Dimensional Breaker (REVISI)

Dimensional Breaker (REVISI)
CHAPTER 12


__ADS_3

MEMASUKI MARKAS PEMBUNUH BAYARAN.


"Sudah ku duga, Kau juga pengguna sihir kegelapan" Ucap salah satu dari ke lima penjaga dengan muka yang selalu tersenyum dan mata sipit nya.


"Dan kau, Pasti juga pengguna sihir kegelapan" Ucap revans dengan wajah datar nya dan pandangan yang menuju ke lubang bayangan yang ada di bawah kaki penjaga tersebut.


"Hal itu tidak perlu di tanyakan lagi, Karena kau sendiri sudah melihat diriku melakukan shadow hole" Ucap penjaga.


"Jadi, Ada perlu apa kalian mendatangiku. Apakah kalian pembunuh bayaran yang di sewa seseorang untuk membunuhku. Atau malahan kalian adalah yang memburu ku, karena melihat poster buronan ku" Ucap revans.


"Jika kalian adalah pembunuh bayaran yang di sewa seseorang, aku akan membuatmu merasakan siksaan yang sangat berat, sampai dirimu akan memberi tahu diriku, siapa orang yang membayar kalian"


"Dan jika kalian adalah orang yang memburuku karena melihat poster buronan diriku, Aku akan melepaskan kalian dan aku akan membuat kalian menyerah untuk hadiah nya, Karena jika kalian menyerah kan diriku, Kepada ksatria. Aku bisa memastikan bahwa dirimu juga akan ikut di tahan dengan ku" Ucap revan masih dengan wajah datar nya.


"Sepertinya kamu orang yang cukup pandai dalam berbicara ya" Ucap penjaga.


"Baiklah aku akan menjawab pertanyaan mu, Aku bukanlah kedua orang yang kau sebutkan tadi"


"Aku memang lah seorang pembunuh bayaran, Tetapi aku tidak sedang dalam misi untuk membunuh siapapun"


"Dan juga, Aku tidak mungkin tergiur dengan harga kepalamu, Karena aku masih memiliki hati nurani terhadap pengguna sihir kegelapan"


"Tunggu, kenapa kau berbicara seolah hanya dirimu seorang yang mengepung diriku"


"Apakah kau masih belum sadar?"


Setelah mendengar perkataan pembunuh bayaran itu revans pun sedikit terkejut, karena pembunuh bayaran itu memecah dirinya menjadi lima bagian.


"Apakah ke empat orang lainnya adalah bayangan mu?"


"Ya benar sekali, Dan aku akan memberi tahu dirimu, apa tujuanku menemui dirimu"


"Disaat sedang mengawasi kota ini, aku merasakan hawa keberadaan seorang pengguna sihir kegelapan, karena itulah aku bergegas mendatangi hawa keberadaan itu dan bertemu dengan dirimu di tempat hawa keberadaan itu"


Revans mengeluarkan ekspresi sedikit terkejut, setelah mendengar perkataan pembunuh itu. karena dia bisa merasakan hawa keberadaan revans yang sudah di sembunyikan oleh revan.


"Lalu, apa tujuan mu mendatangi diriku."

__ADS_1


"Tujuan ku adalah untuk mengajak dirimu bergabung ke organisasi ku"


"Apa untungnya bagi ku untuk bergabung dengan dirimu"


"Itu sih yang ingin ku katakan, Tetapi untuk sekarang aku membutuhkan informasi. Aku bisa saja bergabung dengan organisasi mu, tapi sebelum itu"


"Aku ingin kau memberi tahu diriku apa nama organisasi mu itu dan apa tujuan organisasi mu itu"


"Boleh saja, Nama organisasi nya adalah X-Phantom. arti nama itu adalah kita sebagai pembunuh bayaran yang dapat membunuh target tanpa di ketahui. seperti hantu pembunuh"


"Tujuan diriku membentuk organisasi ini adalah, Untuk mengumpulkan para pengguna elemen kegelapan yang mengalami nasib seperti kita, untuk melakukan penggulingan terhadap pemerintah yang membuat para rakyat nya percaya kalo kita adalah renkarnasi iblis"


"Nama yang lumayan bagus dan tujuan yang sangat mulia, Tetapi."


"Kenapa kau berbicara, Seolah kau tahu tentang diriku"


"Tentu saja aku tau, Kau adalah seorang bocah yang berasal dari desa pinggiran hutan yang hendak di eksekusi di saat kau membangkitkan elemen sihir mu."


"Dan untung nya kau berhasil selamat karena di saat-saat kau membangkitkan keinginan untuk hidup mu, kau juga membangkitkan skill mu, yang mana itu bisa membuat mu selamat"


"Jika kau tau sebanyak itu, Berarti kau melihat diriku di saat hendak di eksekusi"


"Terus, bagaimana bisa kau tahu tentang masa lalu ku"


"Tentang itu, Aku melihat poster buronan mu dengan gambar dirimu sewaktu kecil dan aku mengambil poster itu untuk ku tanyakan informasi tentang dirimu di bar penjual informasi"


"Di sat aku menanyakan informasi tentang dirimu ke seseorang, Orang itu berkata seperti apa yang ku katakan barusan"


"Karena sudah ku jawab, Sekarang waktunya untuk membawa dirimu ke markas kami"


"ka-"


Belum sempat Revans menyelesaikan perkataannya, Dirinya langsung di pindahkan oleh pembunuh itu. Pembunuh itu mengaktifkan shadow hole nya, seluas tiga meter. Karena jarak antara revans dan dia hanyalah tiga meter. Dan memindahkan mereka berdua ke sebuah ruangan bawah tanah dan di dalam ruangan itu terdapat meja bundar yang berisikan delapan kursi. Diantara delapan kursi, Enam kursi sudah di tempati dan yang tersisa hanya dua kursi.


"Baiklah semuanya, Aku kembali dan aku membawa seseorang yang mungkin akan mengisi satu kursi kosong lagi di petinggi organisasi"


"Owh iya-ya, Aku belum memperkenalkan diriku kepadamu. karena sudah di sini sekalian saja aku memperkenalkan anggota yang lain nya"

__ADS_1


"Nama ku adalah, Meginhard."


"Dan perempuan yang ada di samping kiri ku adalah, Julian. Perempuan di samping kirinya, Sabine. Lelaki di samping kirinya, Berthar. Lelaki di samping kirinya, Richard. Lelaki di samping kirinya, euric dan yang terakhir adalah Drustan."


"kami baru memiliki tujuh anggota. dua perempuan dan lima laki-laki. Jika kau memutuskan untuk bergabung maka laki-laki nya menjadi enam orang"


"Sepertinya, aku akan memutuskan untuk bergabung ke organisasi ini, karena aku sangat membutuhkan informasi"


"Baiklah, selamat berga-"


Belum selesai Meginhard berbicara, ada sebuah kursi yang melintas di hadapan nya. Dan orang yang melemparkan kursi itu adalah Drustan.


"Tunggu dulu Meginhard, kenapa kau tiba-tiba datang membawa seseorang bocah yang masih berumur sekitaran tiga belas tahun" Ucap Drustan dengan nada yang kasar.


"Aku juga setuju dengan apa yang di katakan oleh orang pemarah itu" Ucap Euric, dengan mata sipit nya seperti Meginhard, dengan nada yang cukup kasar.


"Kalian berdua, berhenti lah berbicara" Ucap Richard dengan nada membentak.


"Meginhard, apakah kau memiliki alasan kenapa kau membawa anak ini kemari?" Ucap Berthar dengan nada yang santai dan muka yang datar.


"Apa yang di katakan oleh Berthar benar. Apa yang membuat mu berfikir untuk membawa nya kemari, Apalagi kau memperkenalkan diriku ke dirinya, Yang mana bisa saja dia dapat membuat kita berada dalam masalah nantinya" Ucap Sabine dengan nada tidak senang.


"Aku sih tidak masalah, berkenalan dengan nya. lagian juga sepertinya aku seumuran dengan nya" Ucap Juliana dengan sikap polos nya.


"Baiklah, berhenti-henti. Aku akan menjawab pertanyaan kalian itu" Ucap Meginhard.


"Yang membuat ku berfikir untuk membawanya ke organisasi kita adalah, karena di sangat kuat"


"Sangat kuat kau bilang?, bagaimana kalo aku menjadi penguji nya" Ucap Drustan dengan nada yang arogan.


"Boleh saja" Ucap Meginhard.


Drustan yang mendengar perkataan Meginhard pun tersenyum nyengir dan berpindah dari tempat duduk nya ke depan revans sembari menodongkan pisau nya ke depan mata revans.


Revans yang mengetahui itu sudah bersiap, dengan mengaktifkan pedang bayangan nya. dan menodongkan nya ke leher Drustan.


"Dengan ini, Apakah kau sudah puas?" Ucap revans dengan wajah datar nya.

__ADS_1


To Be Continued.


__ADS_2