
"Langsung ke intinya, kenapa kamu menampar anak saya? Kamu tahu saya ini guru disekolah ini, saya bisa keluarkan." ucap bu Siska sombong.
"Karena dia salah dan ibu mau ngeluarin saya? Hahahahaaa...saya yang akan mengeluarkan ANDA!" ucap Lia menekan kan kata 'anda'.
Brak!
"Ada apa ini? Kenapa ribut-ribut?" ucap .....
___________________________________________
"Ada apa ini? Kenapa ribut-ribut?" ucap kepsek yang mendengar suara keributan di Rg. Guru yang mendegar keributan.
"Ini pak, anak ini telah menampar anak saya. Hujum saja pak, atau jeluarkan dari sekolah ini." ucap bu Siska
"Apa hak kamu memasuk-keluarkan para murid?" ucap pak William dingin membuat Bu Siska bergudik ngeri.
"T...ta..tap...tapi dia nampar saya kemarin pak dikantin tanpa alasan hikss..hiks...hikss" ucap Silsi sok polos.
"Dasar anak gak tau diri"
"Bagus keluarkan saja"
"Udah beruntung dimasukkan sekolah ternama, malah buat onar"
__ADS_1
Brak!
"KAMU, APA BUKTI KALAU DIA NAMPAR KAMU?" ucap kepsek lantang.
"I...in..ini pak, pipi saya merah, hikss...hiks...hikss...." ucap Silsi pura2 nangis.
"Dan kamu, kenapa kamu menampar dia?" ucap pak kepsek agak lembut.
"Saya menampar dia karena dia membully salah satu murid disini." ucal Lia santai.
"Gak, gak pak, saya gk bully koq, hikss hikss..." ucap Silsi menangis (pura2).
"Awas lu Lia, gue bakal habjsin lu" batin Silsi
"Bukti? Banyak! CCTV kantin ada, temen saya ada, bibi kantin ada, seluruh siswa dikantin ada." ucap Lia sambil menghitung buktu dijarinya.
'Sialan lo Lia' batin Silsi.
"Oke, kalau gitu kita keruang CCTV, tanya temen kamu dan tanya bibi kantin." ucap kepsek.
"Habis lo Silsi" batin Lia
"Lia Sialan! Awaa aja lo!" Batin Silsi
__ADS_1
Kepsek/paman Wiliam, Lia, Silsi,Bu Siska, beberapa guru sebagai saksi dan veberapa murid yang melihat kejadian tersebut dipanggil untuk meyakinkan bukti yang dikatakan Lia. Lia yang terlihat santai, sedangkan Silsi sudah keringat dingin karna akan malu jika ketahuan anak dari guru di High School sekilah ternama dijakarta membully seorang siswa. Setelah melihat CCTV, merekan memastikan ke kantin, bibi kantin tak tahu bahwa paman Wiliam adalah kepsek baru. Setelah mendegar penjelasan dari bibi bahwa Silsi selalu memalak siswa, mebully siswa dan mengusir siswa yang sedang makan untuk tempat duduk nya. Paman Wiliam murka dan tak menyangka bahwa disekolah ternama ada pembullyan oleh seorang siswa, apalagi siswa tersebut anak dari guru. Sesampainya di Rg. Guru setelah pemerikasaan...
Brak!
"Kenapa?! Kenapa kamu membully hah?! Kamu itu anak guru, sepatutnya jadi contoh bagi semua, tapi malah seperti ini. Mau jadi apa kamu? Cepat minta maaf sama Lia!" Ucap Paman Wiliam/kepsek setelah menggrebak meja dan menunjuk-nunjuk wajah Silsi.
Silsi yang takut dengan kepsek menelan salivanya dengan kasar.
"L..L...Lia, a, ak, aku min.. minta maaf ya" ucap Silsi gemetaran.
"Oh" ucap Lia santai.
"Sekali lagi kamu melakukannya maka akan saya keluarkan kamu dari sekolah ini dan tidak diterima disekolah manapun." ucap kepsek.
"M..mohon pak, jangan keluarkan anak saya. Saya minta maaf atas perbuatan anak saya." ucap bu Siska bersujud, tapi kepsek tak memepedulikan dan pergi.
Bu Siska meminta izin kepada guru Silsi untuk pulang kerumah karna ada urusan mendadak. Ya, bukan urusan tepatnya bu Siska melampiaskan amarahnya pada Silsi karna telah membuat namanya kotor. Bu Siska membanting semua barang dirumahnya yang hampir mengenai Silsi, anaknya sendiri.
Saat malam dirumah Andrian!
Andrian berpakaian rapi yang ingin pergi, mengenakan kemeja cream dan celana polos hitam
__ADS_1