Dimensional Breaker (REVISI)

Dimensional Breaker (REVISI)
CHAPTER 16


__ADS_3

KEMBALI NYA MARIE SEPERTI SEMULA.


"Informasi tentang hal itu sebenarnya sangat mudah kau dapatkan, jika kau mau berusaha mencari informasi ke dalam kota"


"Tetapi, kau sangat tergesa-gesa untuk mengetahui informasi itu. Anggap saja hal ini sebagai pelajaran untuk mu"


"Aku sudah bosan mendengar perkataan mu itu, sekarang cepatlah berikan aku informasi nya"


"Iya-iya, tentang penyakit itu. Sebenarnya penyakit itu masih belum memiliki obat untuk menyembuhkan nya, tetapi kau bisa menyembuhkan nya dengan cara paksa, yang mana kau bisa melakukan salah satu dari tiga tips ini"


"Yang pertama, kau harus menyalurkan mana mu ke orang yang terkena penyakit ini terus menerus, sampai aliran yang tersumbat menjadi terbuka lagi."


"Tetapi tips pertama ini memiliki resiko yang sangat tinggi jika yang menyalurkan mana adalah orang yang memiliki kapasitas mana sedikit. Hal itu dapat mengakibatkan orang yang menyalurkan mana juga terkena sumbatan mana."


"Untuk tips kedua, kau hanya perlu menusuk bagian yang tersumbat dengan jarum yang di selimuti aliran mana, peluang keberhasilan nya adalah lima puluh banding lima puluh"


"Karena, jika meleset saja sedikit dari titik nya maka itu hanya akan menambah titik sumbatan di aliran mana"


"Cara yang ketiga, yaitu yang terakhir..., Adalah dengan cara membuat orang yang mengalami penyakit itu menjadi partikel-partikel kecil dan satukan kembali ke bentuk semula nya"


"Cara ini memiliki tingkat keberhasilan seratus persen, tetapi dia harus bisa menggunakan mana untuk mengubah bentuk nya menjadi partikel-partikel kecil, sedangkan dirinya tidak bisa menggunakan mana"


"Cara yang ketiga itu aku sudah mengetahui nya, Tetapi seperti yang kau bilang, jika dia tidak bisa menggunakan mana bagaimana bisa dia melakukan hal itu"


"Hmm.., sebenarnya itu mudah saja, tinggal kau saja yang melakukan nya"


"Aku? bagaimana caranya mengubah seseorang menjadi partikel-partikel kecil?"


Setelah berkata seperti itu, revans teringat saat dia dan marie ingin pergi ke danau untuk berpiknik marie mengubah dirinya dan juga revans menjadi partikel-partikel kecil untuk mencapai kecepatan cahaya.


"Ah benar juga, Terimakasih atas informasinya"


Revans pun langsung menghilang menggunakan shadow hole nya, dan tiba di dekat marie.


"Sepertinya dia masih tertidur, mumpung dia masih tertidur pulas, lebih baik aku melakukan seperti apa yang di lakukan marie waktu itu"


Revans pun menggendong marie dan memfokuskan pikiran nya untuk memecahkan setiap bagian bagian dirinya dan marie yang ada di pelukan nya, badan revans dan marie pun perlahan mengeluarkan suatu partikel-partikel hitam dan perlahan tubuh mereka berdua memudar.


Setelah beberapa saat, satu partikel yang berisi pikiran revans pun mulai menyerap partikel-partikel yang lain, dan bentuk revans pun kembali menjadi semula.


Setelah menjadi bentuk semula revans mengumpulkan partikel-partikel milik marie ke dalam gelembung hitam dan saat semuanya sudah terkumpul revans memberikan mana dirinya ke dalam gelembung itu dan selang beberapa saat gelembung hitam itu memancarkan cahaya yang begitu terang dan gelembung itu pecah.


Pecah nya gelembung itu Mengeluarkan marie yang sudah berhasil kembali menjadi bentuk semula nya, revans pun mencoba untuk merasakan mana marie dan hasilnya adalah.

__ADS_1


"Bagus bagus bagus sekali, tidak kusangka cara ini akan berhasil." Ucap revans Sembari sedikit kegirangan.


"Jika aku tau begini, aku tidak akan membuang-buang uang ku untuk bertanya ke Berthar, tetapi yasudah lah yang penting sekarang marie sudah bisa menggunakan sihirnya"


Mendengar suara revans, marie pun terbangun dari tidur nya, dan melihat revans sedang kegirangan.


"Kenapa kau begitu senang hari ini"


"Tentang itu, coba kau gunakan sihir mu"


"Untuk apa?, dan juga bukannya aku tidak bisa menggunakan sihir?"


"Tu-tunggu dulu, aku merasakan aliran mana ku sudah kembali seperti semula dan energi ku juga sudah merata ke seluruh tubuh ku"


"Apakah kau yang melakukan nya?"


"Tentu saja"


Mendengar itupun marie meneteskan air mata nya, dan mulai memeluk revans sembari menangis bahagia.


"Terima kasih revans, berkat mu aku jadi bisa menggunakan sihir lagi"


"Iya sudahlah, lepaskan aku dan berhentilah menangis"


"Apakah kau lapar?"


"Yah sedikit lapar, bisakah kau me masakan aku sedikit makanan."


"Tentu saja, apa yang ingin kau makan?"


"Apapun itu yang penting enak"


"Baiklah"


Selang beberapa waktu, akhirnya makanan nya pun sudah siap untuk di makan, dan revans pun memakan makanan nya di meja makan.


"Ngomong-ngomong bagaimana bisa kamu menyembuhkan aku"


"Aku melakukan seperti apa yang kau lakukan si saat ingin pergi piknik waktu itu"


"Pergi piknik..?"


Marie pun mulai mengingat apa yang dia lakukan saat ingin pergi piknik.

__ADS_1


"Bersiap-siap?"


"Bukan itu, maksud ku aku mengubah bentuk kita berdua menjadi partikel-partikel kecil seperti yang kali lakukan waktu itu"


"Dan aku menyatukan partikel-partikel dirimu dengan mana dan energi yang ku alirkan ke dirimu"


"Jadi seperti itu ya"


"Yah karena sekarang aku sudah bisa menggunakan sihir kembali, saatnya melakukan aktivitas seperti biasanya"


"Owh iya marie"


"Aku akan mengembalikan dimensi miliki mu, yang ku rebut dari Velnigha"


"Owh tentang itu, kau bisa miliki dimensi itu"


"Tidak!!!, aku tidak akan mengambil nya karena aku sudah memiliki banyak dimensi yang ku rebut dari Velnigha salah satunya adalah dimensi mu"


"Aku juga akan memberikan beberapa dimensi yang ku rebut dari Velnigha untuk memperluas dimensi milikmu"


"Yasudah lah, jika kau bersikeras untuk mengembalikan nya"


"Dan juga terima kasih untuk dimensi tambahan nya"


Selesai makan, mereka pun langsung masuk ke dalam dimensi Illution jungle miliki marie.


Marie yang baru masuk pun terkejut melihat pemandangan di depannya, yang mana dulunya illution jungle memiliki pemandangan hutan yang lebat dan indah.


Namun sekarang di dalam dimensi ini hanya terlihat tanah tandus yang terbakar dan banyak lubang besar di daratan nya.


Ditambah lagi, ada banyak retakan-retakan di dinding-dinding dimensi nya.


"Apakah ini hasil dari pertarungan mu dan Velnigha?"


"Iya" Revans menjawab dengan muka datar seperti biasanya.


"Bagaimana bisa kau hanya menjawab nya dengan kata iya, dan muka yang datar seperti itu?" marie berteriak dengan nada yang cukup kasar.


"Bukankah hal ini tidak dapat di hindarkan?, lagian juga kita hanya perlu mengembalikan bentuk semula nya"


"Tetapi sebelum itu, aku akan menyatukan nya dulu dengan beberapa dimensi yang ingin ku gabungkan untuk memperluas dimensi mu"


"Baiklah, kurasa aku akan menurut apa yang kau katakan"

__ADS_1


To be Continued.


__ADS_2