
"syukurlah akhirnya berhasil juga operasinya" ucap yura perlahan sambil melap keringat yg membanjiri kering dan seputar wajahnya.
"langsung ra"tanya dokter andra
""jam brap ini" bukannya menjawab pertanyaan dokter andra ,yura malah bertanya balik .
"ini sudah Jam empat sore non yuraaa"
"hahh , serius kamu.??!! uvap yura panik
"kamu kenapa sih ra?!! " dokter andra bertnya heran..
"aduuuh mati aku,, matiii.. " ucap yura smbil berlari panik meninggalkan andra yg kebingungan melihat tingkah yura.
"kenapa sih tu anak kesambet setan hospital mungkin ya??" dokter andra bergumam sendiri sambil berjalan menuju ruangannya untuk betistirahat.
ting..
pintu lift lantai 3 terbuka, yura dengan cepat setengah berlari menuju ruangannya.
" dokter yura..!!" seorang perawat memanggilnya
"ya suster"
"maaf, tadi ada yang mencari dokter yura, dua orang lelaki" jelas perawat tersebut
"lalu kemana mereka?"
"ke ruangan dokter karin dok."
"baik, terimakasih suster ."
yura kembali melngkah menuju lift untuk naik ke lantai 5 ke ruangan dokter karin sambil berharap masih bisa bertemu dengn pemilik rumah sakit.
"mudah mudahn mereka tidak marah karena harus menunggu lama. tapi kog pemuda berarti masih muda dong.. ku pikir bapak bapk botak gendut dan tua pemilik rumah skit ini"
yura beerpikiran sendiri sambil senyum senyum..
ting..
pintu lift yang di tunggu yura terbuka , dengan cepat yura masuk dan menekan angka 5 ,dimana rungn dokter karin direktur rumah sakit ini berada.
ting...
lift sdh sampai di lantai 5, dengan cepat yura melangkah setengah berlari menuju rungan dokter karin
"suster" yura memnggil suster jaga di lantai 5
"apa tamu dokter karin masih ada" lanjut yura bertanya
"iya dok, masih ada dan menunggu dokter yura" jawab suster perawat.
"Makasih ya sus"
"sama sama dokter"
__ADS_1
yura melangkah menuju ruangan dokter karin, tepat di depan pintu ruangan yura mengatur napas yang sempat tersengal karena berlari kecil.
tok..tok..tok..
yura mengetuk pintu ruangan dokter karin
"masuk..!" terdengar suara dari dalm ruangan.
cekleek.. yura membuka pintu ruangan dokter karin..
"selamat sore dok.. " sapa yura
"sore yura.. silahkn masuk" ucap dokter karin
"iya dok.."
yura berjalan mendekat, tanpa yura sadari ada sepasang mata tajm yg memndang dirinya tanpa berkedip.
"dokter yura.. ini kenalkan Tuan Alexander moreno pemilik rumah skit hospital internasional" dokter karin memgenalkan alex.
"selamat sore tuan.. saya dokter yura pratama."yura mengenalkan dirinya, walaupun sebenarnya alex sudah mengenalnya.
"maaf kan saya tuan , karen operasi mendadak tuan jadi menunggu lama" lanjut yura.
alex hanya diam memandng yura, membuat yura semkin bersalah ..
" dokter karin, " ucap alex tiba tiba sambil berdiri
"saya ingin berbicara empat mata dan pribadi bersama dokter yura." lanjutnya "bisa saya ke ruangan dokter yura ."
"silahkan tuan alex" ucap dokter karin sambil menatap yura, dan yura pun menatap dokter karin bingung.
ting...
pintu lift terbuka yura dan alex masuk ke dlam lift dengan cepat yura menekan ngka tiga. lift yang seperti berjalan turun seperti biasa di rasa sangat lambat oleh yura... smbil melirik ke samping kanannya dimana alex berdiri ..
"bukankah ini pria tadi pagi yang bertemu aku dalam lift di apartemen.. " ingat yura "iya betul ini orangnya.. jadi aku satu apartemen dengan pria ini. tapi apa betul dia pemilik rumah sakit.. masih muda dan tampan.. kog aku kaya pernah ingat wajahnya ya, tapi dimana.."
"dokter yura.. hallooo dokter yuraa " alex menyentuh lengn yura yng sedang melamun..
setengh kaget yura tersadar
"eh.iya tuan"
"kita sudah di lantai 3, ga mau keluar dari lift" ucap alex sambil terenyum.
"oohh " jawab yura seperti orang linglung masih belum tersadar.
yura melangkah ke luar lift menuju rungannya di ikuti oleh alex..
Gendis yang sedang berjaga menatap mereka penuh tanda tanya pada dokter yura..
Yura balik menatap smbil terus melangkah, mungkin mereka bisa bertelepati
"apa dia pemilik rumah sakit" suara hati gendis
__ADS_1
"iya , tampan dan sexy kan" jawab suara hati yura
mereka berdua pun kecikikikan sendiri.. alex bingung tib tib yura tertawa pelan sendiri
"are you oke yura" tanya alex sedikit heran
"yes..im okey"
"silahkan masuk tuan.."yura mempersilahkn alex masuk ke ruangan.
yura menutup pintu ruangannya dan berjalan menuju kursi di balik meja kerjanya.. tiba tiba lex menarik tngan yura.. dan langsung memeluk yura. yura berteriak kaget "hei apa yang anda lakukan tuan"
"me manchi yura" ucap alex dalam bahasa itali.
"tu chi sei" tanya yura
"kamu lupa siapa saya, aku adalah pria yng kamu tolong sembilan tahun lalu di itali. " alex mengingatkan yura dan tidak melepaskan pelukannya. entah kenpa yura juga tidak meNolak lagi di dalam pelukan alex.
"kenapa kmu menghilang yura.. sembilan thun aku mencarimu setelah malam itu " lanjut alex..
yura hanya terdiam mendengar penjelasan alex . sebenarnya sih yura keenakan di peluk alex hihihiii...
tiba tib tngan alex meangkat dagu yura , mata mereka saling berpandangan wajah mereka begitu dekat..
"aduuuh ni jntung kenapa berdetak cepat ya.. jangan jangan jantungan.. aduh jangan serngan jntung sekarang dooong " pikir yura dalam hati
alex terus menatap wajah yura yang dia rindukan selama sembilam thun .
perlahan tapi pasti bibi alex mencium lembut bibir yura.. yura hnya diam dan sedikit kaget.. sedikit lo ya sedikit...
merasa yura tidak ada penolakan alex kembali mencium bibir yura dengan lembut dan mel***tnya.. yura sedikit membalas dengan meng****p bibir alex.. saling me****t dan saling meng****p bibir seperti sepasang kekasih yang saling merindukan..
yura tersadar, dan mendorong tubuh alex..
"stop it" ucap yura smbil mengtur napasnya..
"kenapa berhenti yura.. akukn masih merindukn mu." ucap alex meraju.
" ini rumah sakit "
" jadi kalo di apartemen boleh dong" kata alex mengedipkan sebelah matanya dengan genit menggoda yura.
yura hnya memutar bola matanya dengan jengah..
"jam brapa kmu pulang " tanya alex
" sebentar lagi , tapi aku sudah ada janji dengn sahabatku untuk ke cafenya, jadi mungkin malam aku baru ke apartemen"
"kita pergi sama sama, ku liat kmu ga bawa mobil tadi"
"hmmm " yura menjawab sambil berpikir..
"sudah jangan kebanyakn mikir" tegas alex
"mulai sekarang kamu tidak akan aku lepaskan lagi yura .." ucap alex pelan anmun terdengar jelas di telinga yura...
__ADS_1
mohon like dan vote nya yaaaaπππ
kritik dan saran yang membangun ya jangan di bully.. author takut bullying nnti author stresssππππ