andrian sampe depan gih sono" ucap mama Lia santai.
"Iya maa" ucap Lia
'Haduh, mama nih kesambet apaan dah?!' Batin Lia.
Lia pun mengatarkan Andrian sampe depan rumah.
"Dah, sampai jumpa besok." ucap Andrian sambil memasuki mobil sembari melambaikan tangan.
Lia hanya tersenyum palsu dan melambaikan tangan. Sekarang mobil Andrian sudah hilang dari pandangan Lia dan Lia kembali memasuki rumah.
"Bi, tolong siapkan kamar buat Alan" ucap mama.
"Baik, nyonya." ucap bibi tersebut.
"Alan, nanti kamu panggil tante jangan tante lagi ya, kamu panggil mama aja" ucap mama.
"Iya tante, eh mama" ucap Alan gugup.
__ADS_1
"Oke, sekarang udah malam Alan tidur ya" ucap Lia, namun Alan malah menggelengkan kepalanya membuat Lia sedikit bingung.
"Alan, kenapa?" tanya Lia.
"Alan mau tidur sama kak Lia, boleh?" ucap Alan mendunduk.
"Hmmm.....oke, sekarang kita tidur ya." ucap Lia.
"Oke kak, tentu" ucap Alan penuh semangat.
Dirumah Andrian!
Tin..tin...!
"Iya" ucap mama Andrian
Cekleek!
"Assalamu'alikum ma" ucap Andrian menyalami mama.
"Waalaikumsalam, gimna tadi jalan sama Lia?" ucap mama menggoda dan dibalas senyuman oleh Andrian.
"Mah, aku gak nyangka kalau Lia bisa bela diri, keren banget ma. Tadi Lia nyelamatin anak kecil." ucap Andrian sembari mengingat kejadian tadi.
"Hah, emang apa yang terjadi? Lia gak apa apa kan?" ucap mama cemas.
"Jadi gini ma........." jelas Andrian, memberitahu kejadian saat dimana Lia menyelamatkan Alan dan Andrian bercerita tentang Alan juga.
(Mon maap nih yee, thornya mager)
"Jadi gitu ma" ucap Andrian
"Coba kamu selidiki tentang Alan siapa tahu kita bisa bantu" ucap mama.
"Oke ma" ucap Andrian sembari kekamar.
"Besok weekend, ajak Lia sama Alan kesini" pinta mama.
"Siap komandan" ucap Andrian memperagakan sikap hormat.
Dikamar!
'Haduh, hari yang membahagiakan. Kapan ya gue punya anak sama Lia?' Batin Andrian.
"Chat Lia ajalah" ucap Andrian.
Di Wechat!
"P" Andrian.
"Sp" Lia.
"Andrian" Andrian.
"Oh, dapat ID dari sp" Lia.
"Adadeh" Andrian.
Andrian menghela nafas karna pesan terakhir nya hanya dibaca oleh Lia.
'Au ah, tidur ae dh' batin Andrian.
Andrian tidur dengan nyenyak sampai melupakan apa yang disuruh mama yaitu, mancari tentang Alan. Sementara itu, ditempat lain seorang gadis tengah berkutik dengan laptopnya setelah menidurkan seorang anak kecil.
"Yes! Akhirnya ketemu. Huh! Anda akan menderita"
__ADS_1