Dimensional Breaker (REVISI)

Dimensional Breaker (REVISI)
CHAPTER 11


__ADS_3

SEORANG GADIS YANG JATUH CINTA.


"Tidak mau. Aku tidak akan tidur, di luar wilayah ku. karena itu dapat membahaya kan ku." Ucap Revans.


"Iya juga ya, Aku lupa kalo kamu itu sudah di cap sebagai buronan oleh para manusia itu, sejak dirimu kabur dari eksekusi." Ucap Marie.


"Yah itu wajar saja, Aku di jadikan buronan oleh para manusia, Karena diriku memiliki potensi sebagai raja iblis."


"Untuk sekarang tidak apa-apa, Aku di jadikan buronan oleh para manusia, Karena manusia masih memiliki banyak orang-orang yang kuat."


"Tetapi di saat aku menjadi raja iblis nanti, Seluruh umat manusia akan ku buat sengsara dengan kekuatan ku" Revans mengatakan kalimat tersebut sembari menyeringai.


Di saat revans asik membakar ikan dengan marie di pinggir pantai, ada suara semak-semak yang bergerak seakan ada yang keluar dari semak-semak yang ada di hutan belakang pantai.


Revans dan marie yang mendengar itupun mulai menatap ke arah semak-semak yang bergerak tersebut. di saat menatap tajam ke arah semak-semak, beberapa saat kemudian keluar seekor kucing hitam.


"????, Kucing hitam?." Ucap Revans, Sembari mengeluarkan ekspresi bertanya-tanya.


"Mungkin kucing ini sedang lari dari seseorang" Ucap marie.


Setelah Marie berkata begitu, Suara seseorang terdengar dari arah semak-semak tadi.


"Roxxy~~, Dimana kamu" Orang itu berteriak sambil berlari, dari jauh semakin dekat dan semakin dekat.


Setelah suara itu mulai terdengar dekat, Seorang gadis yang berperawakan seperti gadis berumur tiga belas tahun dan memiliki rambut berwana putih, keluar dari semak semak tersebut. Setelah gadis itu keluar dari semak-semak dia melihat kucing hitam yang keluar tadi dan berkata.


"Akh!, Akhirnya ketemu juga Roxxy." Gadis tersebut mengeluarkan ekspresi bahagia, Seperti seorang yang menemukan uang di jalan.


"Roxxy?." Ucap revans dan marie, mengatakan kata itu bersamaan, sembari mengeluarkan ekspresi tanya.


"heee?, ada orang di dekat roxxy?." Tampaknya gadis itu terkejut saat mendengar suara dan melihat sosok revans dan marie.


"Apakah kamu pemilik kucing ini?" Ucap revans Sembari memegang kucing hitam tadi.


"I-ii-iya." Ucap gadis tersebut, dengan ekspresi gugup.

__ADS_1


Setelah mendengar jawaban dari gadis itu, revans pun mendekati gadis itu sembari membawa kucing hitam tadi.


"Nih kucing nya, lain kali jaga baik-baik agar tidak kabur lagi" Ucap Revans dengan wajah datar nya.


"i-ii-iya, maka.. sih.." Tampak nya, Di saat gadis itu mengambil kucingnya dan ingin berterima kasih dengan menatap wajah revans. Dia tersipu dan wajahnya memerah, karena ketampanan revans.


"A-aa-anu, Namaku adalah Adelina, Tolong beri tahu aku namamu." Gadis itu memeluk kucing nya sambil membungkukkan badan nya.


"Namaku adalah, Revan Saputra." Revans menyebutkan nama dirinya sewaktu masih di bumi. dia melakukan itu karena dia Adalah seorang buronan, dan dia berniat untuk memakai identitas dirinya sewaktu di bumi, untuk masuk ke pemukiman manusia.


"Revans Saputra, senang berkenalan dengan anda, dan permisi telah mengganggu." Gadis itu pun lari ke dalam hutan.


"Revans Saputra, Dia ganteng banget. Semoga kita bisa bertemu lagi." Gadis itu berbicara sendiri di dalam hutan dengan ekspresi tersenyum bahagia.


Waktu pun berlalu hingga sore hari, revans dan marie pun memutuskan untuk pulang ke rumah pohon nya.


"Hari sudah mulai gelap, mari kita pulang" Ucap Marie.


"Baiklah" Revans pun mendatangi marie dan mulai memeluk marie.


Belum sempat si marie untuk bereaksi, Mereka berdua sudah tiba di dalam rumah.


Tibanya dirumah, revans pun langsung ke tempat tidur dan tertidur.


"Malam juga belum udah tidur aja nih orang" Ucap marie di dalam hati, sembari melihat revans tertidur.


Di pagi harinya, marie membuka matanya dan melihat revans sudah bersiap-siap seperti ingin bepergian ke suatu tempat.


"Mau kemana kamu, pagi-pagi begini udah siap-siap dan kenapa kamu memakai jubah yang ada penutup kepalanya?" Ucap marie di saat dia melihat revans yang ingin pergi ke suatu tempat.


"Aku akan pergi ke pemukiman manusia untuk beberapa hari, dan aku menyarankan mu agar tidak mengikuti diriku, karena aku ke sana hanya untuk mencari informasi-informasi." Ucap Revans Sembari memperingatkan marie untuk tidak mengikuti nya.


"Yah, Jika itu yang kau bilang, Maka apa boleh buat" Ucap Marie sembari mengiyakan peringatan dari revans.


"Tetapi kau juga haru mendengarkan perkataan ku, yaitu. Kau harus berhati-hati di saat perjalanan mu" Ucap Marie sembari mengacak pinggang nya.

__ADS_1


"Iya" Revans pun langsung pergi dengan shadow hole nya setelah mengatakan kata itu. Dia menuju area luar hutan.


Setelah berteleportasi dari rumah pohon nya ke are luar hutan, revans mendeteksi keberadaan sekitar nya.


[DARK MAGIC: PRESENCE AIR DETECTION]


Setelah memastikan, bahwa keadaan di sekitarnya nya aman. dia memperluas jangkauan nya sejauh tiga kilo meter, dan menemukan banyak hawa keberadaan yang artinya tempat itu adalah kota terdekat yang ingin dia kunjungi.


Setelah menyesuaikan tempat itu, revans pun mulai mengatur shadow hole nya, untuk memindahkan dirinya ke dalam kota itu, di tempat yang sepi.


Setelah selesai menyesuaikan tempat nya, revans pun berpindah tempat ke dalam kota itu di sela sela perumahan di kota itu.


Nama kota itu adalah advenmation, yang mana banyak petualang di kota ini, dan banyak penjual Informasi di kota ini. karena itulah nama kota ini advanmation yang artinya adventure and information.


Sesampainya revans di sela-sela Perumahan yang ada di kota itu, revans ternyata sudah di kepung oleh 5 orang penjaga yang sepertinya penjaga ini bukan penjaga biasa. karena mereka memakai jubah yang ada penudung kepalanya.


Bukan cuma itu saja, dari tampilan nya dan hawa keberadaan yang tipis ini, mereka pasti pembunuh bayaran yang di perintahkan oleh seseorang untuk menjaga kota ini dari penyusup seperti diriku.


"Sepertinya aku sudah di kepung, setidaknya bolehkah aku meminta kalian untuk menjawab ku?." Ucap Revans dengan ekspresi datar nya.


"......." para penjaga itu tidak merespon perkataan revans.


"Tidak ada jawaban ya, Kalo begitu" Ucap revans sembari menyeringai.


[DARK MAGIC: SWORD SHADOW SLASH]


Bayangan yang ada di sekitar tubuh revans mulai membentuk dua buah tangan yang sedang memegang dua buah pedang bayangan. dan tangan itu mulai mengeluarkan pedang nya dan mengeluarkan masing-masing dua tebasan hitam ke arah para penjaga.


Namun, tebasan itu tidak mengenai mereka dan malahan mereka semua menghilang.


"Kemana mereka?" Ucap Revans.


di saat revans sedang sibuk mencari mereka. tiba-tiba saja ada shadow hole di depan nya, dan dari shadow hole itu muncul seseorang secara slowmotion, dengan jubah penudung kepala.


"Sudah kuduga, Ternyata kau juga penggunaan sihir kegelapan" ...???...

__ADS_1


To Be Continued.


__ADS_2