DIJODOHKAN DENGAN MOST WANTED

DIJODOHKAN DENGAN MOST WANTED
chapter 14


__ADS_3

Chapter 13


Cuplikan sebelumnya...


"Aisshhh, lu mah, kayak mo bantu org tpi gk bisa sendiri" gumam Karina yg didengar Alya.


"Gua denger, yuk cuss!" Ucap Alya


"Iya iya" ucap Karina beranjak dan mengekori Alya.


___________________________________________


Dan tiba-tiba datang lah para most wanted cowo.


"Huaaa, most wanted cowo dateng"


"Adrian, aku padamu"


"Astaga, Fathan makin ganteng"


"Si Daffa makin ganteng"


"Jibran, i love you"


"Andaikan Dilan jadi Dilannya gue"


"Galang, aaaavv"


"Dimas, huaa i want to mary you"


"Dasar muka perusak hubungan orang"


"Knp sih? Gantengan juga gua"


"Isshh, mending mereka keluar biar gua leluasa mainin cewe"


"Gimana nih?" Ucap Jibran bingung.


"Iya nih, udh ramai banget" ucap Galang.


"Disana aja, tempat Lia dkk. Mumpung pas buat kita" usul Dimas.


"Oke" ucap Fathan.


"Gimana Ad...rian" ucap Daffa namun Adrian sudah pergi duluan.


"Emang ye tuh bocah, suka aja ninggalin temennya nanti ditinggalin cewe baru tau" lanjut Daffa.


"Lah lah, masa gua sendirian" ucap Daffa menggelengkan kepalanya yang menyadari bahwa dirinya ditinggal oleh temannya.


"Kita boleh duduk sini gak? Soalnya yang lain udah penuh" tanya Daffa yang menatap yang menatap Cantika secara lekat.


Kayla melihat sekeliling dan mendapati semua meja sudah penuh.


"Duduk aja" ucap Kayla.


Fathan duduk lalu celingak-celinguk seperti sedang mencari sesuatu.


"Lu nyari paan?" Tanya Cantika.


"G-gak koq" ucap Fathan gelagapan.


Melihat Fathan yang gelagapan Cantika pun curiga dan menatap Fathan dengan Lekat.


"Ngapain dia natap Fathan. Ih, apaan sih gue kenapa peduli? Koq sesak ya?" Batin Daffa.


"Gua mau pesan makanan, kalian mau apa?" Ucap Dimas.


"Gua nasgor ama jus jeruk" Ucap Adrian.


"2in"


"3in"


"4in"


"5in"


"6in"


"Okey, siip" ucap Dimas lalu beranjak pergi meninggalkan teman²nya.


"Nih, makanannya" ucap Alya yang mengekori Karina yang mendahuluinya.


Alya merasa ada yang memperhatikannya, sontak ia melihat kesegala arah dan mendapati Fathan yang meperhatikannya.


Fathan sedari tadi menunggu Alya, ia melihat Alya seperti mengagumi senja di sore hari.


Sempat sepasang mata mereka bertemu dan terjadilah tatap-tatapan diantara mereka.


Karina yang menyadari temannya sudah tidak lama lagi akan jomblo mun menegur mereka.


"Ehem ehem, kalo mau tatap-tatapan jan disini, gua masih jomblo. Pergi sono kalau mau tatap-tatapan" ucap Karina membuyarkan Alya dan Fathan.


"Pepet terosss" ucap Galang menepuk punggung Fathan.


"Tembak aja, nanti ketikung ama orang" ucap Daffa menyungging kan senyum manis nya.


Cantika yang melihat Dafda tersenyum hanya merona. Ia merasa terhipnotis dengan wajah tampan Daffa yang mempesona dan balik lagu menatap Daffa.


"Kar, lu ga jomblo koq. Gue ada, gue sip koq jadi pacar lo" ucap Jibran dengan nada sombongnya.


"Jan ngadi-ngadi deh lu" ucap Karina namun mukanya sudah memerah.

__ADS_1


"Pepet aja lagii" goda Galang.


"Woi Cantika, napa lu ngeliatin Daffa mulu?" Ucap Amanda mebuyarkan tatapan Cantika.


"A-apaan sih, mana ada coba" ucao Cantika dengan wajahnya yang sudah kepiting rebus lalu memalingkan wajahnya karna malu dan takut terlihat oleh Daffa.


"Udhlh ngaku aja" ucap Aisyah sambil makan bakso.


"Udh udh, makan napa" ucap Lia menyuruh yang berbicara dan menyimak makan.


"Pelerai? Hmm, oke juga buat anak² kita nanti kalo berantem" batin Adrian tersenyum bahagia.


Mereka pun makan tanpa bersuara, hanya ada suara detingan sendok. Setelag makan, mereka lanjut membuka gawaiinya.


Dan...


Sekelompok wanita menor sedang memalak adik kelasnya. Yap, siapa lagi kalau bukan Silsi. Sudah diberi oeringatan masih tetap tak memperdulikan. Namu, Silsi tidak sendirian, dia bersama teman²nya yang pindah sekolah. Silsi sendiri yang meminta mereka pindah dan dengam senag hati mereka pindah. Karena mereka punya koneksi dengan mamanya Silsi maka dengan mudah mereka masuk. Agnes Malfoy, Bella Weasley, Desi Winata & Monika Kawiswara.


Silsi meminta mereka untuk datang karna ingin mendapat dukungan.


"Emang yee tu anak" ucap Karina.


"Tau, udh dikasih peringatan malah makin jadi" sambung Alya.


"Ga punya duit kali ya, malak aj tross" ucap Jibran.


"Modal berani doang" ucap Dilan.


"Udahlh, gosah urus napa. Terserah mereka aja" ucap Lia santai.


Silsi sengaja mebuat keributan agar menarik perhatian Lia. Namun, ia merasa tak didulikan. Silsi dkk langsung menghampiri meja Lia dkk & Adrian dkk.


Braak...


"Woi lu pada, minggir gak!? Ini tempat duduk gua ngapain lo kesini" bentak Silsi.


Merasa diabaikan, teman Silsi pun juga ikut membentak.


"Woi, lu semua tuli atau apaan dh?" Ucap Agnes.


"Tau, udh disuruh minggir malah ga denger" lanjut Bella.


"Tuli lo semua! Awas gk!?" Ucap Monika.


"Lu semua, minggir kita mau duduk dekat cowo kami, lo semua itu cuma pake pelet" Ucap Desi.


"Eh, denger gak sih? Kayak ada yang teriak tapi koq gak ad orgnya yaa? Hmmm, aneh. Apa perasaan gua aja ya?" Ucap Cantika.


"Eh, iya ya. Gua kira cuma gua aja yang ngerasa" ucap Daffa.


"Bwhahahhahahahahahahahahahahaaaaaaaa, kalian ngakak bener dah" tawa nyaring Dimas.


Dilanjutkan dengan tawa mereka. Bukan karna omongan Cantika & Daffa, melainkan tawa Dimas yang menggelegar diseluruh kantin. Seluruh kanti juga tertawa terbahak-bahak.


"Si*l** lo!" Ucap Silsi mengambil mangkok yang berisi bakso yang kuahnya masih panas mendidih dari org yang hanya lewat saja:)


Byurr...


"Rasain lo j***ng" ucap Silsi.


Agnes, Bella, Desi dan Monika tertawa lepas.


"Woi, lu apa-apaan, kita gak main benda ya" ucap Kayla membela.


"Sayang, liat tuh, mereka marahin aku. Cuman karna aku kasiu pelajaran sama j***ng itu" ucap Silsi bergelanyut manja ditangan Adrian.


"Apa-apaan sih lo! Sayang²an lagi, ishh jyjyk gua. Dan jangan pernah lo nyentuh gua ap lagi panggil sayang. CAMKAN ITU." Ucap Adrian menghempas Silsi sampai terjatuh.


Bruuk...


"Bwahahahha, liat tuh labgsung ditolak"


"Gatau malu banget"


"Masih juga cocokan Lia sama Adrian dari pada cewe kayak lo tuh"


"Kasian ditolak"


"Hahahahahaa"


"Bwhaahhahahahaaaa"


Begitulah komentar yang didapat Silsi. Karna merasa malu, bukannya lari ia malah makin jadi.


"Dasar lo j***ng, pake pelet aja lo" ucap Silsi.


"Pelacur" ucap Agnes, Bella, Desi & Monika secara bersamaan.


"Lo ngatain gua apa tadi? Jalang" ucap Lia.


Plaak...


"Lu tuh yang pake pelet, tiap malem lu ama temen temen lu ke Club Malam tanpa sepengatahuan nyokap lo semua." Ucap Lia menunjuk Silsi dkk.


"Emm...man...mana ada!" Bantah Desi gelagapan.


"Jang...jangan sok tau deh lu" ucap Silsi gugup.


"Trus koq gugup gtu? hah?" Ucap Lia.


"Udh ditotalak, ngej***ng lagi"


"J***ng"

__ADS_1


"P****ur"


"Bi***b"


Begitulah komentar buruk yang didapat Silsi dkk dapat. Agnes, Bella & Monika sudah pergi terlebih dahulu karna rahasia mereka terbongkar.


Sementara itu, Desi dan Silsi menyusul Agnes, Bella & Monika pergi dengan rasa malu. Harap-harap orang tua mereka tidak mengetahui yang mereka ngej***ng. Apalagi Silsi, ia takut mamanya dipecat dan ia dikeluarkan dari sekolah. Hancur sudah nama baik keluarga mereka.


"Bener nih mereka ngej***ng?" Tanya Fateh yang belum percaya.


"Heh! Kalian semua..." ucap Karina namun disengaja berhentikan karna dilanjutkan oleh Cantika.


"Sudah meremehkan cecurut gua yang 1 ini..." ucap Cantika yang juga sengaja dipotong karna dilanjutkan teman³nya yang lain.


"Perkenalkan, Adelia Faranisa Alexander. Seorang HACKER" sambung Amanda, Aisyah, Alya & Kayla.


Dengan gaya sombongnya mereka mendekat ke arah Lia dan bergaya seperti orang sombong.


"Eee...menyesal diriku bertanya" ucap Fateh dengan tatapan datarnya.


Adrian dkk dengan muka datarnya menatap Lia dkk. Lia yang sudah biasa hanya menghela nafas panjangnya.


Skiip...


Pulang sekolah!


"Eh, bye. Sampai bertemu besok lagi kawan" ucap Jibran denga nada seperti perpisahan.


"Ishh, apaan sih loh. Lebay banget" ucap Dillan.


"Ya udh, gua cabut dulu. Udah dijemput sama babank gua" ucap Lia berlari menuju Bang Varo yang menunggunya.


"Omaygat, itu abangnya Lia gans bangat anjirr" ucap Kayla dengan nada mengaguminya.


'Apaan sih' batin Fateh kesal.


Semua sudah pulang kini tinggal Kayla dan Fateh. Kayla menunggu jemputan sedangkan Fateh tadi ada urusan sedikit sehingga dia balik lagi ke dalam sekolah dan saat sudah selesai ia mendapati Kayla yang belum pulang.


"Lu gak balik?" Tanya Fateh dengan wajah yang malu karna ia baru pertama kali berdua dengan cewe biasanya ia selalu dengan teman²nya.


Fateh biasanya anti sama yang namanya cewe namun, sejak kedatangan Lia dan membuat Adrian duduk dengan geng mereka mebuat Fateh selalu memdapati Kayla dipandangannya.


"Oh, gua nunggu jemputan nih" ucap Kayla tersenyum manis.


Asalkan kalian tau, Kayla memiliki sejyiman semanis gula. Sehingga, jika para cowo minum kopi tanpa gula tapi memandangi Kayla makan kopi tersebut terasa manis.


Dag!


Dig!


Dug!


'Perasaan apa ini? Atau jangan² gua jatuh cinta sama Kayla. Aargghh, gak munhkin. Tapi, koq ngekiat dia muji abang nya Lia koq nyesek ya. Mungkin gua suka ama Kayla.' Batin Fateh.


"Hallooo" ucap Kayla membuyarkan lamunan Fateh.


"E-eh, mau gk numpang, udah sore nih" tawar Fateh.


"Hmm...boleh koq" ucap Kayla santai. Namun, dihatinya ia gelagapan karna sejak kelas 1 SMA ia bertemu dengan Fateh dan dia memendam rasa itu.


'Oke, tenang jangan salting nanti malu lagi.. huft...' batin Kayla.


Fateh menyindorkan helm cadangannya ke Kayla. Namun, Kayla jarang menggunakan motor jadi, ia agak kesusahan. Fateh, orang yang peka langsung membantu memadangkan helm dan mengancingkannya.


"Cantik..." ucap Fateh tanpa sadar karna tersihir oleh kecantikan Kayla.


"Hah?" Ucap Kayla Bulshing.


"E-eh, gk koq. Itu ada ibu² cantik banget" ucap Fateh menunjuk ibu² yang sedang lewat untuk arisan.


"Bu!" Ucap Fateh masih mengalihkan topik.


Ibu² yang lewat merasa dipanggil pun menoleh.


"Ibu semua kow cantik banget?!" Goda Fateh.


"Aaaaaaa....malaikat turun" terikan ibu² histeris dan berlari pelan.


"Jadi ngantarin gua balik atau mau ngegoda ibu² itu?" Ucap Kayla kesal.


"Eh, iya iy" ucap Fateh menaiki motor lalu disusul Kayla dan menancapkan gasnya.


Sengaja Fateh memperlambatkan motornya karna ingin menikmati udara sore hari.


Fateh mebelokkan motornya kearah taman.


"Kita nyantai dulu ya, gua haus" ucap Fateh beralasan.


"Oke" ucap Kayla.


Mareka turun dan duduk ditaman, Fateh membelikan minuman untuk dia dan Kayla.


"Kay, gua mau bilang kalo..." ucap Fateh.


Nama ig : @joyaangelista nnti thor follback


Kirim pesan : "anak manga"


Follow manga aku, caranya gimana? Caranya klik profil di novel, lalu klik mengikuti & klik nama 'Joya Falencia Angelista'.


Para readears ;) maaf kalau jarang update soalnya authornya banyak tugas. Nuhun ya'. Author minta dukungan dari kalian semua kalau ad alur yg jelek kasih tau thor, kalau ad yg kurang menarik, nnti thor ubah jdi bagus dan semampu author. Maklumlah, author itu manusia biasa. Jangan lupa like dan vote sebanyak mungkin.


Bye bye (@_@) ;)P

__ADS_1


__ADS_2