DIJODOHKAN DENGAN MOST WANTED

DIJODOHKAN DENGAN MOST WANTED
Chapter 4


__ADS_3

Keesokan paginya!


Seperti biasa Lia dkk bersekolah dengan damai, aman, tentram (kek kuburan🤣🤣😭😭). Setelah kejadian dikantin, Silsi jarang membully murid lain.


Seminggu telah berlalu!


Teman Lia dan Andrian semakin dekat. Andrian yang dikenal sebagai pria yang dingin terhadap wanita, justru mendekati Lia. Teman²nya ningung dengan kelakuak Andrian, namus Lia acuh tak acuh dengan sikap Andrian. Perlahan Andrian memiliki rasa terhadap Lia tapi tidak dengan Lia.


Saat makan malam dirumah Lia!


"Lia, nanti selesai makan kita berkumpul diruang keluarga" ucap papa


"Oke pa" ucap Lia tersenyum


Skip, setelah makan!


"Lia, mau kan nurutin satu permintaan papa dan mama" ucap papa


"Permintaan banyak pun Lia bakal turutin koq pa" ucap Lia tersenyum.


"Kamu maukan, papa dan mama jodohin?" Ucap papa penuh permohonan


"APA!? Dijodohin? Gk, Lia gk mau" ucap Lia marah


"Tolong Lia, Lia mau ya?" Ucap mama

__ADS_1


"Gk ma! Lia gk mau. Lia mau cari sendiri ma, pa" ucap Lia, saat itu bang Varo pergi ke Eropa untuk mengurus perusahaan, kadi tidak bisa membantu Lia.


"Lia tolong, papa mohon" ucap papa memojon kepada Lia, Lia yang melihat papa nya memohon padanya pun hanya bisa pasrah.


"Oke, Lia mau. Tapi, apa alasannya?"


"Dulu, waktu kamu mau lahir papa, mama dan bang varo tak dapat membiayai rumah sakit, sehingga ad yang mau membiayai rumah sakit, memberi rumah. Asalkan papa menuruti permintaan mereka. Papa hanya bisa menerima permintaan itu, saat kamu lahir, orang tersebut meminta papa untuk menjodohkan kamu dengan anaknya. Papa menyutujui, bagaimana pun jika tidak ad orang itu mungkin kitak tidak akan seperti ini dan bisa jadi kamu tiada ad saat ini." Ucap mama sambil menangis.


Lia yang mendengar pun menangis lalu memeluk mama.


"Hikss.....makasih ma sudah melahirkan Lia, sebagai gantinya, Lia akan menerima perjodohan ini hiks...walau harus mengorbankan masa depan Lia." Ucap Lia menangis dipelukan mama.


"Makasih ya nak" ucap papa membelai rambut Lia.


"Oke ma" ucap Lia menghapus air mata.


Ditempat lain!


"Andria! Kamu harus terima perjodohan ini!" Ucap Tn. Perwira tegas.


"Gk pa, Rian gk mau! Ma, tolonhin Rian dong ma" ucap Rian meminta bantuan kepada mama.


"Rian, kalau kamu nerima perjodohan ini kamu gk akan nyesel, calon kamu cantik, baik, pinter lagi." Ucap mama membuat Rian yakin.


Rian yang tak tahan dengan pemaksaan orang tuanya hanya bisa pasrah.

__ADS_1


"Oke, terserah kalian aja" ucap Rian pasrah lalu masuk kamar.


'Padahal gue udah nemuin orang yang gue suka, kenapa? Tuhan kenapa?' batin Andrian.


Keesokan harinya!


Lia pergi kesekolah dengan muka kusut, tak berdaya. Temanya-temannya binhung dengan tingkah Lia hari ini yang tidak biasa dengan hari sebelumnya.


Saat dikantin!


Seperti biasa, geng Lia dkk dan Andrian dkk berkumpul. Dimas yang melihat Andrian dan Lia yang mukanya suram pun bertanya kepada mereka.


"Heh, Lia, Andrian, kalian napa? Koq suram bat sih?" Tanya Dimas.


"Gue dijodohin sama ortu gue" ucap Lia dan Andrian serempak


"APA!? KOQ BISA" ucap yang lain.


Lia dan Andrian hanya mengendikan bahu.


"Nanti malam gue ketemu sama orang yang bakal dijodohin dengan gue" ucap Lia.


Andrian yang mendengar bahwa Lia dijodohkan pun merasa sedih, kenapa tidak cinta pertamanya yang inhin dikejar malah pupus sudah harapan. Tak lama setelah Andrian mendengar Lia berbicara pun terkejut.


"Gue juga nanti malem ketemu sama calin gue, koq bisa sama ya? Apa jangan-jangan...gk..gk mungkin" batin Andrian

__ADS_1


__ADS_2