
Chapter 10
Cuplikan sebelumnya!
"Nah, kita..."
___________________________________________
"Nah, kita bangkrutin aja dia" usul Rian.
"Jangan! Soalnya dia berpikir Alan itu udah mati karna gak bisa bertahan hidup, otomatis aset keluarga George sma dia dan secara kebetulan dia gak mau menikah jadi kalau kita bongkar apa yang pernah dia lakukan dan kekorupsiannya terbongkar otomatis perusahaannya hancur dan disitu kita berdua ngebangun perusahaan nya perlahan agar pulih. Lalu, kita buat Alan menampakkan dirinya, dan otomatis seluruh perusahaan dan aset keluarga George akan jatuh ditangan Alan karna Alan keturunan darah asli keluarga George. Jadi kalau kita ngehancurin perusahaan nya dia otomatis Alan gak dapat aset satupun dari keluarganya dong! Gimana? Oke?" Usul Lia panjang.
"Ngebangun perusahaan berdua? Hemm...beh juga" batin Rian
"Oke, boleh juga" ucap Rian meyetujui.
Lia mulai mengetik apa yang perlu dan mengirim email palsu terhadap polisi membuat polisi tersebut penasaran dan menemukan bahwa Tuan pertama George telah melakukan Pembunuhan Berencana. Lalu, Lia memanggil pengacara keluarga George atas aset keluarga tersebut dan menyatakan bahwa seluruh aset keluarga George jatuh di tangan Alan George.
"Ambilin gue minum dong" pinta Lia yang diangguki Rian.
"Rian, kamu ngapain?" Tanya mama Rian.
"Ini mah, Lia minta ambilin minum" jawab Rian.
"Koq bentar banget, mana kamu gak keringetan lagi. Ya udah buruan lanjutin" ucap mama senang.
"Hah? Maksud mama apa?" Tanya Rian namun tak ada jawab dari mamanya yang terus mendorong anaknya ke kamarnya.
"Apakah aku akan punya cucu? Aaaaa....aku tidak sabarš" batin mama Rian.
"Nih, minum" ucap Rian menyindorkan gelas.
"Thanks" balas Lia singkat.
Andrian yang menunggu Lia sangat lama memutuskan untuk tidur. Karna proses nya yang sangat lama Lia merasa aneh dibagian sensitifnya.
"Koq, gk enak ya?" Batin Lia.
Lia menoleh sekelilingnya dan mendapati Andrian tertidur. Lia menyelimuti Rian dengan pelan dan ke kamar mandi.
"Kenapa harus sekarang?!" Batin Lia menagis.
Rian terbangun langsung mengucek matanya. Rian tidak mendapati Lia di mejanya.
"Lia! Kamu didalam kah?" Ucap Rian mengetuk pibtu kamar mandi.
"I...iya" ucap Lia.
"Haduh masa mau keluar kayak gini sih? Mana perut sakit lagi...haduh" Batin Lia sambil menepuk jidat nya.
"Rian!" Teriak Lia dari kamar mandi.
"Apa?" balas Rian.
"Boleh minta tolong gak?" ucap Lia.
"Minta tolong apa?" Tanya balik Rian.
Lia merogoh saku celananya, ia malu kalau langsung mengatakannya pada Rian.
__ADS_1
Ting...
Rian merogoh ponselnya dan mendapati Lia yang mengirim pesan padanya.
Lia : "Belikan pembalut & obat nyeri perut. Ditoko XXX. Disitu gue udah langganan."
Rian : "Oke"
"Bentar ya" teriak Rian.
"Oke" balas Lia.
Mama yang lewat melihat anaknya dengan pakaian rapi langsung bertanya.
"Rian, kamu mau kemana nak?" Tanya mama Andrian.
"Itu mah, Lia mendadak datang bulan. Jadi, dia minta beliin aku pembalut sama obat nyeri" jawab Rian.
"Ya allah, udah cepat sana beliin! Mama mau bikinin minuman kunyit buat Lia! Udah gih, sono" ucap mama mendorong Rian keluar rumah dan menggerakkan punggung tangannya layak mengusir hewan yang menyelinap rumah dan menutup pintu.
Braak...
"Ya allah, mirisnya hidup kuš. Seperti diusir oleh ibu sendiri karna lebih memilih menantunya daripada anaknya...hikss...hikss..." batin Rian dalam hati sambil memperagakan dirinya yang menyandat di dinding dengan gaya menangis seperti putus cinta.
Tanpa basa-basi lagi mama membuat kan minuman khusus untuk perempuan yang pubertas. Sementara itu, Rian tengah membeli apa yang Lia pesan.
Kasirnya seorang perempuan, ia malu karena seorang pria tampan nan gagah membeli pembalut dan obat nyeri.
(Entahlah bagaimana nasibnya si Alan hahahahahaha......)
Alan saat itu sedang tidur dikamar cadangan karna kelelahan bermain. Mama mempersiapkan saat rumah mereka masih di bangun, saat itu Rian masih berumur 1 bulan, takut² bila ada orang yg menginap dirumahnya Rian. Biasanya temannya Rian suka menginap dirumahnya.
"Rian, ini sekalian kamu anterin ke Lia gih" ucap mama menyondorkan nampan yang berisi minuman kunyit.
"Mah, ini apa sih?" Tanya Rian yg bingung.
"Udah, ini buat perempuan. Kamu gak perlu tau" ucap mama
Rian hanya menggelengkan kepalanya dan menuju kamarnya.
"Lia, nih barangnya gue gantung di gagang pintu" ucap Rian.
Lia membuka pintu kamar mandi sedikit, ia mengeluarkan tangannya untuk mengammbil kantong kresek yang didalamnya sudah ada barang pesanannya sambil mengucap kan...
"Thanks" ucap Lia.
Cekleek...
Lia pun keluar dengan perasaan lega.
"Nih, tadi mama bikinin" ucap Rian menyondorkan bibirnya ke nampan yg ada gelasnya dan diangguki Lia.
"Makasih ya" ucap Lia sambil minum.
"Buat?" Tanya Rian.
"Itu, kamu udah beliin pembalut sama obat nyeri buat aku" jawab Lia.
"Aku? Kamu? Pakai aku kamu?" Batin Rian berbungan bungan.
__ADS_1
"Iya sama-sama" ucap Rian.
Lia pun mengangguk kecil dan menghabis kan minumannya dan melanjutkan peretasannya.
"Gue keluar dulu ya, ada urusan" ucap Rian.
"Oke" ucap Lia sambik membentuk ibu jarinya dan telunjuk mebentuk huruf 'O'.
Selang beberapa menit Lia telah menyelesaikan apa yang harus dia lakukan di depan komputer tersebut. Karna kelelahan dan matanya tinggal 5 watt, ia memutuskan tidur sebentar diranjang milik Rian.
Rian yg sudah selesai dengan urusannya kembali kekamarnya untuk mengecek Lia. Ia mendapati wanita yang ia cintai tengah tertidur pulas diranjang nya.
"Ukh... jantungku, kenapa saat dia tidur begitu imut?" Batin Rian memegangi dada bagian kirinya dan meperagakan diri seperti tertusuk panah oleh cupid.
Karna kelelahan juga Andrian memutuskan tidur di sebelah Lia. Secara perlahan ia baring di samping Lia agar wanita yg kelak menjadi istri sah nya tidak terbangun.
Cup...
Andrian mengecup kening Lia dan tidur sambil memeluknya.
Jam menunjukkan pukul 17.30. Nyonya dari rumah tersebut menghampiri anak dan mantunya yg tak kunjung terlihat. Mama memutuskan untuk mencari keberadaan mereka dikamar.
Cekleek...
"Astaga, ini harus cepat² dikasih tau sama
besan nih" batin mama lalu merogoh ponselnya dan memfoto anak dan mantunya lalu dikirim ke besannya.
Mama Rian : "Besan, apakah tidak apa-apa bila kita punya cucu sebelum menikah?"
Mama Lia : "Astaga, bukan kah itu lebih baik?"
Mama Rian : "Ya sudah besan, aku ingin memandikan Alan dulu"
Mama Lia : "Baiklah besan"
Mama yang sedari tadi membalas pesan mama Lia masih berdiri didepan pintu dan merubah sikapnya seperti tidak terjadi apa-apa.
"Andrian, Lia, bangun nak udah sore madi gih" ucap mama Rian.
"Hummmm....." ucap Andrian sambil mengucek matanya.
"Bentar lagi mah, masih ngantuk" lanjut Rian sambil mengeratkan pelukannya.
Mama hanya menggelengkan kepala dan keluar dari kamar untuk menyiapkan makan malam.
Saat itu Alan tengah memakai pakaian yang dibawa Lia, untuk berjaga-jaga mereka akan lama disana.
"Humm...HUWWAAAAA.........."
Nama ig : @joyaangelista nnti thor follback
Kirim pesan : "anak manga"
Follow manga aku, caranya gimana? Caranya klik profil di novel, lalu klik mengikuti & klik nama 'Joya Falencia Angelista'.
Para readears ;) maaf kalau jarang update soalnya authornya banyak tugas. Nuhun ya'. Author minta dukungan dari kalian semua kalau ad alur yg jelek kasih tau thor, kalau ad yg kurang menarik, nnti thor ubah jdi bagus dan semampu author. Maklumlah, author itu manusia biasa. Jangan lupa like dan vote sebanyak mungkin.
__ADS_1
Bye bye (@_@) ;)P