
yuraaaaa... !!!Hanna berteriak dari balik kamar yura.
"banguuun ini sudah jam 7 pagi .. kamu ga ke rumah sakit ..??" hanna masih berteriak teriak di luar kamar yura.
"iya iyaaa aku bangun.." yura menjawab sambil melirik jam meja di di atas nakas kamarnya.
:ufh..sudah jam 7 untung tdk ada jadwal operasi hari ini. hanya kunjungan pasien saja." yura bergumam sendiri. yura keluar kamarnya melihat hanna sibuk di dapur membuat sarapan untuk mereka berdua.
"hanna.. panggil yura , jam berapa kamu ke caffe nanti? aku nanti mampir ya. sudah lam tdk ngopi ngopi cantik.." bilang yura sambil mengambil makanan yg hanna buat.
"heeiii... cuci dulu itu muka baru makan. heran dokter kog jorok begitu.." hanna mecibir sambil melotot ke arah yura. sedangkn yura dengan cueknya memakan makanan yg di buat hanna.
"iya hanna cantiiiikk manissss kaya gula di kerubuti semut.. tapi aku laparr td malam tdk sempat makan karena habis operasi aku langsung pulang dan tertidur . capeek sekali td malam.. "yura malah curhat sama hanna
"emang operasi apa semalam sampai kelelahan begitu." tanya hanna sambil menyendokkan nasi goreng ke piringnya sendiri.
yura hanya tersenyum kecut menjawab pertanyaan hanna..
"kaynya kmu harus ambil cuti ra." kuliat beberapa bulan ini kamu terlalu sibuk selalu pulang malam bahkan pagi.. biar kmu seorang dokter tapi jug harus jaga kesehatan dan kondisi tubuh ra, dokter juga manusia ra bukan robot " ucap hanna panjng kali lebar menasehati yura.
"iya kali ya aku harus cuti. tapi liburan kemana ya.? tnya yura pada hanna.
aku kan ga punya sodara teman juga cuma kamu doang han.. huhh jawab yura smbil menarik nafas panjang
"kamu ga ingin ke itali bertemu ayahmu"hanna bertanya hati hati dan pelan.takut akan menyinggung perasaan yura. karna setau hanna yura sangat tidak suka jika ada yg menyebut ayahnya di depannya.
Yura hanya diam mendengar pertanyaan hanna. tdk ingin sedikit pun menjawab.
"sorry ra bukannya aku mengingatkan tentang ayahmu padamu tapi walau bagaimna pun dia tetap ayahmu.. darahnya mengalir di tubuhmu, tdk ada bekas atau mantan ayah di dunia ini."kata hanna sambil menatap yura dalam dalam.
"betul han apa yg kamu katakan, tapi masih segar dalam ingatanku bagaimna dia membuangku ke sini , bagaimana dia tdk menganggapku ada semenjak ibu meninggal. sakit han. bahkan lebih sakit dari putus cinta." hehee yura terkekeh sendiri
"mungkin ayhmu punya alasan tersendiri ra, kenapa dia melakukan itu"
__ADS_1
"mungkin juga sih itu yang perlu di tanyakan" kata yura pelan
bagaimana bisa bertanya jika ga mau ketemu ra..hehehee hanna tertawa pelan
"tanyakan saja pada rumput yang bergoyang han "jawab yura dengan santai
"hahh.. kmu ini klo diajak serius pasti ngebanyol.." hanna berkata dengan nada jengkel.
"jangan ngomel ntar cepat tua , ga ada cowok yang mau nantinya han"
"masa sih ??! ah ga mungkin , buktinya andre tergila gila padaku "jawab hanna dengan nad bngga smbil mengedip ngedipkan matanya.
andre itu bukan tergila gila padmu han.. tapi memang sudah gila ngejar cewek kaya kamu." hahahaaa yura tertawa keras sambil berlari ke kamarnya karna yura tdk mau menjadi sararan lembaran sendok hanna.
Dalam kamar yura melirik ke handphone nya memeriksa whatsapp grup dan memblas beberapa chat yang dari tadi malam tidak sempat dia balas karena kelelahan sepulang dari rumah sakit.
"Hmm.. tidak ada yang penting lebih baik aku mandi saja dulu" gumam yura
"berangkat sekarang ra" sapa hanna yang baru keluar dri kamarnya.
"belum sebentar lagi"
"jamm brapa kmu ke caffe? aku mau mampir nanti"ucap yura
" mungkin siang menjelang sore, aku akan ke kantor papah dulu jm 10 " jelas hanna
"tumben ke kantor papahmu , biasanya pling males klo kesana , kecuali klo andre yang minta?" tnya yura sedikit heran memandang hanna dengan wajah penuh selidik.
"jangan mikir aneh aneh deh, tadi malm papah telp aku. dia bilang kalo patner kerja dia sekarang orang itali dan ternyata orang itu adalah tetangga kami waktu di itali dulu waktu papah masih kuliah di itali.. dan aku waktu itu berumur 5 atau 6 tahun." jelas hanna
"oh gitu"
"ya udah klo kmu ke caffe telp aku biar ku ke sana juga, suntuk di rumah sakit terus. lumayan lah biar bisa liat yng seger di caffemu" kata yura sambil senyum senyum
__ADS_1
" segerrt buah kali segerrr.."
"bukan buah tapi es cendol"
"es teler juga seger ra"
"es campur aja han.. enk tuh cuaca panas kaya gini" yura berkata sambil menjilat bibirnya
"ah sudah sana pergi, bicara sama kamu ra ga ada habisnya capeee ra " usir hanna
"eh ra kmu bawa mobil " tanya hanna lagi
" ga, naik ojol aja, lagi males nyetir pengen santai dikit" jawab yura
" makanya cari pacar biar ada yang antar jemput"
"pengeen sih tp ga ada yang cocok di hati. ibarat bakso tu rasanya kurang pas di lidah cuma kenyng di perut doang"
terserah lo deeeh, capcay gue"
"hehehee.... daaah hanna sampai jumpa ntar sore dicafe" ucap yura sambil berlalu menutup pimtu apartemen mereka..
yura menuju lift untuk turun ke lobby apartemen dari lntai 9 dimana unit dia berada.
belum sampai ke lobby pintu lift di lntai 7 terbuka.masuk lah 2 org pria yang menurut yura bukan org indonesia karn dri bahasa mereka menggunakan bahasa itali karn yura sangat mengerti bahasa itali. tapi bukan itu yg menjadi perhtian yura. wajh salah satu pria tersebut sepertinya sangat familiar bgi yura tapi yura lupa dimana dia mengenal lki lki tersebut.
ting.. pintu lift terbuka yg berarti mereka sdh sampai di lobby.
yura menhubungi ojek online yg dia pesan mengatakn bhwa dia sdh ada di lobby apartemennya. Salah satu dri dua oramg pria tersebut menatap intens yura. sambil sekali kali tersenyum. teman pria yersebut pun bertanya.. "ada apa tuan??
She is yura.. dia menjawab sambil tersenyum.
.
__ADS_1