
MARIE BERADA DI DALAM KURUNGAN BUDAK.
"Ti-ti-tidakkkkk" Teriak count.
"Selamat tinggal" Ucap revans dan tubuh count itu pun terbelah menjadi tiga bagian.
Setelah selesai menyelesaikan misi nya, revans pun mulai meng non-aktif kan penghalang nya dan berpindah ke pohon tadi.
"Misi selesai" Ucap revans memberi tahukan bahwa misi nya sudah selesai ke Euric.
"Untuk misi pertama mu, ini lumayan capat." Ucap Euric dengan wajah yang selalu tersenyum dan mata yang selalu tertutup, seperti Meginhard.
"Sekarang kita hanya perlu melaporkan nya, ke Berthar"
Mereka berdua pun langsung berpindah ke markas untuk memberitahukan Berthar, bahwa misi nya sudah selesai.
”Berthar misinya sudah selesai loh, terlebih lagi revans melakukan nya sendirian" Ucap euric.
"Bagus. Karena sudah selesai kalian boleh pulang, dan tinggal menunggu hari esok agar berita nya tersebar" Sahut Berthar.
"Tetapi sebelum itu, apa kalian sudah mengambil bayaran dari pelanggan"
"Bayaran?" Ucap revans
"Ah, aku lupa dengan hal itu. karena pelanggan nya adalah warga kota jadi aku berasumsi bahwa pelanggan kita tidak memiliki banyak uang. Jadi aku mengambil harta milik count itu saja" Euric pun mengeluarkan semua harta yang dia ambil dari bayangan nya.
"Baguslah, kalo begitu kalian boleh pergi"
Revans pun langsung berpindah dengan shadow hole nya, Tetapi euric masih berada di markas.
"Euric, menurut mu bagaimana tentang dirinya?" Ucap Berthar.
"Menurut ku dia bisa di gunakan" sahut Euric.
"Begitu ya"
Revans yang muncul di rumah pohon nya melihat sekeliling rumah, tetapi dia tidak menemukan marie.
"hm, Aneh sekali. Aku tidak merasakan keberadaan sama sekali, walaupun dia sudah kehilangan begitu banyak mana aku masih bisa merasakan energi nya."
"Coba ku cari dia dengan pendeteksi ku"
[DARK MAGIC:
__ADS_1
Revans pun mulai menutup mata nya, dan mulai fokus untuk mendeteksi keberadaan marie dari mana dan energi nya.
Setelah mencari selama beberapa menit, revans tetap tidak menemukan marie.
"Kemana dia ya?"
"Aku sudah mendeteksi sejauh yg ku bisa, tetapi aku tidak menemukan nya"
Revans pun berfikir sejenak, kemana perginya marie. Di saat revans sedang berfikir, dia merasakan ada segerombolan manusia dan hawa keberadaan yang tidak asing bagi dia.
Revans pun mendekati keberadaan itu dan Melihat dari atas pohon.
"Hmm, Apa itu, Apakah itu segerombol pedagang budak" Ucap revans sembari melihat mereka dari atas pohon, lalu tiba-tiba saja dia merasakan hawa keberadaan yang tidak asing tadi.
"Tunggu, hawa keberadaan ini sangat mirip dengan marie, di mana dia" Revans pun mulai memperpanjang penglihatan, untuk melihat tempat hawa keberadaan itu, dan hasilnya dia menemukan marie. Tetapi tiba-tiba saja dia mengeluarkan ekspresi marah dan mengeluarkan aura membunuh yang begitu pekat sehingga membuat dirinya terlihat oleh para pedagang budak itu.
"Aura siapa ini" Ucap pedang budak.
"Lihat di atas pohon itu, aura nya berasal dari situ" Ucap pedang budak yang lain sembari menunjukkan tangan nya ke arah revans.
"Aura ini, Tunggu, apakah ini revans" Ucap Marie dengan ekspresi kaget nya.
Revans pun turun ke bawah pohon sembari meningkatkan aura membunuh nya.
"Apa yang kau katakan, Memangnya kau berhak menanya-" Belum sempat Pedan budak yang lain menyelesaikan perkataannya, tanpa dia sadari dia melihat tangan kiri nya terpenggal.
"Akhhhh, tangan ku" teriak penuh kesakitan.
"Jika aku bertanya, maka kalian harus menjawab nya dengan jawaban. bukan menjawabnya dengan pertanyaan" Ucap Revans masih dengan nada dan ekspresi yang penuh dengan amarah dan intimidasi.
"WOIII KALIAN, JANGAN BENGONG SAJA CEPAT HAJAR ANAK IN-ni" dia berteriak ke teman nya yang lain, namun tiba-tiba ekspresi nya berubah menjadi kaget, karena melihat teman-teman nya sudah terpotong-potong menjadi beberapa bagian.
"APA YANG KAU LAKUKAN TERHADAP TEMAN-TEMAN KU" Teriak orang itu ke revans.
"Aku tidak perlu menjawab hal itu, karena kamu juga akan menjadi seperti itu" Ucap revans
Mendengar itupun, sang pedagang budak tadi merengek ketakutan sambil memohon ampun ke revans.
"Ku-kumohon ampuni aku, aku tidak tau apa yang membuat mu marah, tetapi kumohon ampunilah diriku" Ucap orang itu sembari merengek menangis.
Revans yang melihat itupun mulai menghentikan aura nya dan mulai mengubah ekspresi nya menjadi datar. Revans pun mendekati orang itu dan mendekat kan muka nya ke hadapan orang itu sembari berkata.
"Aku akan bertanya sekali lagi, siapa orang yang berani memasukan orang yang ada di kurungan itu ke dalam kurungan itu"
__ADS_1
"Ooo-orang nya sudah kau bunuh itu" Sembari menunjuk mayat temannya yang sudah menjadi potongan.
"Begitu ya, Dan kenapa kalian menangkap dia"
"Ka-karena dia adalah roh hutan yang sudah kehilangan kekuatan nya, juga karena dia memiliki tubuh yang bagus dan wajah yang cantik, jadi kami memutuskan untuk menangkap nya agar bisa kami jual ke para bangsawan di kota"
"Tunggu, kau bilang dia kehilangan kekuatan nya, kau tau dari mana soal itu" Tatapan revans berubah menjadi sinis mengarah ke orang itu.
"Soal itu-" tubuh orang itu tiba-tiba saja meledak, dan muncul seseorang dari bayangan mayat orang itu.
"Baik, sudah cukup. Selamat kau lulus tes nya"
Revans kaget melihat orang yang meledakan pedang buda tadi dan muncul dari bayangan mayat-mayat adalah orang yang dia kenal.
"Me-meginhard?" Ucap revans dengan ekspresi kaget.
"Iya itu aku loh" Masih dengan Ekspresi yang selalu senyum dan mata yang sangat sipit.
"Apa yang kau lakukan disini, terlebih lagi kau bilang aku lulu tes, apa maksud ini semua"
"Maksud dari ini semua adalah, Kau sedang di uji, Apakah kau masih pantas untuk menjadi pembunuh dengan cara mengetes apakah kau masih memiliki simpati ke manusia"
"Untuk apa kau melakukan ini, Aku dari dulu sudah membenci manusia, jadi untuk apa aku bersimpati ke pada manusia"
"Terlepas dari itu, kenapa kau melibatkan marie dan biar ku tebak, pasti kau lah yang memberikan informasi kepada pedagang budak itu tentang kondisi marie."
"Benar sekali, Aku melibatkan nya agar bisa mengetahui, apakah dia bisa berguna di masa depan"
"Re-revans, Siapa dia, apakah dia teman mu" Ucap marie.
"Bukan, dia hanya kenalan baru ku"
"Benar sekali, hubungan kami tidak sampai bisa di sebut teman"
"Meginhard, Kau berkata apakah marie bisa berguna di masa depan, memangnya untuk apa?"
"Haruskah aku memberitahu mu" Ucap Meginhard dengan muka selalu senyum nya dan dia mulau mengeluarkan aura nya untuk mengintimidasi revans.
Revans yang merasakan itupun, juga mulau mengeluarkan aura nya.
"Jadi kau sedang merencanakan sesuatu terhadap marie ya?" Ucap revans dengan nada intimidasi.
"Kalo begitu, haruskah kita ulang pertemuan pertama kita?" Ucap revans sembari mengeluarkan aura yang lebih besar untuk mengintimidasi Meginhard.
__ADS_1
To Be Continued.