
"Apakah itu kau revans?"
"Bagaimana kau tau namaku?, apakah kita pernah bertemu sebelumnya?"
"Iya..., ini adalah aku Adelina loh"
"Adelina?" Revans dengan wajah bingung nya.
"Itu loh..., yang waktu itu kita ketemu pada saat aku sedang mencari kuncing"
"hmm..., kucing...? ah sekarang aku ingat, kau adalah orang yang meneriakkan nama seseorang untuk memanggil kucing mu"
"Iya itu adalah aku, ngomong-ngomong revans apa yang sedang--" Sebelum Adelina mengakhiri perkataan nya, tiba tiba saja suara semak-semak di dekat mereka berbunyi kencang dan mereka pun mengalihkan pandangan mereka ke semak-semak itu.
Setelah beberapa saat mengawasi semak-semak itu, suara yang tadinya sangat berisik pun mulai berhenti.
Setelah mereka merasa sudah aman, mereka berdua pun mengalihkan pandangannya kembali ke semula.
"Jadi..., apa yang kamu lakukan di sekitar sinj re... vans..." Adelina yang awalnya ingin memulai pembicaraan dengan senyuman tiba-tiba saja mukanya menunjukkan ekspresi terkejut, karena entah mengapa mereka secara tiba-tiba sudah berada di luar hutan dekat kota.
"Apa-apaan ini....!!" Teriak Adelina.
Di tempat mereka semula tadi, revans sedang menghela nafas leganya.
"huh..., akhirnya aku terbebas juga dari rute yang berbahaya."
"Bisa-bisa nanti aku malah akan berhubungan baik dengan manusia dan melupakan tujuan utama ku, yaitu. menjadi penerus raja iblis",
Kalian penasaran? kenapa mereka jadi bisa terpindah dari tempat ini ke tempat mereka berpindah?.
Itu karena, aku sudah merencanakannya sejak aku berfikiran untuk menolong mereka berdua.
Aku berfikir, jika saja aku terjebak di pembicaraan yang percuma, aku akan melakukan rencana yang sudah aku siapkan itu, rencana itu adalah.
Pertama, aku akan mengalihkan perhatian mereka berdua dengan cara menggoyangkan semak-semak yang ada di sekitar menggunakan tangan bayangan milik ku yang aku masukkan ke dalam tanah dan memunculkan mereka di dekat semak-semak itu, lalu tangan bayangan itu akan menggoyangkan semak-semak itu untuk mengalihkan perhatian mereka.
Pada saat perhatian mereka teralihkan aku berpindah ke atas pohon dan pada saat mereka mulai membalikan pandangan mereka, aku akan memindahkan mereka berdua menggunakan shadow holeku dengan kecepatan yang tanpa mereka sadari.
Seperti itulah bagaimana terjadinya mereka bisa berpindah secara tiba-tiba.
"Karena hari masih siang, mungkin aku akan jalan-jalan dulu di sekitar sini"
"Owh iya, aku hanpir lupa mencari tau tentang keberadaan fenrir"
"Aku melakukan pencarian fenrir, karena aku sangat penasaran sekaligus tertarik dengan fenrir karena ulah fenrir yang waktu itu"
"Siapa ya nama fenrir yang waktu itu, kalo tidak salah fen.., fer..., Ferrill?"
"Mungkin itu benar, aku juga tidak mengingat nya karena dia mati di tangan ku pada hari itu juga"
"Kalo tidak salah ingat, aku pernah tertawa terbahak-bahak karena mendengar nama fenrir itu"
"kalo di pikir-pikir lagi, letak lucu nya di mana ya?"
"Yasudah lah, untuk sekarang aku ingin mencari informasi tentang keberadaan fenrir ini"
__ADS_1
Revans pun menggunakan shadow hole nya untuk berpindah ke rumah pohon nya.
sesampainya revans di rumah pohon nya, dia langsung menghampiri marie yang sedang memasak di dapur.
"Tidak biasanya kau datang jam segini, apakah ada yang kelupaan?"
"Tidak ada, hanya saja aku ingin menanyakan beberapa hal kepadamu"
"Menanyakan apa?"
"Apakah kau tahu dimana keberadaan para kaum fenrirl?"
"Fenrirl ya..., menemukan keberadaan fenrir itu sangatlah susah, mereka lebih suka menghabiskan waktu di dalam dimensi mereka sendiri daripada berada di dunia luar"
"Terlebih lagi, fenrirl biasanya akan memiliki dimensi mereka masing-masing saat sudah dewasa"
"Kerena itulah sangat susah untuk menemukan kaum fenrirl"
"Tetapi tenang saja, karena kau telah bertanya kepada orang yang tepat"
"Orang yang tepat?, maksudmu kamu tau cara menjumpai mereka?"
"Tentu saja"
"Begitu ya, baguslah, bagaimana kalo kita mengunjungi tempat mereka sekarang"
"kurasa aku tidak bisa pergi sekarang"
"Kenapa?"
"Hah?, belum bersiap-siap?"
"Jadi kapan kita bisa pergi?"
"Tunggu sebentar ya, aku ingin bersiap-siap dulu"
"Baiklah"
"Semoga saja wanita di dunia ini, tidak seperti wanita yang ada di duniaku dulu, yang mana hanya dengan bersiap-siap menghabiskan banyak waktu"
Setelah beberapa saat, marie pun selesai bersiap-siap. dia menggunakan gaun hijau yang mana itu sangat cocok untuk penampilan nya karena rambut dia berwana hijau, dia juga memakaikan kepalanya dengan topi musim panas.
"Cukup cepat, kukira akan memakan banyak waktu"
"Apa katamu?"
"Tidak apa-apa"
"Sekarang mari kita ke tempat tujuan"
"Baiklah, sekarang kamu mendekat lah ke samping ku"
Revans pun mendekati marie dan saat revans berada di samping marie, marie mengaktifkan teleportasi nya.
[ELEMENT MANIPULATION: LIGHT TRANSFER]
__ADS_1
Seketika di sekitar mereka berdua memancarkan cahaya, cahaya itu mulai menutupi mereka dan mereka pun berpindah ke dalam gua..
"Gua...? Marie dimana kita"
"Kita berada di dekat pintu masuk, dimensi para fenrirl sering berkumpul"
"Jadi gua ini berada di dekat tempat masuknya ya"
"Meskipun begitu, gua ini sangatlah terang. tidak seperti gua-gua pada biasanya"
"Itu karena di dalam gua ini terdapat banyak sekali batu kristal yang terbuat dari mana milik fenrirl yang sering melewati gua ini"
"Sudah ku duga, kristal-kristal ini pasti terbentuk karena mana dari para fenrirl"
Setelah beberapa saat berjalan menuju ke kedalaman gua, revans melihat cahaya di ujung pandangan nya.
"Cahaya?, cahaya apa itu marie"
"Cahaya itu adalah portal menuju dimensi para fenrirl"
"Begitu ya" Revans pun langsung bergegas ke sana dia bergerak sangat cepat seperti saat dia bertarung dengan Velnigha.
"Tu-tunggu revans..., jangan terburu-buru" Teriak marie saat melihat revans mendekati portal itu dengan kecepatan yang sangat cepat.
"Heh..., dia tidak mendengarkan nya ya, mau bagaimana lagi" Marie pun juga mengikuti revans dengan kecepatan cahayanya, seperti waktu mereka berdua ingin pergi berpiknik.
Revans lebih duluan sampai di depan portal, dan marie berada sedikit di belakang revans.
Saat marie hampir mendekati revans, dia melihat ada seorang fenrirl besar yang menghadang revans di depan portal.
"REVANS....." Teriak marie ke revans sembari masih mendekat ke revans.
Sampai nya mari di tempat revans, mari melihat lebih jelas ke fenrirl itu.
"hmm..., bukankah itu kau Fengill"
"Hmm?, dan bukankah itu kau marie sang roh penjaga hutan"
"Apa yang kalian berdua lakukan di sini, apakah kau yang membimbing manusia ini untuk masuk ke dimensi kami"
"Ya seperti itulah"
"Begitu ya"
"Bocah manusia, kenapa kau ingin masuk ke dimensi kami?"
"Tentu saja, karena aku penasaran dengan kaum kalian"
"Dan ada beberapa pertanyaan yang ingin ku tanyakan ke pada kalian kaum fenrirl"
"Apa itu?"
"Apakah kalian mengetahui tentang fenrirl yang bernama Fernill?"
Mendengar revans mengatakan nama itu, fenrirl penjaga portal itu pun menunjukkan ekspresi terkejut.
__ADS_1
To Be Continued.