Dimensional Breaker (REVISI)

Dimensional Breaker (REVISI)
CHAPTER 7


__ADS_3

DI SERET KE DIMENSI YANG BERBEDA, DI SAAT SEDANG BERPIKNIK


Waktu kembali ke masa sekarang*


Di pagi hari yang cerah, revans sedang terbangun dari tidur nya dan melihat marie yang sedang memakai baju gaun putih dan menyiapkan makanan, seperti ingin pergi berpiknik.


di saat revans sedang menatap kebingungan ke arah marie. marie yang merasakan tatapan dari revans pun menoleh ke revans dan mulai menghampiri revans. marie yang sudah di depan revans pun mengacak pinggang nya sambil memasang wajah cemberut dan mulai mengatakan.


"Hei... kenapa kau berdiam duduk di atas kasur saja dari tadi" ucap marie


"seharusnya kamu harus bersiap-siap setelah bangun dari tidur mu, untuk pergi berpiknik"


"piknik?" ucap revans


marie yang mendengar itupun memasang wajah kesal dan mulai berkata.


"jangan bilang kau sudah lupa, apa yang kita omongkan tadi malam" ucap marie


"memangnya tadi malam kita ngomongin apa?"ucap revans


mendengar jawaban dari revans, marie pun semakin kesal dan mulai berkata dengan nada yang lumayan keras.


"BUKANYA TADI MALAM KITA NGOMONGIN UNTUK MENGISTIRAHATKAN DIRIMU DARI PELATIHAN, DENGAN PERGI BERPIKNIK" Ucap Marie.


Revans yang mendengar itupun memasang wajah datar dan mulai mengingat perbincangan tadi malam.


perbincangan tadi malam*


"Revans" ucap marie


marie memanggil revans dengan nada yang lembut. revans yang mendengar itupun menyahut dengan mengucapkan.


"hmmm?" ucap revans, dengan ekspresi datar


"besok kan akhir pekan, bagaimana kalau kita pergi berpiknik besok" ucap marie


"besok kan kamu sedang istirahat dari pelatihan mu"


"Untuk mengistirahatkan dirimu, pemandangan yang indah akan sangat bagus untuk meng rileks kan pikiran mu"


"Juga tempat yang sejuk dan nyaman sangat baik untuk mengistirahatkan tubuhmu"


"Jika demikian, maka baiklah" ucap revans

__ADS_1


selesai mengingat kejadian tadi malam, revans pun berkata.


"owh iya, tadi malam kamu mengajak ku untuk pergi ke suatu tempat yang memiliki pemandangan yang indah serta angin yang sejuk" ucap revans


marie yang mendengar perkataan revans pun menghela napas lega, dan mengatakan.


"huuft~, syukurlah kamu masih mengingat nya, jika kamu bener-bener tidak mengingat nya maka aku akan langsung menyeret mu ke tempat yang akan kita tuju tanpa harus membuat mu bersiap siap dahulu" ucap marie


revans yang mendengar itupun memasang wajah datar, namun di balik wajah datar nya itu pikiran revans sedang panik karena membayangkan dirinya yang akan diseret oleh marie karena membuat nya marah.


walaupun revans terlihat seperti orang cool yang tidak banyak bicara, sebenarnya revans memiliki sifat seperti kebanyakan orang lainnya, dia bersikap seperti itu kepada marie karena marie adalah perempuan. mengingat pengalaman dirinya dengan perempuan selama di bumi, dia paling banyak berbicara dengan lawan jenis nya hanya pada saat, di tanyain tugas, di suruh piket karena sudah giliran dia piket, kerja kelompok, dan saat dia di tagih uang kas kelas oleh bendahara kelas yang berlawanan jenis.


"baiklah aku akan siap-siap dulu"


selesai bersiap-siap, revans hanya memakai baju dalaman putih dan celana panjang hitam, serta jaket hitam yang terbuat dari kulit demon bear.


"aku sudah siap, sekarang kemana kita akan menuju" ucap revans


"kita akan menuju ke danau yang memiliki pemandangan indah di selatan hutan yang dekat dengan pantai" ucap marie


"baiklah mendekat lah ke diriku, aku akan men teleportasi kita ke bayangan yang dekat dengan dengan danau terseb-"


belum selesai revans menyelesaikan perkataannya. tiba-tiba saja dia sudah sampai di tempat yang ingin dia tuju.


"Aku membuat tubuh kita menjadi partikel-partikel kecil, dan membuat kecepatan kita menyamai kecepatan cahaya untuk mencapai lokasi yang sudah ku tandai"


"sehingga seperti teleportasi instan"


"sebenarnya aku bisa saja membuat kita bergerak ke danau tersebut dengan kecepatan cahaya, tanpa merubah tubuh kita menjadi partikel-partikel kecil"


"namun hal itu dapat menggangu perjalanan kita, karena setiap hal yang memiliki massa jika bergerak dengan kecepatan menyamai kecepatan cahaya, maka akan menimbulkan gelombang energi yang sangat besar"


"hal itu dapat menghancurkan area sekitarnya, bahkan berpotensi menghancurkan pulau besar ini"


"Lagian juga kan, hari ini kamu harus mengurangi penggunaan kekuatan mu karena hari ini hari istirahat mu."


"Aku Hampir Lupa, Kalau orang yang mengajarkan ku sihir serta pengendalian mana dan energi, adalah dia". ucap revans


Disaat Revans sedang sibuk berkata di dalam hati, marie sedang mencari tempat yang nyaman dan menemukan pohon besar di dekat danau.


"Baiklah saat nya menyiapkan alas untuk duduk dan makanannya". ucap marie


setelah selesai menyiapkan tempat untuk duduk dan makanannya, revans dan marie pun mulau duduk dan memakan makanan yang ada di atas alas yang mereka duduki.

__ADS_1


selesai menghabiskan makanan sambil menikmati pemandangan dan angin sejuk, marie pun menarik bahu revans dan membuat revans tiduran di pangkuan paha nya.


revans yang tiba-tiba di tarik oleh marie untuk tidur di pangkuan nya pun mulai panik. namun si revans mencoba untuk tidak panik dengan bersikap seperti biasanya terhadap marie.


revans yang mulai merasa nyaman dengan pangkuan nya pun mulai menikmati situasi ini sambil menikmati pemandangan danau yang sunyi dan hembusan angin yang sejuk.


selang beberapa waktu, marie pun mulai mengatakan sesuatu yang membuat revans terkejut.


"Pasti kamu bertanya-tanya, kenapa tiba-tiba saja aku mengajak mu berpiknik" ucap marie


"Yah itu sih membuat ku penasaran dan tertarik untuk mengetahui kenapa kamu tiba-tiba saja mengajak ku untuk pergi berpiknik" ucap revans


"Tetapi, yang lebih membuatku penasaran adalah, kenapa tadi malam di saat aku mengatakan bahwa aku bertemu dengan Velnigha dirimu tiba-tiba saja bersikap aneh"


mendengar itupun marie pun mulau mengeluarkan ekspresi pucat dan mulai menceritakan tentang dirinya dan Velnigha.


"Mau bagaimana lagi, aku akan menceritakan tentang diriku dan Velnigha" ucap marie


"20 tahun yang lalu, pada saat para manusia mengalami kekacauan besar akibat bangkit nya raja iblis baru, Velnigha pada saat itu sedang dalam masa penaklukan nya"


"Dia menghampiri hutan ini, untuk dia taklukkan. kami para roh suci pun bersatu untuk melawan dia namun kami kalah telak, saudari-saudari ku pun banyak yang mati dan di ambil inti jiwanya oleh velnigha"


"bahkan aku yang sedang dalam kondisi 100% pun tidak dapat menandingi nya, ledakan penggabungan sihir ku yang dapat meng hancur lebur kan pulau besar pun tidak berpengaruh terhadap nya"


"disaat inti jiwa ku diserap oleh kekuatan Velnigha yang tidak ku ketahui sebesar lima pulu persen, aku bergegas membuat diriku menjadi partikel-partikel kecil, dan menyatu dengan alam untuk memulihkan diriku"


"namun hal itu tidak berhasil karena kekuatan penuh ku sekarang ini hanya sampai lima puluh persen, dimensi illution jungle ku pun ikut di ambil oleh dirinya"


"di saat aku mendengar nama Velnigha, itu mengingatkan ku kepada apa yang terjadi 20 tahun yang lalu"


"jadi begitu ya, bagaimana jika aku akan membunuh velnigha itu dan akan mengembalikan setengah inti jiwa mu, dan memecah inti jiwanya yang menyerap inti jiwa-inti jiwa saudari-saudari mu" ucap revans


Marie yang mendengar itupun mulai tersenyum dan berkata.


"Dasar bodoh, untuk melakukan itu kau harus banyakin latihan mu-" ucap marie


belum selesai berbicara tiba-tiba saja mereka berdua terseret ke dimensi yang serba putih lagi, bedanya di dimensi tersebut banyak proyektor melayang yang memiliki bentuk mirip seperti pecahan kaca dan titik titik cahaya warna warni yang mengkilap sedang melayang layang.


di saat mereka sedang dalam keadaan bingung. tiba-tiba saja ada seekor naga hitam besar yang memperkenalkan dirinya sebagai Velnigha.


"SELAMAT BERJUMPA LAGI MAHKLUK RENDAHAN, KAU BERSYUKUR WAKTU ITU AKU MELEPASKAN MU KARENA ADA URUSAN MENDADAK, DAN SELAMAT BERJUMPA KEMBALI SETENGAH INTI JIWA DARI PENGIKUT DEWI MARIA, YAITU PEMIMPIN PARA ROH SUCI MARIE"


To Be Continued

__ADS_1


__ADS_2