DOKTER MAFIA

DOKTER MAFIA
DALAM MOBIL


__ADS_3

"yuraaa..." teriak hanna di seberang telpon


"iyaa hanaaaaaa"


"jadi ke cafe ku kan"


"tentulah.. tunggu aja di sana siapkan kopi yang paling nikmat dan enak" seringai yura


"oke dokter yuraaa" ucap hana sambil menutup telp.


yura melihat jam tangan mungilnya di lengan sebelah kanan..


"ups .. sudah sore sekali sebaiknya aku bergegas, "gumam yura lirih


yura melngkah ringan keluar dari ruangan, menuju lift untuk turun ke lobby rumah sakit.


melewati tempat para perawat jaga terlihat sepi.


"hmm.. mungkin gendis sudah pulang" ucap yura pelan.


tiing..


pintu lift terbuka , dengan cepat yura masuk ke dalam lift. begitu pintu lift terbuka di lobby rumah sakit, yura cepat melngkah keluar lift menuju teras rumah sakit smbil memainkan hpnya untuk memesan ojol menuju cafe hana . karna yura tidak membawa mobil hari ini.

__ADS_1


"yura.." tiba tiba alex menyentuh bahu yur dengan pelan


"kauuu.." ucap yura bingung , "kenpa anda masih di sini??"" tanya yura masih dengan ekspresi datar .


"aku menunggumu, bukankah sudah kukatakan tadi waktu di ruanganmu," ucap alex menjelaskan


"iya..tapiii...."


"sudah lah ayo kita pergi.. " alex menarik tangan yura lembut. beberapa pasang mata menatap mereka, ada yang memandang kagum ada yang memndang iri. ada juga denga pandangan yang bertanya tanya..


alex membawa yura ke pelataran parkir rumah sakit. Mobil sedan hitam berhenti di depan mereka. yondo keluar dari mobil langsung membukan pintu belakang mobil


"silahkan tuan, nona.."


"terimakasih yondo" ucap yura sambil tersenyum


"huhh.. pemarah sekali" yura memoncongkan bibirnya sewot. sambil masuk ke dalm mobil di iringi alex. yondo duduk di depan di samping supir .


alex menarik bibirnya ke atas tanda dia terseyum tipis, sambil melirik sekilas yura yang duduk di samping kanannya.


yura hanya memandang keluar jendela sambil menikmati kota jakarta dengan kemacetannya di sore hari. tiba tiba lagu airplane2 nya BTS terdengar nyaring di handphone yura, tanda ada panggilan telpon masuk. yura mencari hndphone nya di dalam tas kerjanya.. sambil menatap hndphone dan menggeser tanda hijau di handphone.


"yuraaaaa....!!"

__ADS_1


belum sempat yura berkat hallo menjawab telponnya suara nyaring dan berisik di seberang sana sudah duluan terdengar.


"iya hana.., kecilkan suaramu aku tidak tuli tau"


"heheheee..."hana terkekeh mendengar yura


"iya maaf" lanjut hana. "kenapa lama sekali,??. ini sudah petang aku menunggu mu sampai lumutan tau" suara hana sewot di seberang sana.


"aku sedang di culik..."


"apaaa.. siapa yng meculikmu, ga rugi apa dia menculikmu, hahahahaa "hana tertawa geli


"aku serius hanaaa....." sambil melirik alex yg menatap tajam dirinya.


"siapa yang menculikmu..??" tanya hana penasaran "kamu ga bohong kan.., ?? " sambung hana lagi


" aku juga ga tau siapa yang menculik aku.." yura berkata dengan nad sedih yang di buat buat.."tolong aku hana.. " lirih suara yura meyakinkn hana.


sementara alex menatap yura sudah seperti ingin mencekik yura saja. menatap tajam tatapan seperti seorang yang ingin memakan manusia. yura melirik takut takut.


"sudah dulu ya hana.. penculiknya lagi PMS kayanya mau makan orng..hihihii " yura tertawa kecikikikan pelan sambil menutup telpn dari hana.


"heii.. kenpa kau bilang di culik.." sengit alex

__ADS_1


"kan benar saya di culik..!!" tak kalah sengit yura bekata


alex menatap tajam.. yura balik menatap lama bertatap tatapan endah siapa memulai tiba tiba bibir mereka sudah saling bersentuhan..


__ADS_2