
...SIAPA GADIS YANG DI SELAMATKAN OLEH REVANS INI?...
"Sepertinya..., ada seorang pengkhianat di dalam organisasi kita"
"Karena itulah, nama organisasi kita terbongkar" Ucap Richard.
"hmm..., Ini agak aneh"
"Bagaimana bisa kau begitu yakin dengan opini mu itu"
"Bukankah masih kita masih memiliki spekulasi lain seperti"
"Anggota divisi yang tertangkap dan dia di interogasi, jadi dia membocorkan nama organisasi kita"
"Dan bukankah kita memiliki poster untuk berinteraksi dengan pelanggan" Ucap revans.
"Memang sih, pendapatku tentang ada nya penghianat di organisasi ini masih bisa di bantah"
"Dengan opini-opini yang kau sebutkan tadi"
"Namun.., alasan diriku begitu yakin dengan opini ku karena"
"Aku mempercayai para anggota-anggota divisi, jadi tidak ada alasan bagiku untuk mencurigai mereka"
"Terlebih lagi, aku tidak mendapatkan laporan adanya anggota divisi manapun yang tertangkap" Ucap Richard.
"Tampaknya kau begitu yakin dengan apa yang kau katakan"
"Lalu bagaimana dengan yang poster itu" Ucap revans.
"Untuk yang poster itu seharusnya semuanya sudah tau, kalau poster yang kita sebarkan hanya bertuliskan"
"(Tulislah nama seseorang yang ingin dia mati beserta alasannya dan sertakan nama peminta, lalu tempelkan kertas itu di belakang poster)"
"Tetapi aku dapat memaklumi dirimu, karena kau adalah anggota yang baru masuk beberapa hari"
"Jadi informasi yang kau terima baru sedikit" Ucap Richard.
Meginhard dan anggota lainnya yang mendengarkan perbincangan antara revans dan Richard hanya bisa terdiam.
Selang beberapa detik setelah percakapan antara revans dan richard berakhir, Meginhard mulai berbicara.
"Kurasa kita tak perlu membahas hal ini sekarang, jadi Berthar..!"
"Bisakah kita ke topik selanjutnya?"
Ucap Meginhard dengan nada yang santai namun sedikit mengintimidasi dan ekpresi ciri khas nya yang selalu tersenyum dengan mata tertutup.
"Ku-kurasa..., tidak ada topik lain yang bagus untuk di bahas sekarang" Berthar dengan nada sedikit gugup menjawab pertanyaan Meginhard dan mencoba untuk tetap kembali tenang.
"Jadi bisa aku bilang rapat hari ini berakhir disini"
"Untuk yang ingin keluar silahkan dan untuk yang ingin menetap di markas silahkan"
__ADS_1
Setelah Berthar berkata seperti itu, semua orang selain Berthar berdiri dari tempat nya dan mulai mengaktifkan shadow hole mereka.
"Kurasa aku akan keluar, karena ada kesibukan lain yang harus ku kerjakan" Ucap Drustan.
"Aku juga" Ucap Euric.
Mereka semua pun menghilang dari markas dan hanya tersisa berthar yang ada di markas.
Setelah keadaan mulai sepi Berthar pun menghela nafas nya dan mencoba untuk menenangkan dirinya.
"Sepertinya hari ini aku membawakan topik yang tidak di sukai kak Meginhard"
"Terlepas dari itu semua, aku tidak akan mengampuni orang yang mencoba mengkhianati kepercayaan nya kak Meginhard" Berthar dengan nada yang mencengkram dan muka seram nya.
Kita beralih ke revans.
Setelah selesai nya rapat hari ini, revans memutuskan untuk berkeliling di bagian kedalaman tengah hutan untuk mencari udara segar.
Di saat revans asik berjalan, revans mendengar sebuah suara teriakan wanita di dekat nya.
"Suara teriakan?"
"Sepertinya itu suara dari seorang wanita"
"Mungkin aku akan mencari tau lokasi dia berada" Revans pun mengaktifkan sihir nya.
[DARK MAGIC: PRESENCE AIR DETECTION]
Revans pun mulai menutup mata nya, dan mulai membayangkan keadaan sekitar nya seluas tiga puluh meter.
"Ada dua orang perempuan, tampaknya satu orang sedang terluka parah"
"Dan satunya lagi berusaha melindungi orang yang terluka dari serangan monster"
"Hmm..? bukankah itu hanyalah demon bear"
"Monster yang setingkat kelas C, Jadi kenapa orang itu begitu ketakutan"
Setelah berkata seperti itu, revans mencoba untuk mengukur kemampuan kedua orang itu dengan sihir nya.
"Kelas D..? Jadi seperti itu ya, mereka ketakutan karena level mereka berada jauh dengan level monster yang mereka hadapi"
"Heehhh..., harus kah aku menolong mereka?"
"Tapi untuk apa juga aku menolong mereka, bukankah aku membenci manusia?"
"Jadi aku biarkan saja lah mereka"
Di tempat gadis itu.
"kech... sial... aku tidak bertemu dengan demon bear disini"
"Terlepas dari itu, apakah kau tidak apa-apa angie?"
__ADS_1
"Ti-tdak apa-apa.. aku masih bisa menggerakkan tubuh ku jadi mari kita kabur dari sin- akh~" Angie berbicara dengan nada yang lemas sembari menahan rasa sakit karena serangan cakar demon bear mengenai perut nya dan dia mencoba untuk berdiri untuk melarikan diri, namun dia terjatuh akibat rasa sakit yang dia terima.
"Bertahanlah angie..! aku akan mengalahkan demon bear ini" Ucap gadis itu dengan nada yang keras.
"Meskipun aku bilang begitu...., aku hanyalah petualangan tingkat D dan mosnter yang ku hadapi sekarang adalah monster kelas C"
"Kami berada di tingkat yang berbeda"
"Kumohon...! siapa saja.. tolong kami" Teriak gadis itu di dalam hatinya dan menutup matanya.
[DARK MAGIC: SHADOW SWORD SLASH]
Gadis itu mendengar suara tebasan dan dia pun memutuskan untuk membuka matanya.
Setelah dia membuka matanya, pemandangan yang dia lihat adalah mayat demon bear yang terpotong - potong dan seorang bocah lelaki berperawakan umur tiga belas tahun dengan ciri-ciri rambut hitam pekat dan memakai pakaian serba hitam. Ya itu adalah revans.
"Apakah kalian tidak terluka?" Tanya revans ke para gadis itu.
"A-aku tidak terluka...! tetapi teman ku"
"Hmm, sepertinya dia mengalami luka yang cukup serius, tetapi tenang saja aku akan menyembuhkan nya"
"Bisakah kau menutup mata mu"
"Ba-Baiklah" Gadis itu pun mengikuti perintah revans dan menutup matanya.
Selagi gadis itu menutup mata, revans mengaktifkan sihir penyembuhan nya, yaitu.
[DARK MAGIC: BLANKET OF DARKNESS]
Revans merapalkan mantra nya di dalam hati.
Selimut hitam itu pun mulai menyelimuti gadis yang pingsan itu, dan mulai menyembuhkan luka yang dimiliki angie.
Setelah merasa dirinya agak baikan, angie pun mulai sadar dan membuka matanya.
Sebelum Angie membuka matanya revans menonaktifkan sihir nya karena merasa angie sudah mulai siuman.
"Si-siapa kau..! apa yang kau lakukan terhadap diriku" Teriak angie ke revans.
Gadis yang menutup mata tadi pun membuka matanya karena mendengar suara temannya angie.
"Angie...! lukamu sudah sembuh, bagaimana bisa?" Gadis itupun menangis terharu dan berlari ke arah angie dan memeluk dirinya.
"Maaf mengacaukan suasana harunya, kerena urusanku di sini sudah selesai."
"Jadi aku izin pamit dulu"
Mendengar perkataan revans, gadis itupun melepaskan pelukannya dan mulai mengusap air mata nya.
"Tunggu sebentar, aku ingin berterima ka... sih.." Gadis itu tercengang setelah melihat ke arah revans, tampaknya gadis itu mengenali revans.
"apakah itu kau, revans?"
__ADS_1
Mendengar perkataan gadis itu, revans pun terkejut karena ada seorang gadis yang mengetahui dirinya.
To Be Continued.