
APA TUJUAN DEWI MARIA SEBENARNYA?.
Di pagi hari yang cerah, revans membuka matanya dan melihat langit-langit yang tidak asing.
"ahh~, pertarungan kemarin sengat melelahkan." Ucap Revans.
"Eh, Kamu sudah bangun revans, padahal aku berniat untuk membangunkan mu, agar kita dapat sarapan bersama" Ucap Marie.
"Kalo begitu marie kita sarapan bersama"
"iya" sambil tersenyum bahagia.
Di dimensi bekas pertarungan revans dan Velnigha, ada sebuah portal cahaya dan di dalam portal itu keluar seorang pria berjas, dan pria tersebut menghampiri mayat Velnigha tersebut dan berkata.
"Ternyata,, clone diriku yang mengambil form saat aku melawan clone nya dewi maria, masih belum cukup untuk membuat nya kalah" ..???..
setelah berkata seperti itu, pria tersebut mengulurkan tangan nya ke mayat Velnigha dan membuat pusaran cahaya di tangan nya.
pusaran tersebut menghisap mayat Velnigha ke dalam tubuhnya, dan membuat tubuh pria itu memancarkan cahaya untuk sesaat.
setelah selesai melakukan hal tersebut, pria itu membuka portal cahayanya lagi, dan berpindah ke dimensi ruang yang mana di dimensi tersebut seperti ruang singsana yang melayang di ruang angkasa dan kemana pun mata memandang, kamu dapat melihat pemandangan bintang-bintang.
Dan di singgasana tersebut terdapat seorang wanita yang duduk di singgasana. pria yang sudah tiba di dimensi ruang itu pun berlutut di hadapan seorang wanita tersebut. dan wanita tersebut berkata.
"Ternyata kekuatan nya sudah meningkat ya, bahkan dia mampu mengalahkan clone mu, yang mana clone mu itu mengambil form terkuat dirimu sebelum mengabdi kepada ku"
"Iya, dewi maria"
"ada apa Velnigha?, kenapa wajah mu seperti orang yang tidak puas akan hasil tersebut"
"Wahai dewi maria, bolehkah saya menanyakan beberapa pertanyaan?"
"Boleh saja, kau bebas bertanya."
"kalo begitu, saya akan menanyakan pertanyaan pertama saya, yaitu."
"Apa tujuan anda melakukan ini?"
"Pertanyaan saya yang kedua, kenapa anda memilih anak tersebut"
"Pertanyaan ketiga, kenapa clone anda menerima tantangan saya, disaat diri saya sebelum menjadi pengikut anda"
__ADS_1
"Dan yang terakhir, apakah diri saya yang sekarang sudah bisa mengalahkan, true form anda"
selesai bertanya form humanoid dari Velnigha tersebut langsung menyerang true form dewi maria. namun saat Velnigha sudah dekat dengan dewi maria, dirinya kembali ke tempat nya semula di saat posisi nya masih berlutut.
Velnigha yang mengalami hal itu pun terkejut, dan melakukan hal yang sama lagi berulang kali. dewi maria yang melihat tingkah Velnigha itu pun mulai bosan dengan sikap nya dan menghapus semua kekuatan Velnigha untuk sementara. Velnigha yang bingung karena tidak bisa bergerak selaju tadi pun mulai bertanya tanya.
"Apa yang telah anda lakukan sedari tadi kepada saya" ucap Velnigha
""aku hanya membuat dirimu mengalami pengulangan waktu di saat dirimu ingin menyerang ku, namun. karena aku sudah bosan melihat nya aku menghapus semua kekuatan mu untuk sementara, selama aku akan menjawab semua pertanyaan mu." Ucap TF Dewi Maria.
"Sekarang aku akan, menjawab semua pertanyaan mu"
"Yang kedua, Karena beliau tertarik dengan anak tersebut"
"untuk yang ketiga. Karena kelihatan nya menarik melihat clone ku bertarung dengan sebuah kadal hitam sampai-sampai meng hancur leburkan sebuah planet dan juga aku ingin mematikan clone ku dan membuat orang yang dapat mengalahkan clone ku menjadi pengikut ku"
"untuk yang terakhir. hal itu mustahil, karena dirimu yang sekarang masih terikat oleh diriku dan masih sangat lemah, untuk mengalahkan diriku kau harus memutus pengikat yang ada di dirimu, untuk melakukan itu kau harus melampaui kekuatan ku"
"baiklah, jika anda berkata begitu-. tunggu dulu, bukankah anda hanya menjawab pertanyaan ke dua sampai terakhir, anda belum menjawab pertanyaan pertama" Ucap Velnigha.
"Untuk pertanyaan itu, tujuan ku adalah...."
"Karena kita sekarang berada di pantai bagaimana, kalo kita main sebentar?"Ucap Marie.
"Tidak mau, lakukan saja sendiri" Ucap Revans.
"Kenapa sih, kamu itu dingin banget sama aku. padahal waktu kamu ga dingin begini"
"Waktu itu aku hanya salah ngomong saja*
"Aduh, gimana nih aku malah salah ngomong. seharusnya aku jujur saja sama dia, kalo aku itu dingin ke dia karena memiliki permasalahan dalam berinteraksi dengan perempuan. walaupun kami sudah bersama selama tiga tahun, aku selalu dingin ke dia di karenakan payahnya diriku dalam berinteraksi dengan perempuan"
"Apa-an sih kamu ini, jujur aja gak bisa, gimana mau jadi raja iblis"
"heh~, terserah kamu saja lah. lagi pula kamu tidak lupa kan, untuk apa kita ke sini"
"Tentu saja aku tidak lupa"
"baguslah kalo begitu, sekarang sebutkan apa tujuan kita kesini"
"i-ii-itu, untuk bermain?"
__ADS_1
"Heh~, sudah ku duga kamu tidak mendengarkan ku saat aku mengajak dirimu untuk ke sini"
"kalo begitu, akan ku kasih tau untuk apa kita ke sini"
"Aku sudah bosan memakan daging monster yang hidup di daratan, karena itulah aku mengajak mu untuk menangkap ikan di laut"
"Memangnya kamu ingin menangkap ikan apa?"
"aku akan menangkap ikan apapun yang kelihatan nya enak untuk di makan"
"Oh begitu ya, jadi kenapa kau mengajak ku ke ke sini. bukankah kamu bisa melakukan nya sendirian"
"aku membutuhkan mu, untuk menumbuhkan pohon yang dapat memakan banyak ikan, di bawah laut"
"Owh begitu ya, Kalo begitu aku akan menumbuhkan nya sekarang"
Setelah mengetatkan kalimat tersebut. marie langsung menumbuhkan sebuah pohon yang dapat memakan banyak ikan di bawah laut. setelah menunggu selama 10 menit, marie pun mengangkat pohon tersebut ke permukaan dan pohon tersebut memuntahkan banyak sekali ikan-ikan, dari yang ukurannya kecil hingga besar.
"Banyak juga ikan nya, mana cepat juga nangkep nya. emang gimna caranya?" Ucap Revans.
"Aku menumbuhkan pohon, dengan bunga yang lebar dan di tengah-tengah bunga tersebut terdapat aliran mana yang menggiring para ikan. di saat banyak ikan yang memasuki perangkap, pohon itu akan otomatis menutup bungan nya dan menahan para ikan yang terjebak di dalamnya. seperti itu lah" Ucap Marie.
"Ternyata seperti itu ya, cukup simpel juga. tapi kayaknya ikan nya kebanyakan dah"
"iya juga ya, kalo di liat ikan yang aku tangkap sangat banyak"
"bagaimana kita lepaskan saja setengahnya, pilih dari semua ikan yang keliatan tidak enak di makan kita lepaskan"
"ok, begitu saja"
Setelah selesai menyisihkan ikan-ikan yang marie tangkap, ikan yang tersisa hanya dua puluh ekor ikan.
"dua puluh ekor sudah cukup banyak untuk kita berdua" Ucap revans
"Bagaimana kalo kita berkemah di pantai ini?" Ucap Marie.
"tidak, aku tidak ingin tidur di luar area ku, karena itu dapat membahayakan diriku"
"Iya juga ya, aku lupa kalo dirimu, di cap sebagai buronan" Ucap marie.
To Be Continued.
__ADS_1