DIJODOHKAN DENGAN MOST WANTED

DIJODOHKAN DENGAN MOST WANTED
Chapter 17


__ADS_3

#Cuplikan Sebelumnya...


Malu banget sih...arrrghhh!! Mana gua keringetan lagi.' Batin Lia.


Lia pun melepaskan gaunnya dan bercermin. Terdapat kecupan di leher, pundak dan bagian atas sebelah gunung kembarnya.


___________________________________________


Setelah menyelesaikan ritual mandinya, Lia keluar dengan mengenakan baju tidur.


Lia mengeringkan rambutnya mengunakan pengering rambut sambil duduk dipinggir kasur. Ia mendapati Adrian yang sudah memakai baju tidur dan bermain gawaii nya namun, rambut nya masih basah.


"Tuh rambut keringin, nanti masuk angin. Kalo masuk angin siapa juga yang susah!" ucap Lia agak judes🤣.


Adrian tersenyum dan meletakkan gawaii nya di meja. Ia menghampiri Lia dan duduk lantai tepat didepan Lia duduk dipinggir kasur.


"Keringin dong" pinta Adrian.


"Ogah" ucap Lia.


Adrian mendongak kan kepalanya dan menangkap wajah Lia yg ia tarik pelan dan...


_Cupp..._


Lia membelakkan matanya dam wajahnya merah merona karna kecupan singkat yang diberikan Adrian di bibir.


"Keringkan atau gua cium lagi" ancam Adrian dengan senyum _smirk_nya.


Lia membenarkan kembali kepala suami mudanya itu dan mengeringkan rambutnya dengan wajah yang merah merona.


_'Dasar istri baperan'_ batin Adrian.


Setelah mengeringkan rambut, mereka akan tidur namun terjadi sedikit perdebatan.


"Lu dibawah gua diatas" ucap Lia.


"Gk, lu yg dibawah gua yang diatas" ucap Adrian.


"Rian, ngalah dong ama cewe. Suami harus menuruti kata istri😎." Ucap Lia dengan wajah seperti dia yg berkuasa.


_'Bukannya seharusnya istri yg menuruti perkataan suami?'_ batin Adrian.


"Untung lu cwe" ucap Adrian pasrah karna jika berdebat dengan Lia tidak akan ada habis-habisnya.


Adrian mengambil kasur, bantal, selimut cadangan yang selalu disediakan oleh pihak hotel didalam lemari.


Mereka pun terlelap karna lelahnya menyalami tamu.


#Pagi berikutnya...


Adrian merasa ada sesuatu yg menimpanya dan tangan mungil memeluknya, Adrian pun menoleh ke atas badannya melihat Lia yang tidur tepat di atas dada bidang miliknya.


_'Kamu sangat agresif sekali''_ batin Adrian.


Mendengar lenguhan Lia Adrian pun menyapanya.


"Sudah bagun?" Ucap Adrian.


"Eemmm...." lenguh Lia.


Lia masih srtengah sadar karna baru bangun, saar nyawanya sudah terkumpul ia pun teriak.


"Aaaaa...." pekik Lia


"Apa yang kamu lakukan? Pemerkosaan! Kan semalam udh bilang kamu dibawah, aku diatas" ucap Lia lagi.


"Aku tidak melakukan apapun. Pemerkosaan? Hei, ingat kita sudah menikah, oke?! Aku emang dibawah kamu sendiri yg agresif datang pada ku" ucap Adrian santai.


Lia pun melihat posisinya yg tidir dikasur bawah bukan di ranjang yg seharusnya ia tempati.


"A-aku mau mandi dulu" ucap Lia gugup + merona.


_'Dasar, tpi imut juga dia saat merona. Besok-besok aku aka menggodanya' _ batin Adrian.


Didalam kamar mandi Lia merutuki kebodohannya yg langsing menuduh dan menyadari kesalahannya sendiri.


_'Benar-benar memalukan. Apa yang harus aku lakukan?! Arrrg... Oke, bersikap seperti tidak terjadi apa-apa saja. Oke Lia kuatkan dirimu'_ batin Lia menatap dirinya di cermin kamar mandi.


Saat selesai dengan ritual mandinya, Lia mengeringkan badan dengam handuk yg sudah disediakan oleh pihak hotel. Namun, ada suatu yg mengganjal dibenak Lia.


_'Wait! Kayak ad yg kurang, apa ya? '_ batin Lia.


Lia membulatkan matanya dan berkata dalam hati _'Astaga, kenapa lupa bawa baju tdi!? Aargghh.... knp tdi buru-buru kekamar mandi!'_ batin Lia merutuki kebodohannya.


Dengan tenanh Lia memikirkan cara dan dapt sebuah ide diotaknya. Lia melilitkan handuk ditubuhnya, dri bgian atas dadanya sampai ke paha mulus miliknya.


Ia mengintip keluar hanya dengan mengeluarkan kepalanya saja dan ia tidak mendapati Adrian dimanapun. Karna lega, Lia berjalan keluar kamar mandi dan mmbuka lemari bju yg telah disiapkkan awal-awal oleh mereka semua.


Saat Lia mencari pakaian tiba-tiba Adrian datang dan secara kebetulan lilitan handuk Lia terlepas. Buru-buru Lia melilitkan handuknya kembali nmun ia tak sadar bahwa ad Adrian yang melihat tubub sexi nan menggairahkan miliknya.

__ADS_1


Saat Lia masih melilitkan handuk, ia berbalik dan mendapati Adrian yang mematung menatapnya.


"Aaaaaaaaa....." teriak Lia.


"Keluar dasar mesum" lanjut Lia sambil melemparkan bantal kepada Adrian.


_Bugh_


_Bugh_


"Apa-apaan sih?" Ucap Adrian. Ia pun keluar kamar dengan jantung yg berdegup kencang dan melihat Lia tanpa menegnakan sehelai kain ditubuhnya membuat sesuatu yg sesak dibalik celana Adrian.


_'Bisa gila gue, mataku ternodai, tpi gak papa ama istri sendiri.'_ batin Adrian.


_'Apa dia melihat seluruhnya? Apa dia melihatku melihatku saat handuk ku terjatuh? Malu aku '_ batin Lia yg masih banyak pertanyaan apakah Adrian melihatnga saat handuk yg ia gunakan terlepas.


Tanpa Lia sadari, kissmark/kecupan dileher dari Adrian masih membekas ditubuhnya.


_Pukul 09.00_


Semua anggota keluarga sudah berkumpul direstoran yang terletak tidak jauh dari kamar mereka. Senyum dibibir mereka merekah sempurna kecuali si Alan yang tak tahu menahu dan hanya diam memperhatikan atau menyimak.


Lia yang heran dengan semuanya pun memulai pembicaraan sebelum makanan diantar dimeja mereka.


"Mah, pah, bang, ada apa sih koq senyum gitu?" Ucap Lia heran. Sedangkan Adrian yang sadar pun memalingkan pandangannya.


"Gak koq sayang, cuman gak sabar aja ya and bahagia banget, ya kan mah?" Ucap papa mengkedipkan sebelah matanya isyarat memberi kode untuk tak memberi tahu maksudnya.


Yang mereka maksud adalah seperti yg kalian duga, yaitu kissmark yang masih membekas dileher Lia.


"Iya pah, mama bahagai banget" ucap mama mengekedipkan matanya juga lalu tertawa pelan dengan sang suaminya itu.


"Ih, aneh. Bang, ada paan sih?" Tanya Lia kepada abang nya karna tak dapat jawaban dari kedua orangtuanya.


"Ga tau, ya kan sayang" ucap Varo yang tersenyum kepada kekasihnya tersebut dan dianggukinya.


"Kak Chelsea, ada apa sih? Ayo dong kak kasih tau, aku adik ipar kakak loh" Ucap Lia dengan wajah yang memelas.


_'Why she so cute?'_ batin Chelsea.


(Kenapa dia[Lia] sangat imut?)


"Emmm, i-itu makanannya su-sudah sampai" ucap Chelsea yg bimbang ingin memberi tahu atau tidak dan bahasa Indonesianya masih belum sempurna. Beruntung ada pelayan yang mengarah pada mereka sehingga dia membuat alasan.


Lia kesal dengan mereka yang tak menjawab pertanyaannya dan merasa aneh. Ia ingin bertanya pada Adrian namun masih malu dengan kejadian tadi.


Adrian? Dia bernafas lega karna takut dan malu yang bercampur aduk, untungnya kak Chelsea menyelamatkan nya.


"Lia, nanti kamu diantar Adrian kerumah. Kamu kemas baju dan Adrian kemas baju juga setelah mengantar Lia, oke?" Ucap mama yang membuka pembicaraan tiba tiba.


"Oke mah" ucal Adrian.


"Loh, mama mau ngusir aku dari rumah?" Ucap Lia.


"Gak lah, selamanya rumah kita itu bisa kamu datangi. Cuman, kan sekarang kamus sudah menikah, tanghung jawab kami untuk merawat mutelah usai diganti dengan suami kamu sekarang" ucal mama tapi, Lia masih bingung.


"Nanti kamu tinggal diapartemen sama Adrian" ucap mama yang mengetahui kalau anaknya bingung.


"Hah?! Mah, kan bisa tinggal dirumah ngapain tinggal diapartemen?" Tanga Lia.


"Mama, papa, mertua juga kamu sudah sepakat. Nanti kamu kemas barang lalu bak Chelsean akan tinggal dirumah beberapa hari dan kembali ke Eropa bersama Varo. Oh iya, nanti Chelsea akan tidur dikamar mu." Ucap mama panjang lebar.


Lia hanya mendengus kesal dan melanjutkan makannya.


Mama yang sudah tau anaknya tidak akan mau tinggal bersama suaminya yang sekarang hanya bisa pasrah karna tanggung jawab nya sebagai orang tua sudah usai.


*Skip


Karna telah selesai makan juga, mereka berkemas untuk pulang. Adrian mengantar Lia lalu ia kembali kerumahnya yaitu rumah Perwira dan mengemas barang dan menjemput Lia kembali.


Lia memberi tahukan kepada Adrian untuk menjemput sedikit malam karna ia ingin beristirahat dan diangguki Adrian.


▪︎Malamnya▪︎


Adrian tiba dirumah Lia untuk menjemputnya.


"Udah?" Tanya Adrian.


"Udah" jawab Lia.


"Mah Lia pergi dulu." Ucap Lia.


"Iy, hati-hati. Adrian, jagain Lia ya" pinta mama yang masih berat pisah dengan anaknya walau sebelum bertemu Adrian dia tinggal bersama kerabat lainnya karna mendapat rekomendasi sekolah terbaik dari gurunya. Walau sama saja tapi rasanya berbeda.


"Iya mah, tenang aja" ucap Adrian


Mereka pun pamit dan pergi ketempat tinggak mereka berdua sekarang karna resmi menjadi suami istri.


"Pah, anak kita sudah besar ya" ucap mama menyeka air matanya yang akan menetes melihat dari kejauhan melihat anaknya yabg sudah pergi.

__ADS_1


"Iya mah" ucap papa.


"Tapi gak apa apa mah, kan ada papah jadi mamah gk kesepian koq. Kapanpun djmanapun mamah mau papa bisa koq" ucap pala dengan percaya dirinya sambil merangkul istrinya kedalam rumah.


"Halah, udh aki-aki gitu masih aja pikirannya" ucap mama menepis tangan suaminya yang selalu berpikiran kotor tersebut.


_'Alhamdulillah aja itu sifatnya gak turun ke anaknya'_


Papa hanya nyegir kuda melihat istrinya.


Chelsea yang melihat calon mertuanya pun tersenyum, ia tak menyangka keluarga kekasihnya tersebut tidaklah galak.


"Gimana? Kan aku udah bilang kalo mama sama papa itu gak galak" ucap Varo.


"Iya iyah" ucap Chelsea.


{Btw mereka pakak bahasa indo supaya si Chelsea makin terbiasa}


[Rencananya Varo akan menginap lebih lama untuk mengajak kekasihnya berjalan-jalan, juga tidak enak jika Chelsea hanya sebentar disana dan hanya melelah kan tubuh jika terus berbolak balik]


●Diapartemen si pemeran utama (Adrian & Lia).


Adrian merebahkan dirinya disofa sementara Lia membawa koperya.


"Woi, bantuin apa istrinya, lagi kesusahan juga" ucap Lia.


"Lagian kamu bawa apaan sih berat banget" ucap Adrian duduk tegak.


"Barang lah, baju, ama keperluan lainnya." Ucap Lia.


Adrian pun beranjak membawa koper milik istrinya kekamar mereka berdua.


"Loh, koq cuma satu kasur?" ucap Lia.


"Asragfirullah istriku, kamu bodoh ya? Kita kan sudah resmi menikah, masa mama cariin apartemen yang dua kasur. Jan ngadi-ngadi" ucap Adrian.


"Mamah, plis koq kayak gini sih?" Ucap Lia.


Lia pun hanya pasrah dan mengemasi pakaiannya ke lemari.


Merasa lapar ia pun kedapur dan membuka kulkas. Tidak didapatinya satu pun makanan.


"Adrian, cari makan yok. Aku laper" ucap Lia merengek.


"Kamu sendiri aja, aku capek" ucap Adrian, dirinya merebahkan badannya dikamar.


"Ayok cepat, temenin" ucap Lia kekamar dan menarik lengan Adrian, ia sebenarnya masih ragu entah kenapa ingin menyentuh lengan suaminya pun ada sebuah rasa yang tak menentu. Namun, karna rasa laparnya ia pun menepis pikiran tersebut.


"Udah malem" ucap Adrian menarik Lia ke dekapannya, kakinya memeluk Lia seperti memeluk sebuah guling.


"Rian, jangan cari kesempatan ih. Istrinya lagi laper juga" ucap Lia memberontak.


Adrian pasrah dan mengambil jaketnya yang sudaj disiapkan dibelakang pintu jika ingin keluar.


Lia hanya tersenyum dan bersiap-siap juga.


"Besok, jam 5 an gitu kita belanja ya. Biar gak keluar sana sini bagus makas sendiri" ucap Lia.


"Emang situ bisa masak?" Ucap Adrian meremehkan.


"Heleh, jangan meremehkan orang y. Belum tau aja gua masak kayak gimana" Ucap Lia.


Mereka pun pergi dan memilih makanan pinggiran. Karna kemauan Lia, ia memilih makan Bakso Horor yang tam jauh dari gedung apartemen mereka.


Walaupun mereka HORANG KAYA' tapi tak bisa dipungkiri makanan pilihan mereka tetap makanan pinggiran bukan tempat makan saji.


Mereka memilih tempat makan yang agak terkenal dikalangan anak muda karna Bakso Horor sangat lah pedas dan bisa memesan cabai nya sesuka hati.


Karna tempatnya yang terkenal mamang bakso pun melebarkan wilayahnya dan mendirika beberapa tempat dudum walau tempat duduknya masih menggunakan kusri dan meja plastik namun dihiasi lampu-lampu pijar mini dan indah jadi tak terpikirkannya tempat duduknyan.


"Mang, Bakso Horor Telur 2, cabenya satu banyak sedikit dang yang satu gak usah terlalu banyak." Ucap Lia.


"Minumnya apa neng?" Tanya mamang tersebut.


"Teh anget dua mang" jawab Lia.


Sambil menunggu makanan mereka pun mencarintempat duduk yang nyaman.


"Eh, Rian bukannya itu si ___ sama si ___ kan?" Ucap Lia


"Eh iya yah" ucap Adrian.


"Foto ah" ucap Lia.


*Nama ig : @joyaangelista nnti thor follback*


*Kirim pesan : "anak manga"*


*Follow manga aku, caranya gimana?* *Caranya klik profil di novel, aku. Akan ada nama Ainun Nabila Istiqomah, lalu klik 'Mengikuti'*

__ADS_1


Para readears ;) maaf kalau jarang update soalnya authornya banyak tugas. Nuhun ya'. Author minta dukungan dari kalian semua kalau ad alur yg jelek kasih tau thor, kalau ad yg kurang menarik, nnti thor ubah jdi bagus dan semampu author. Maklumlah, author itu manusia biasa. Jangan lupa like dan vote sebanyak mungkin.


Bye bye (@_@) ;)P


__ADS_2