
Di kantin!
Lia dkk memilih tempat duduk paling pojok, karna tak mau ditengah-tengah. Saat dikantin mereka mendapat pujian karna kecantikan mereka, terlebih lagi Lia. Banyak juga memberikan cibirin buruk kepada mereka, namun mereka tak mepedulikan apa yang siswa/i lain katakan kepada mereka.
"Eeh, kalian mau apa biar gue pesenin?" Ucap Aisyah
"Gue nasgor sama jus jeruk" ucap Lia
"Gue samain ajlah" ucap cantika
"Gw juga" ucap kayla
"Gw juga" ucap Manda
"Gw juga" ucap karina
"Oke" Aisyah pun pergi memesankan makanan untuk yang lain.
"Kyaa......most wanted"
"Aaaaa.....Andrian idaman"
"Cakep banget"
"Aaaaaaa....galang"
"Masa depan gue dateng mau jemput gue"
"Jangan ngadi² deh lu"
"Kenapa tuh?" Ucap Lia yang kebingungan dengan semua siswa dikantin.
"Ooo, itu most wanted cwo, kita most wanted cwe" ucap manda.
"Sini gue kasih tau yang itu tuh namanya...bla bla bla......" ucap karina
Sedangkan Lia hanya beroh ria. Karina mendengus kesal karna Lia hanya menjawab 'oh' padahal ksrina sudah menjelaskan panjang lebar.
"Hai, boleh duduk bareng gk?" Ucap salah satu cwo tersebut
"Terserah" ucap Lia
__ADS_1
Mereka menggabungkan beberapa meja dan kursi untuk makan bersama. Lia menghadap Andrian, Cantika menghadap Daffa, Alya menghadap Dillan, Jibran menghadap Karina, Kayla menghadap Fathan, Aisyah menghadap Galang, dan Amanda menghadap Dimas.
Tak lama pesanan pun datang.
"Manda, noh murid baru? Kenalin dong" ucap Galang genit
"Gue Lia" ucap Lia datar
"Gue Daffa" ucap Daffa
"Gue Dillan" ucap Dillan
"Gue Jibran" ucap Jibran
"Gue Fathan" ucap Fathan
"Gue Galang" ucap Galang
"Gue Dimas" ucap Dimas
"Oh" ucap Lia
Mereka pun makan dengan tenang, tidak ad yang berani membuka suara. Hanya ad detingan sendok, dan tiba-tiba.....
"Rian sayang" ucal seorang wanita yang bergelanyut ditangan Andrian, wanita itu adalah Silsi anak dari salah satu guru di High School, Lia dkk yang melihat tersebut menatap jijik. Andrian yang mulai risih, menghempaskan tangan.
"Koq kamu gitu sih sayang" ucap Silsi (pura² sedih)
"Sukurin, siapa suruh muka kayak monyet, dandanan menor, tuh mulut napa koq merah, abis minum darah" ucap Lia meremehkan.
Lia dkk hanya tertawa dengan apa yang Lia katakan, karna itu menurut fakta. Sedangkan pria yang didepan mereka hanya membelakkan mata, karna Lia berani meremehkan Silsi, yang notabe ny sebagai anak guru.
"SIAPA LU, BERANI NGEREMEHIN GUE?" ucap Silsi marah
"GUE LIA, SALAM KENAL" ucap Lia datar
"BERSUJUD DAN MINTA MAAF ATAU GUE KELUARIN LU DARI SEKOLAH!" bentak Silsi kepada Lia
"Lu siapa ngatur gue?" ucap lia santai
"Gue? Gue anak dari salah satu guru disini, huh!" ucap Silsi sombong
__ADS_1
Lia dkk yang mendengar itu hanya tertawa terbahak bahak, Silsi yang mulai kesal dengan Lia akhirnya turun tangan.
Plak!
Semua yang ada dikantin terkejut, karna selama ini tak ad yang membuat Silsi turun tangan. Lia yang diperlakukan seperti itu, hanya diam, lalu...
Plak!
Plak!
"Lu siapa nampar gue? Hah?" Ucap Lia sambil menjambak rambut Silsi yang mulai kesakitan.
"S..s..sakit" rengek Silsi, Lia pun melepaskan rambut Silsi
"Lu, lu cuma anak dari guru disini. Apa hebatnya?" Ucap Lia dingin
"Awas lu!" Ucap Silsi memegami pipi nyabyang ditampar sembari pergi.
Skip pulang sekolah!
Dirumah!
"Assalamu'alaikum, ma, pa, bang varo, Lia pulang" ucap Lia lalu menyalami mama, papa dan bang varo
"Waalaikumsalam" ucap mama
"Lia kamu kenapa? Koq pipi kamu merah? Kamu kenapa nak?" Ucap mama panik papa dan bang varo yang tengah membaca koran terkejut dengan apa yang mama katakan.
"Lia, kamu kenapa? " ucap papa panim
"Dek, lu napa dek?" Ucap bang varo
"Lia tadi kelai ma, pa, bang, hehe✌" ucap Li cengengesan
"Siapa yang bikin kamu kayak gini?bilang sama papa biar papa kasih tau dia" ucap papa marah yang diangguki oleh bang varo dan mama.
"Udh lah pa, udh Lia beresin tenang aja, dah Li mau ganti baju" ucap Li santai
"Tapi, kalau ad apa-apa bilang ya nak" ucap mama
"Iy maaa" ucap Lia lalu masuk kekamar.
__ADS_1