
MENCARI CARA UNTUK MENGOBATI MARIE.
"Baiklah, mari kita hentikan hal merepotkan ini"
Ucap Meginhard sembari menghentikan intimidasi dan aura nya.
mendengar perkataan Meginhard revans pun bertanya.
"Apa yang membuat mu berhenti"
ucap revans.
"Aku hanya tidak ingin melakukan sebuah pertarungan yang sia-sia, Terlebih lagi lawan nya adalah anggota baru organisasi yang ku pimpin" Ucap Meginhard.
"Apakah hanya itu?"
"Tentu saja, percaya atau tidak nya itu terserah dirimu."
"Karena hari sudah mulai sore, Aku akan ke markas dulu, karena aku masih belum sempat ke markas."
Setelah menyelesaikan perkataannya, Meginhard pun menghilang menggunakan shadow hole nya.
Setelah menghilang nya Meginhard, Revans mendatangi marie yang ada di dalam kurungan, sedang ketakutan karena merasakan aura yang begitu pekat tadi.
"Apakah kau tidak apa-apa" Ucap revans Sembari menjulurkan tangannya ke marie.
"Y-ya-ya aku tidak papa" Marie menjawab dengan nada yang kikuk sembari meraih tangan revans.
Setelah marie meraih tangan revans, revans langsung menarik Marie untuk keluar dari kurungan, dan langsung menggendong nya
"Ayo kita pulang ke rumah kita" Ucap marie sembari menggendong marie.
Revans pun membuka shadow hole nya untuk berpindah ke rumah pohon nya.
Sesampainya nya di rumah pohonnya, revans pun menuju kasur sembari menggendong marie untuk meletakkan marie.
Sesungguh meletakkan marie di atas kasur revans pun duduk di atas kasur untuk menanyakan beberapa pertanyaan tentang hal yang terjadi hari ini.
"Marie, apa yang membuat sampai bisa dengan mudahnya di culik oleh pedagang budak keroco" Ucap revans.
"Bukan kah diri mu itu kuat, bahkan orang yang menolong diriku dulu adalah dirimu"
Mendengar pertanyaan revans, marie langsung memalingkan wajah nya dan hanya diam tanpa menjawab sepatah kata pun.
"Jika kau tidak ingin menjawab nya, aku tidak akan bertanya lagi" Revans pun berdiri dari duduk nya dan berjalan sedikit menjauh dari kasur.
Setelah beberapa langkah revans berjalan, Marie mengatakan sesuatu.
"Yang di katakan pedangan budak itu" Ucap marie.
__ADS_1
"Hmm?, kau ngomong apa?" Ucap revans.
"Yang di katakan pedang budak waktu itu"
"Maksud nya?"
"Maksud ku adalah, Apa yang di katakan pedagang budak waktu itu adalah benar"
"Apakah tentang kau sudah tidak bisa lagi menggunakan sihir mu?"
"Iya"
"Soal itu aku sudah tau, sebelum di katakan oleh pedagang budak itu pun aku sudah tahu"
"Jika kau sudah tahu, kenapa kau masih bertanya?"
"Tentu saja untuk mengkonfirmasi, apakah dugaan ku benar"
"Dugaan?, tunggu jadi kau hanya menduga nya?"
"hmm" sahut revans sembari mengangguk.
"Sejak kapan kau menduga nya?"
"Semenjak aku selesai bertarung melawan Velnigha"
"Aku mengetahui nya, di saat aku kembali ke rumah setelah mengalahkan velnigha. Aku yang berada di depan rumah melihat dirimu menyambut diriku"
"Apa yang kau katakan itu benar..., aku mengalami penyakit yang membuat titik penghubung mana ku tersumbat dan energi ku hanya terpusat ke satu titik"
"Memang sih penyakit ini tidak seberapa, hanya dengan mengubah diriku menjadi partikel-partikel kecil dan kembali ke bentuk ini sudah dapat menyembuhkan penyakit ini"
"Tetapi..., untuk melakukan itu aku membutuhkan Energi yang banyak, sedangkan energi yang kumiliki sekarang hanya sedikit."
"Terlebih lagi.., Sekarang energi ku hanya terpusat ke satu titik yaitu di titik perut. Sedangkan untuk menggunakan energi, energi harus merata ke seluruh titik"
"Jadi begitu ya, Karena Sekarang sudah hampir malam, sebaiknya kau istirahat dulu. besok aku akan mencari informasi tentang cara mengobati dirimu"
"Baiklah"
Hari pun sudah mulai memasuki malam, dan mereka berdua tidur.
Di subuh hari, revans suadah bangun dari tidurnya dengan pakaian yang sudah siap revans keluar rumah dan membuat penghalang di sekitar rumah nya, penghalang ini berfungsi untuk melindungi marie. Siapapun orang yang memiliki niat buruk terhadap marie, setelah melewati penghalang yang tak terlihat ini dia akan ter teleportasi ke dimensi miliki revans, yaitu di dimensi bayangan nya. tempat hampa yang hanya memiliki warna hitam pekat sejauh mata melihat.
Dan untuk orang yang berusaha menembus penghalang itu maupun itu dengan anti sihir dan teleportasi orang itu akan terjebak di tempat awal dia masuk selama dia masih ingin masuk secara paksa.
Selesai revans memasang penghalang, revans pun bergegas menuju ke markas organisasi untuk, menanyakan informasi ke pada Berthar tentang obat dan cara mengatasi penyakit marie.
Sesampainya revans di markas, dia melihat Berthar berada di kursi nya dan revans pun mendatangi nya.
__ADS_1
"Berthar" Ucap revans dengan wajah datarnya seperti biasa.
"Ada apa revans, kenapa hari ini kau datang begitu awal?" Ucap Berthar.
"Hari ini aku izin tidak mengambil misi, dan aku ingin meminta informasi kepadamu"
"Apa yang akan kau lakukan, sampai izin untuk tidak mengambil misi Dan informasi tentang apa yang kau inginkan?"
"Hari ini aku ingin mencari obat atau cara mengatasi penyumbatan mana, informasi itulah yang aku cari"
"Hooh informasi tentang itu ya"
"apakah kau memiliki nya?"
"Tentu saja aku memiliki nya beberapa"
"Benarkah?, kalo begitu bolehkah kau memberi ku informasi itu"
"hmm gimana ya, walaupun kita berada di organisasi yang sama, hal yang berbau informasi tidak ada yang gratis di dunia ini"
"Memangnya berapa harga informasi itu?"
"Hmm murah saja sih, Harga nya seharga tiga kepala target kita"
"Memang nya harga satu kepala berapa?, bukankah kita selalu mengambil uang klien atau target setelah selesai melakukan misi?"
"Itu hanyalah bayaran jasa saja, setelah selesai melakukan misi biasanya kita mengambil kepala target dan di jual ke para alkemia untuk di jadikan bahan percobaan"
"Untuk harga kepala, satu kepala nya di hargai 2 keping koin emas, dan untuk bagian badan yang lain harga nya beda lagi"
"Baiklah aku akan membeli informasi mu itu dengan harga 6 keping koin emas"
"Wow kau tidak menawarnya ya, sungguh tindakan yang gegabah"
"Aku tidak mau berlama-lama, jadi sekarang berikan aku informasi nya" Ucap revans Sembari memberikan enam keping koin emas.
"Baiklah, biar ku cek dulu keaslian nya"
"Jangan berlama-lama dan cepatlah"
"Hmm ini emas asli, dimana kau mendapatkan uang ini"
"Aku mendapatkan nya dari hasil misi kemaren"
"Misi kemaren ya...,"
"Baiklah, tanpa berlama-lama lagi, aku akan mengatakan informasi nya, ku harap kau mendengarkannya tanpa bertanya kembali agar aku tidak mengulangi perkataan ku"
"Informasi tentang itu....."
__ADS_1
To Be Continued.