
KECELAKAAN YANG TAK BISA DI HINDARI
Suara alarm berbunyi yang menandakan bahwa hari sudah pagi, suara alarm itu membangunkan seorang remaja yang tertidur di dalam kamar nya.
"hm?, sudah jam lima pagi ya. Kalo begitu aku mandi dulu"
Remaja itupun keluar kamar sembari membawa handuk dan remaja itu menuju ke kamar mandi.
Selang beberapa saat, remaja itupun keluar dari kamar mandi dan menuju ke kamar nya.
Di dalam kamar, remaja itu sedang memakai seragam sekolah menengah atas dan sedang mempersiapkan peralatan sekolah.
Selesai menyiapkan semuanya, remaja itu menuju dapur untuk memakan sarapannya.
Selesai memakan sarapannya, remaja itupun menuju ke teras rumah nya untuk memanaskan sepeda motornya.
selang beberapa menit, karena sudah dirasakannya panas, remaja itupun mengendarai sepeda motornya.
"Baiklah, saatnya jemput amar di rumahnya baru berangkat sekolah"
Remaja itupun mengendarai sepeda motornya menuju rumah amar, sesampainya di rumah amar remaja itupun melakukan panggilan telepon ke amar.
"Hallo mar, aku sudah di depan rumah mu"
"Oh, iya kah van, tunggu aku sebentar ya"
Panggilan telepon pun di akhiri dan selang beberapa menit kemudian, amar pun keluar dari rumahnya.
"Oi revans, tunggu sebentar ya, lagi masang sepatu ini"
Revans pun hanya menanggapi amar dengan mengangguk kan kepalanya.
Selesai memasang sepatu, amar pun menghampiri revans dan langsung duduk di kursi belakang.
"Udah siap van, berangkat"
Revans pun menjalankan sepeda motornya menuju ke sekolah mereka berdua.
pada saat di jalan, amar mengajak ngobrol revans.
"Revans, kamu percaya gak, kalo dunia lain itu ada?" Amar
"Hah? dunia lain? kau masih mempercayai omong kosong itu?"
"bukan kah sudah ku bilang, jika dunia lain itu tidak ada. itu hanyalah suatu hal yang bersifat fiktif" Revans
"Tapi yah..., Walaupun kau mengatakan itu aku tetap meyakini dari dalam lubuk hatiku kalo dunia lain itu memang ada"
"Yah terserah dirimu saja lah"
"Tapi Revan, Jika dunia lain memang ada, kau ingin menjadi apa?"
"Kalo aku sih ingin jadi pahlawan yang menyelamatkan dunia dari ancaman raja iblis jahat. kalo kamu gimana?"
"Kalo aku ya?, aku sih ingin jadi-"
belum selesai revans menyelesaikan perkataannya, tiba-tiba saja ada sebuah truck yang mengalami rem blong dalam kondisi laju, truck itu menabrak mereka berdua.
"Ahh, apa ini? kenapa di perutku terdapat setang motor yang tertancap di Perutku"
"Amar, dimana kamu amar"
"Huh? kesadaran ku mulai menghilang? tidak aku belum menemukan amar, jadi tolong sebentar saj....a..."
Kesadarannya pun hilang. Di saat revans berada di alam bawah sadar nya yang sangat gelap dia melihat sebuah cahaya putih dari jauh, cahaya itu seakan menghampiri dia.
__ADS_1
Cahaya itu semakin lama semakin mendekat Sehingga membuat revans terbangun.
Namun, walaupun revans tersadar dia tidak lagi berada di bumi, tetapi dia berada di white room.
"Tempat ini kan...,"
"Tempat dimana para jiwa yang sudah terlelap dari tubuhnya di tarik oleh dewa atau dewi untuk diberikan kesempatan memilih untuk berenkarnasi ke dunia dewa-dewi itu atau memilih untuk di timbang perbuatan nya selama di dunia. tergantung perbuatan nya jika dia banyak melakukan hal baik maka dia masuk surga, sedangkan jika dia melakukan hal sebaliknya, maka dia akan masuk neraka"
Di saat revans selesai berfikir, dia mendengar suara perempuan yang berbicara ke padanya.
"Ternyata aku tidak salah pilih orang, Dirimu memiliki pengetahuan yang bagus tentang tempat ini, jadi aku tidak perlu repot-repot untuk menjelaskan nya"
"Suara itu, itu suara perempuan berarti kamu adalah sesosok dewi"
mendengar perkataan revans, dewi itupun menampakkan dirinya di depan revans.
"Benar sekali, dan kau seharusnya merasa bahagia, karena kesempatan untuk di pilih oleh dewa-dewi itu hanyalah satu dari seratus persen." Dewi itu memiliki paras yang cantik.
"Sebelum itu, aku ingin bertanya terlebih dahulu"
"Boleh saja, apa itu"
"Apakah kau tahu di mana teman ku amar?"
"Apakah amar yang kau maksud itu adalah orang yang mengalami kecelakaan dengan mu?"
"jika memang demikian, temanmu amar itu juga di pilih oleh dewi yang menjaga dunia yang sama denganku"
"Kalo begitu, berarti aku bisa bertemu dengan dia lagi di dunia baru itu"
"Tentu saja, akan tetapi kami para dewa tidak boleh memberikan informasi yang lebih lanjut, tentang para renkarnator ke renkarnator yang lain"
"Jadi, jika kau ingin bertemu dengan temanmu itu, kamu harus melakukan nya sendiri"
"Tidak apa-apa, informasi itu saja sudah cukup bagiku"
"Ya"
"Kalo begitu, apa yang kau inginkan di dunia baru mu?"
"aku ingin terlahir sebagai orang biasa saja, dan memiliki orang tua yang menyayangi diriku"
"Begitu ya, baiklah saatnya mengirim jiwa mu kedalam wadah kosong yang ada di dunia ku"
Dewi itupun mulau membuat mantra sihir untuk mentransfer jiwa revans ke wadah kosong itu.
"Atas nama dewi Maria, aku akan mentransfer jiwamu ke dalam wadah kosong yang bersosok bayi baru lahir"
lingkaran sihir itupun memancarkan cahaya dan membuat penghalang di sekitar revans. badan revans pun mulai terangkat seperti di tarik oleh piring terbang.
Ruang di atas revans mulai terbuka, dan menampilkan pemandangan dunia lain.
melihat revans sudah hampir pergi, Dewi itupun melambaikan tangan nya dan mengatakan kata perpisahan dengan senyuman.
"Selamat jalan revans, semoga kehidupanmu lebih baik dari kehidupan mu di bumi"
melihat dewi melakukan hal itu, revans pun merasa terharu dan mengatakan.
"Terimakasih"
Revans pun menghilang dari ruang itu dan jiwa revans sudah masuk ke dalam wadah kosong itu.
"Akhirnya drama ini selesai juga ya, aku menantikan pertunjukan yang menyenangkan darimu revans dan juga temanmu itu"
Beralih ke revans.
__ADS_1
"tapi yah gimana ya, berada di dalam tubuh bayi dengan kesadaran seorang remaja berusia 18 tahun itu rasanya malu juga, saat melihat diriku makan di suap in, mandi di mandi in"
"Buka mulut nya, aaam"
"bwaaaa"
ah malu banget ***, tapi gapapa lah demi kelangsungan hidup ku, aku bakal bertahan dari rintangan ini.
"ayah datang, saatnya main, ciluk ba ciluk ba"
"bawhahaw bawhahaha"
ah *** sumpah dah ga lucu, tapi karna gw masih bayi jadi gw bakalan maksain buat ketawa.
5 tahun kemudian.
suara bentrokan pedang kayu terdengar di halaman rumah.
"ad-du-du-duh"
"ayo jangan malas, kamu harus bisa menguasai ilmu pedang untuk melindungi dirimu sendiri, walupun kita tinggal di desa kita harus bisa melindungi diri kita sendiri untuk melawan para bandit atau monster yang menyerang desa"
"Walaupun ayah bilang begitu, akun kan masih bocah berumur 5 tahun"
"ayah dulu waktu umur 5 tahun aja udah ikut kakek kamu berburu di hutan"
ah mulai deh nyombongin diri sendiri, semoga aja ibu cepat manggil buat istirahat dan makan biar habis makan aku bisa belajar sihir dengan ibu.
"KALIAN BERDUA CEPAT ISTIRAHAT, AYO KITA MAKAN SIANG"
"MANTAP BARU AJA DI OMONGIN"
"IYA SAYANG, KAMI AKAN KE SANA"
"Yaudah nak mari kita akhiri latihin hari ini"
"Iya yah"
"akhirnya belajar sihir juga"
Tempat beralih ke meja makan*
"Ibu, ibu ingatkan apa yang ibu bilang, saat aku berumur 5 tahun aku udah boleh belajar sihir kata ibu" ucap protagonis kita
"Iya ibu ingat ko, habis makan ini nanti kamu tunggu aja di halaman depan ya" ucap ibu protagonis
"Iya bu"
"Akhirnya yang di tunggu tunggu, kesampaian juga."
"Hah, giliran belajar sihir kamu semangat ya, giliran belajar pedang kamu ga semangat, yah mungkin itu karna kamu mewarisi ibumu yang sangat suka dengan sihir, bahkan waktu ayah dan ibu masih muda dulu ibumu itu sangat suka sama sihir sampai-sampai di beri gelar maniak sihir oleh temannya" ucap ayah protagonis
"Eh, yang bener yah? berarti ibu orang hebat dong"
"yahh, ibu ga sehebat itu kok, bener sih ibu dulu mempelajari banyak sihir tapi cuman secara teori saja, karna ibu bukanlah keturunan bangsawan yang memiliki bakat dan potensi sihir lebih tinggi dari pada rakyat biasa"
"oh begitu ya, ternyta kualitas seseorang di tentukan dari darah keturunan nya ya"
Berarti kemungkinan besar aku cuman bisa mempelajari sihir umum yang biasa di pakai rakyat biasa ya."
"Karna sudah selesai makannya, kalau begitu gimana kalau kita langsung ke pelajarannya saja."
"OK BU"
aku pun dengan semangat menjawab perkataan ibuku.
__ADS_1
To be continued.